Mulai Ditinggalkan, Fakultas Syariah IAIN Salatiga Pasang Jam Bencet

Mulai Ditinggalkan, Fakultas Syariah IAIN Salatiga Pasang Jam Bencet


SALATIGA (KMP) - Dalam rangka melestarikan khasanah tradisi keislaman, Fakultas Syariah IAIN Salatiga memasang jam bencet di halaman Masjid Kampus II, Senin (23/4/2018). Pemasangan jam bencet diprakarsai langsung ahli falak nasional, KH. Misbahul Munir Al-falakiy.

KH. Misbahul mengungkapkan, jam bencet bekerja untuk menunjukkan waktu dengan patokan pergerakan Matahari. Jam ini juga dapat dipakai sebagai penunjuk waktu salat. Namun sejak adanya jam mekanik, popularitas jam bencet terus memudar dan penggunaannya lambat laun mulai ditinggalkan.

"Jam bencet ini kerjanya untuk menunjukan waktu dengan mengetahui posisi matahari dan ini sudah dipakai sejak jaman kuno," katanya seperti dikutip Wartahukum.

Sementara Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga Dr Siti Zumrotun M.Ag mengatakan, pemasangan jam bencet selain untuk menunjang kegiatan akademik, juga sebagai momentum memompa kembali semangat jiwa pembelajaran ilmu falak di IAIN Salatiga yang sebelumnya telah dirintis oleh KH. Zubair Umar Al-Jailani, ahli falak sekaligus Pendiri IAIN Salatiga.

"Ini momentum untuk mengingat mbah Zubair sebagai ahli falak dan sekaligus pendiri IAIN Salatiga, karena beliau termasuk tokoh falak internasional," katanya.

Ahli falak Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga M Rifa Jamaluddin Nasir M.Si menambahkan, pemasangan jam bencet akan sangat membatu sebagai media pembelajaran mahasiswa seperti penentu akurasi waktu salat, arah kiblat, deklinasi pergerakan matahari, mengetahui bulan-bulan masehi dan mengetahui mangsa atau musim.

"Dengan adanya jam bencet ini nanti bisa digunakan untuk kajian akademis guna mengetahui waktu-waktu dan arah kiblat," tambahnya. KMP2/*


Read More
Minggiran Bazar Segera Digelar Kembali

Minggiran Bazar Segera Digelar Kembali

YOGYA (KMP) - Menyongsong datangnya bulan Ramadan 1439 H, Muda-mudi Masjid Al Falaah Minggiran Yogyakarta akan kembali menggelar bazar yang melibatkan seluruh komponen masyarakat Kampung Minggiran. Minggiran Bazar akan dilaksanakan pada hari Minggu (6/5/2018) mengambil lokasi sepanjang jalan protokol Minggiran.

Koordinator acara Tantri Anggraeni mengatakan, event akan dibuka Wali Kota Yogyakarta H Haryadi Suyuti. Setelah membuka even Wali Kota akan melakukan kunjungan ke stand UMKM potensi warga. Sejauh ini sebanyak 53 stand telah terdaftar di panitia.

Acara ini juga akan diisi dengan pembelian sembako murah sejumlah 350 sembako dengan kupon, pemeriksaan kesehatan, cek kolestrol dan gula darah gratis bagi masyarakat. Even ini juga akan dimeriahkan gelar potensi kesenian yang dilaksanakan sore hingga malam hari dengan puncak acara menampilkan kelompok nasyid Reggabana dan pengajian akbar menghadirkan ustad Drs Jumali Nur Ridho.

“Kegiatan ini juga sejalan dengan program gandeng gendong yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota pada bulan April 2018 lalu sebagai bentuk langkah konkrit dari SegoroAmarto,” kata Tantri, Senin (23/4/2018).

Dijelaskan bahwa kata ‘gandeng’ bermakna semua elemen masyarakat saling bergandengan tangan dengan niat saling membantu agar semua pihak dapat maju bersama. Sedangkan ‘gendong’ memiliki makna bahwa masyarakat membantu warga lain yang tidak mampu. “Yang lemah kita gendong, yang terpinggirkan ditarik ke tengah agar bisa berjalan bersama,”katanya.

Konsep ‘gandeng gendong’ bisa diterapkan di seluruh aspek pembangunan mulai dari pembangunan di bidang ekonomi, pengentasan kemiskinan, hingga pemberdayaan pelaku usaha kecil. Muda-mudi Masjid Al-Falaah dan masyarakat Kampung Minggiran berkolaborasi dengan berbagai komponen untuk menggelar even yang bertujuan menunjukan potensi usaha UMKM yang ada di Kampung Minggiran.

KetuaTakmir Masjid Al-Falaah Drs Rokhmat Akt mendukung sepenuhnya kegiatanpositif yang dilakukan oleh muda mudi yang diharapkan mampu menggerakan seluruh komponen masyarakat RT,RW, organisasi masyarakat lainnya untuk saling menggandeng dan menggendong menuju kesejahteraan bersama. KMP2/*



Read More
Real Madrid-Browcelona Bersaing Ketat di OSYSL 2018

Real Madrid-Browcelona Bersaing Ketat di OSYSL 2018

BANTUL (KMP) – Perebutan tiket final championship Liga Okky Splash Youth Soccer League (OSYSL) 2018 kian sengit. Persaingan ketat memperebutkan titel sebagai jawara wilayah DIY terjadi di semua grup. Termasuk Grup A yang diisi SSB Browcelona dan SSB Real Madrid Foundation UNY.

Seperti pada persaingan di La Liga, persaaingan di Grup A juga melibatkan kedua SSB. Di mana Browcelona memimpin klasemen dengan koleksi 18 poin hasil dari enam kemenangan. Disusul Real Madrid di urutan kedua dengan 15 poin, disusul AMS Seyegan di urutan ketiga dengan koleksi 14 poin.

Browcelona bertengger di puncak klasemen A berkat tiga kemenangan di babak penyisihan hari kedua, kemarin. Browcelona mengandaskan perlawanan SSB Gama dengan skor 1-0, lalu mengalahkan SSB HW Kulon Progo 3-1, dan menang 2-0 atas SSB Piyungan FC.

Sementara Real Madrid naik ke urutan dua klasemen juga berkat tiga kemenangan di hari kedua. Real Madrid menang  2-0 atas SSB MAS, lalumenang tipis 2-1 atas SSB Satria Pandawa, dan di laga terakhir menang juga dengan skor tipis 2-1 atas SSB HW Kulon Progo.

Di Grup B, Gama FC sedikit lebih dominan. Gama FC bertengger di puncak klasemen dengan koleksi 18 poin hasil dari enam kemenangan. Gama terpaut lima poin dari SSB Kalasan yang menguntit di urutan dua dengan 13 poin, disusul SSB putra Handayani di urutan tiga yang juga mengemas 13 poin.

SSB Bangunkerto juga dominan di Grup C. SSB Bangunkerto nyaman di puncak klasemen setelah menyudahi enam laga dengan kemenangan. Bangunkerto unggul lima poin dari SSB HW Kota yang menempati urutan kedua, disusul SSB Persopi ELTI di urutan tiga dengan 10 poin.

Eko Budiyanto S.Pd, Ketua Panitia Pelaksana mengungkapkan, babak penyisihan masih menyisakan dua hari yang akan digelar di akhir pekan. Nantinya DIY akan mengirim juara ke final championship untuk bersaing dengan juara dari lima kota lainnya.

“Babak final digelar di Jakarta September mendatang. Nantinya dipilih lagi pemain terbaik untuk menjadi bagian tim yang akan dikirim ke Singapura mengikuti Singa Cup pada awal November,” katanya seperti dikutip Cendana News. KMP2


Read More
Perempuan Belum Terlibat dalam Revolusi Industri 4.0

Perempuan Belum Terlibat dalam Revolusi Industri 4.0



SLEMAN (KMP) - Perempuan berkualitas sudah seharusnya mampu menempatkan dirinya dalam peran pentingnya, baik sebagai ibu maupun di ranah publik. Sayangnya, peran perempuan di era Revolusi Industri 4.0 ini belum banyak.

Hadirnya Revolusi Industri 4.0 seharusnya dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh kaum perempuan. Karena revolusi industri ini memiliki prospek yang menjanjikan bagi posisi perempuan sebagai bagian dari peradaban dunia. Meski memang masih ada tantangan bagi tenaga kerja profesional perempuan bekerja di dunia industri,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise, Senin (23/04).

Dalam Seminar Nasional Peran Perempuan dalam Mendidik Generasi Era Revolusi Industri 4.0 di UNY, Yohana menuturkan, berdasarkan dataBPS awal 2017,  hanya terdapat 30% pekerja perempuan di bidang industri sains, teknologi, engineering, dan matematik. Menurut UNESCO, rendahnya tingkat partisipasi pekerja perempuan di bidang industri disebabkan oleh persepsi lingkungan kerja di industri merupakan domain pekerja laki-laki.

Selain itu, masih banyak lulusan perempuan yang memperoleh gelar terkait industri sains, teknologi, engineering, dan matematik memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mengejar karier di industri dibandingkan laki-laki. Di sinilah dibutuhkan peran perguruan tinggi dalam menggali potensi kaum perempuan agar menjadi lulusan yang kuat dan mampu menghadapi persaingan,” paparnya. 

Menteri Yohana menambahkan, selain berperan di ranah publik, perempuan juga harus bisa menjadi pendidik yang dapat mengajar dan membina anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, menjadi seorang ibu di Era Revolusi Industri 4.0 memiliki tantangan tersendiri.

Sebagai seorang ibu perlu membuka diri dan mau terus belajar mengikuti perubahan zaman yang tentunya diikuti dengan perubahan perilaku, karakter dan sikap anak-anak yang hidup di jaman ini. Saya berharap kaum perempuan sebagai pendidik generasi penerus mampu menerapkan nilai-nilai agama, kebaikan, dan moral dengan cara yang berbeda dengan jaman kita dahulu,” imbuhnya. (Ratih Keswara)
Read More
  Boemipoetra Nusantara siap Bangkit dari Yogyakarta

Boemipoetra Nusantara siap Bangkit dari Yogyakarta

YOGYA (KMP) - Semangat kebangkitan Boemipotra menggema dari Yogyakarta. Semangat kebangkitan kaum pribumi itu menggema dalam seminar Pra Kongres Boemipoetra Nusantara Indonesia yang digelar di Hotel Santika, Senin (23/4/2018).

Forum yang digagas sejumlah tokoh nasional itu dihadiri sejumlah tokoh seperi Marzuki Alie, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra, Prof Dr Ichsanudin Noorsy yang mengisi seminar dengan tema ‘Jadilah Tuan di Negeri Sendiri’.

Ketua Panitia Seminar Pra Kongres Boemipoetra nusantara Indonesia bagian Barat, Muhardi Zainudin mengungkapkan, kegiatan pra kongres di Yogyakarta merupakan yang kedua setelah digelar pertama kali di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini, lanjut Zainudin, digelar untuk membangkitkan semangat kaum pribumi untuk menjadi tuan di negerinya sendiri. Melalui seminar, ditegaskan kembali mengenai peran, hak dan kewajiban boemipoetra dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Seminar juga menyikapi secara kritis dan komprehensif permasalahan yang terjadi saat ini khususnya kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin tajam. Ini juga untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat luas bahwa boemipoetra merupakan pendiri, pemilik, penguasa NKRI,” katanya seperti dikutip Wartahukum.id.

Ia menjelaskan, pada tahun 2018, Kemerdekaan Indonesia memasuki usia ke-73 tahun. Tapi sayang, masih cukup banyak persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama persoalan keadilan dan kesejahteraan yang kian jauh dari cita-cita founding fathers.

“Ini tercermin dari penguasaan SDA yang hanya dinikmati oleh segelintir orang, di mana sebanyak 1 persen orang kaya Indonesia menguasai 46 persen kekayaan Idonesia. Sumber-sumber pengidupan yang strategis seperti energi, pangan air, tanah dan finance telah dikuasai asing,” jelasnya.

Sementara Dr M Dahrin La Ode, salah satu inisiator forum mengungkapkan, dewasa ini Indonesia dalam kondisi salah urus dimulai 1 Mei 1998 sampai sekarang. Salah satu indikatornya adalah terlihat dari Instruksi Presiden 26/1998 tentang penyebutan istilan pribumi dan non pribumi.

“Ini adalah kesalahan besar. Di semua negara, pribumi adalah penguasa, pemegang kedaulatan. Nah inpres itu indikator pencabutan kedaulatan yang dimiliki masyarakat pribumi,” katanya.

Pensehat forum, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdjianto mengatakan, banyak hal yang perlu dikritisi belakangan ini. Terutama yang berkaitan dengan kesempatan kerja kaum pribumi. Ia mencontohkan, pemerintah pernah menjanjikan menyediakan 10.000 lapangan kerja bagi masyarakat.

“Tapi yang kita dapatkan dari pemberitaan media itu justru sekaraang banyak tenaga kerja dari china daratan. Secara tidak langsung ini banyak mengambil alih kesempatan yang seharusnya bagi kaum pribumi,” kata mantan Kasal ini. KMP2/6


Read More