Dr Inu Kencana: Pemimpin Wajib Punya Etika dan Moral

Dr Inu Kencana: Pemimpin Wajib Punya Etika dan Moral


Bantul (KMP) - Kepemimpinan merupakan suatu komponen yang menghubungkan satu sama lain untuk menggapai tujuan yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut harus diindahkan pula dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan etika dan moral.

"Saat ini, pola kepemimpinan di Indonesia sebenarnya harus dibenahi. Kita perlu menyadari bahwa seorang pemimpin adalah representasi dari masyarakat. Kalau kita lihat, pola kepemimpinan kita telah berubah menjadi kepemimpinan transformatif dan visioner," papar Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan Dr Inu Kencana Syafiie MSi, Selasa (21/11/2017).

Dalam seminar kepemimpinan bertajuk 'Etika Pemimpin dalam Pemerintahan' yang diselenggarakan Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Se-Indonesia di UMY, Inu menuturkan, kepemimpinan transformatif dan visioner menjadi suatu kekuatan bagi seorang pemimpin untuk mencapai misi yang lebih besar. Namun dalam menyelesaikan misi tersebut masyarakat juga harus tetap memantau dan mengontrol kebijakan-kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin.

"Seorang pemimpin juga perlu memiliki etika dan moral yang baik, terutama dalam menjalankan suatu pemerintahan. Etika itu berangkat dari pola pikir yang positif, karena pola pikir yang baik akan mempengaruhi banyak orang untuk besikap lebih bijaksana," imbuhnya.

Menurut Inu, hal penting lainnya yang perlu dipahami juga oleh seorang pemimpin adalah pengetahuan yang di dalamnya mencakup ilmu, moral dan seni. Ilmu akan menentukan sesuatu yang benar dan salah, moral akan menentukan baik dan buruk, serta seni akan menentukan indah dan jelek.

"Semua itu akan menjadi suatu estetika yang baik jika seorang pemimpin saling berkolaborasi satu sama lain, khususnya pada institusi pemerintahan. Begitu juga dengan seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan yang bisa menentukan misi sesuai tujuan yang telah dirancang," ujar Inu.

Ditambahkan Inu, para pemimpin perlu memiliki sifat-sifat utama agar bisa menjadi teladan bagi rakyatnya. Sifat yang perlu dimiliki pemimpin adalah integritas, moralitas, tanggung jawab, serta memiliki visi yang bagus. Selain itu pemimpin harus bisa menjaga kehormatan, kemampuan berkomunikasi, memiliki iman serta komitmen dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Untuk itu saya mengharapkan para pemimpin selanjutnya bisa dilahirkan dari mahasiswa llmu Pemerintahan yang memiliki sifat amanah dan jujur, serta tidak mencontoh pemimpin yang tidak memiliki intergritas," tutup Inu. (Ratih Keswara)


Read More
Anggota Kodim Yogya Ikuti Tes Garjas Periodik

Anggota Kodim Yogya Ikuti Tes Garjas Periodik


Yogya (KMP) - Anggota Kodim 0734/Yogyakarta baik militer maupun ASN, melaksanakan tes kesegaran jasmani (Garjas) periodik semester II TA 2017 bagi golongan Bintara  ke bawah di Lapangan Sapta Marga Batalyon Infantri 403 /Wirasada Pratista, Selasa (21/11/2017).

Garjas diawali dengan pengukuran tensi darah oleh tim medis dari DKT Dr. Suetarto Yogyakarta. Jika dinyatakan memenuhi syarat, maka diperbolehkan mengikuti garjas dan yang tidak memenuhi syarat tidak boleh mengikuti untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Tes Garjas periodik merupakan program rutin bagi tiap prajurit dan ASN yang dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam setahun. Tes dilaksanakan untuk melihat tingkat keberhasilan pembinaan fisik yang dilakukan setiap hari. Bagi yang secara rutin melaksanakan pembinaan fisik maka dengan sendirinya mendapatkan pencapaian nilai memuaskan sesuai kategori usia.

Materi test garjas yang di laksanakan anggota militer meliputi Garjas A berupa lari sejauh 3.200 meter dan Garjas B meliputi Pull Up, Sit Up, Push Up, dan shuttle Run, sedangkan untuk anggota ASN hanya melaksanakan lari sejauh 2.400 meter saja.

Sesuai prosedur, kegiatan ini diawasi secara ketat oleh Tim kesehatan dari DKT Dr. Suetarto mulai dari pemeriksaan awal sampai dengan selesai kegiatan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Garjas dapat berjalan dengan tertib dan aman sesuai dengan yang diharapkan. KMP2


Read More
1.238 Siswa di Kota Yogya Terima Bantuan L-OTA

1.238 Siswa di Kota Yogya Terima Bantuan L-OTA


Yogya (KMP) – Sebanyak 1.238 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, SD-SMA,menerima bantuan dari Lembaga orang Tua Asuh (L-OTA), Selasa (21/11/2017). Bantuan disalurkan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial di grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta.

Dari 1.238 siswa penerima bantuan L—OTA, 923 di antaranya adalah siswa SD/MI, kemudian 295 siswa SMP/MTs, dan 20 lainnya adalah siswa tingkat menengah atas.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah, Titik Sulastri, mengapresiasi penyerahan bantuan tersebut. Menurut Wali Kota, bantuan ini merupakan bentuk pengejewantahan spirit Segoro Amarto dalam memantapkan predikat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan.

“Saya sangat bersyukur bahwa makna gerakan Segoro Amarto hari ini dapat terwujud dalam bentuk penyerahan bantuan pendidikan oleh L-OTA DIY dan Kota Yogyakarta beserta para pengusaha. Saya berharap bantuan ini dapat memberi manfaat,” ucap Wali Kota.

Tri Kirana Muslidatun, Ketua L-OTA Kota Yogyakarta mengatakan, siswa SD masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp120.000, sementara untuk siswa SMP sejumlah Rp180.000, dan siswa SMA mendapat bantuan sejumlah Rp 240.000.

Total dana bantuan tahun ini sejumlah Rp168,6 juta. “Dari bantuan L-OTA DIY sejumlah Rp41,28 juta dan L-OTA Kota sebanyak Rp 127.3 juta. Dan untuk saat ini siswa tidak mampu di Kota Yogyakarta yang sudah tercover oleh bantuan L-OTA sudah mencapai 75 persen,” katanya.

Lebih Lanjut, Tri Kirana Ana meminta agar penerima bantuan benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk mendukung kegiatan belajar.

“Pokoknya bantuan ini harus digunakan untuk keperluan sekolah, misalnya untuk beli seragam, sepatu, tas, atau alat tulis, nggak boleh buat beli HP atau game, sampaikan juga ke orangtua untuk tidak menggunakan uangnya untuk hal lain” Pinta Ana Haryadi.

Salah seorang penerima bantuan, Feni, mengaku akan menggunakan bantuan sebanyak Rp180 ribu yang diterimanya untuk membayar SPP.  Menurut Feni, bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya. Sodik


Read More
Tingkatkan Produktivitas, UII dan UGM Fokus Perbaiki Manajemen Riset

Tingkatkan Produktivitas, UII dan UGM Fokus Perbaiki Manajemen Riset


Sleman (KMP) - Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah bergabung dalam konsorsium yang merupakan proyek dari Uni Eropa. Konsorsium itu sendiri dibentuk sebagai wadah kerjasama peningkatan kinerja riset di 11 perguruan tinggi dari tujuh negara yang menjadi anggotanya.

"Dalam konsorsium ini, kami memilih fokus pada manajemen riset. Misalnya, bagaimana membuat proposal yang baik, bagaimana mengelola dana riset, mengelola data dan bagaimana agar bisa publikasi. Hal itu perlu dilakukan untuk mendorong para peneliti kami bisa lebih produktif," ujar Koordinator Konsorsium Lokal UII Fathul Wahid PhD, Selasa (21/11).

Di sela pelaksanaan Assessing and Improving Workshop Research Performance at South East Asian Universities (REPESEA) di UII, Fathul pun menuturkan, tingkat produktivitas dosen UII dalam hal riset dinilainya makin meningkat. Semangat tersebut tampak terutama pada para peneliti dan dosen muda. Selanjutnya yang perlu dilakukan ialah makin mendorong semangat mereka untuk konsisten produktif dan tidak terkontaminasi praktek lama.

"Untuk itu perlu inovasi sebagai dukungan semangat para dosen kami ini lebih produktif. Dan bergabung dengan konsorsium inilah yang menjadi bagian dari upaya kami memberi dukungan. Karena infrastruktur riset kami juga mendapat bantuan," imbuhnya.

Koordinator Konsorsium Lokal UGM Nurul Indarti PhD juga mengaku semangat peneliti muda di UGM cukup tinggi. Sayangnya, manajemen riset yang ada tidak terlalu bagus, sehingga perlu diperbaiki. Namun di lain sisi, kemampuan para peneliti juga perlu ditingkatkan dengan memperbaiki kualitas pembelajaran dan perbaikan infrastruktur guna menunjang riset.

"Konsorsium ini didanai oleh Uni Eropa. Dana yang diberikan akan digunakan untuk pengadaan fasilitas. Misalnya, pembelian alat komputer, perbaikan alat laboratorium dan perbaikan unsur pembelajaran untuk meningkatkan kualitas publikasi. Namun yang terpenting yakni komitmen untuk terus meningkatkan kualitas, sehingga kita bisa membuktikan tanpa bantuan kita juga bisa berkembang baik," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Proyek REPESEA Prof Anetta Caplanova mengatakan, pada intinya proyek tersebut bertujuan untuj peningkatan kapasitas perguruan tinggi yang dilakukan Uni Eropa. Proses inti akan dilakukan dalam dua tahun ke depan, sehingga tahun ketiga sudah tampak hasilnya.

"Dana yang diberikan Uni Eropa dalam proyek bagi 11 perguruan tinggi ini berjumlah 800.000 Euro. Proyek sendiri akan berjalan hingga Oktober 2019 mendatang. Dan kami senang bisa berkolaborasi karena kami juga mendapat pengalaman dan pembelajaran baru," ungkapnya.

Menurut pengajar di University of Economics in Bratislava ini, salah satu hal baru yang terjadi di Asia Tenggara dan bisa menjadi pembelajaran bagi Eropa ialah semangat dan motivasi para peneliti Asia Tenggara yang masih tinggi. Hal itu diakuinya tidak ada di Eropa, dimana para penelitinya sudah tidak memiliki semangat yang besar dalam hal riset. (Ratih Keswara)


Read More
Kader PR Bangsa, Mahasiswa Wajib Miliki Wasbang

Kader PR Bangsa, Mahasiswa Wajib Miliki Wasbang


Yogya (KMP) – Wawasan kebangsaan wajib dimiliki mahasiswa yang akan menjadi public relation (PR) bangsa di masa depan. Keterampilan wawasan kebangsaan yang mendalam, terampil membangun opini, dan mampu bersaing di tingkat internasioal sangat penting demi kejayaan NKRI.

Hal itu disampaikan Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Rudi Firmansyah saat menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan Tunggal Ika kepada mahasiswa Jawa Barat yang sedang melaksanakan perkuliahan di Yogya, kemarin lusa. Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Kota Yogyakarata. 

"Generasi emas dan next leader bangsa ini adalah adik mahasiswa saat ini yang dihitung mulai dari sekarang, sebab pada tahun 2045 nanti, para mahasiswa dan mahasiswi adalah calon kepemimpinan nasional dan mahasiswa yang banyak berprestasi dari perubahan sosial," kata Dandim di Arama Kujang, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Menurut Dandim, negara maju membutuhkan karakter kecerdasan dan tanggung jawab serta berwawasan luas yang beretika. "Untuk itu, mahasiswa kini dengan bonus demografi atau bencana demografi, haruslah dapat mengelola diri sendiri dengan baik. Pada usia produktif isilah kegiatan dengan baik, jangan menjadi jadi sampah masyarakat," tegasnya.

Dandim 0734/Yogyakarta menambahkan, bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah final, siapa pun tidak boleh merubahnya. “Nilai-nilai sila pada Pancasila, apabila kita lakukan dengan konsisten dan benar maka apa yang menjadi tujuan nasional, yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pasti tercapai,” ungkapnya.

“Itulah yang harus tetap kita jaga dan bina. Kuncinya adalah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan,” pungkas Dandim. KMP2/* 


Read More