Danrem 072: TNI Siap Backup Polri Amankan Pileg Pilpres

Danrem 072: TNI Siap Backup Polri Amankan Pileg Pilpres


Ratusan personel dari TNI-Polri terlibat dalam simulasi pengamanan Pemilu di Jl Ipta Tur Harsono Timoho, Minggu pagi. 

KABARMERAHPUTIH.NET – Komandan Korem 072 Pamungkas Brigjen M Zamroni menegaskan TNI siap membackup kepolisian dalam pengamanan pemilu baik legislatif maupun pilpres. Penegasan ini disampaikan usai simulasi pengamanan pemilu di depan rumah dinas Walikota Yogya, Minggu (10/2/2019) pagi.

“Kegiatan ini menunjukkan kesiapan TNI dalam membantu tugas yang dijalankan Polri dalam mengamankan pemilu. Kegiatan hari ini menunjukkan kekompakan dan soliditas TNI-Polri,” tegas Brigjen Zamroni.

Karena itu, Brigjen Zamroni berpesan kepada seluruh prajurit dan pesertayang terlibat dalam simulasi untuk tetap meningkatkan soliditas dan sinergitas antara TNI-Polri. Pimpinan, lanjut Danrem, meyakini bahwa soliditas dan sinergitas kedua lembaga itu menjadi kunci jaminan kondusivitas wilayah.

Tidak hanya itu, jenderal dengan bintang satu di pundaknya ini juga mengimbau segenap komponen masyarakat untuk memaknai hajatan pemilu dengan sukacita bukan dimaknai sesbagai sesuatu yang menakutkan.

Bagi tokoh masyarakat, Danrem berpesan agar turut menjaga kondusivitas di wilayahnya. “Jangan mengorbankan kepentingan negara hanya untuk kepentingan kelompok saja. Tokoh masyarakat harus ikut menjaga kondusivitas,” pinta Danrem.

Simulasi lapangan merupakan puncak latihan yang digelar Korem 072/Pamungkas setelah sebelumnya digelar apel di Lapangan Sapta Marga dilanjutkan dengan paparan dan simulasi dalam ruangan. Simulasi melibatkan ratusan personel baik TNI maupun Polri.

Dalam simulasi lapangan itu, personel keamanan dihadapkan pada aksi massa dari Partai Durian yang menolak hasil penghitngan suara. Protes disuarakan dengan aksi unjuk rasa yang melibatkan masa secara bergelombang.

Personel keamanan dari Polri pertama-tama mencoba bernegosiasi dengan massa namun gagal. Anggota dari Sabhara kemudian diterjunkan menghadapi massa, namun jumlah masa terus bertambah dan personel meminta dukungan dari Polresta Yogyakarta.

Sempat terjadi aksi dorong, massa kian tak terkendali. Tersonel dari TNI kemudian diterjunkan membackup pengamanan hingga berhasil mengendalikan massa. (KMP001)
Read More
Langgar Hak Siar PD 2014, 4 Hotel Kembali Digugat ke Pengadilan

Langgar Hak Siar PD 2014, 4 Hotel Kembali Digugat ke Pengadilan


Wahyu Priyanka dan tim hukumnya bersama Tubagus Aria saat jumpa pers di d'Barrack Cafe Timoho, Jumat siang.

KABARMERAHPUTIH.NET – Perkara pelanggaran hak siar Piala Dunia 2014 masih belum tuntas. Banyaknya hotel yang divonis bersalah, ternyata belum bisa menggugah pelanggar lain legowo mengakui kesalahannya sehingga harus berujung dengan gugatan di pengadilan.

Mengawali tahun 2019, PT Inter Sport Marketing (ISM)/PT Nonbar kembali melayangkan gugatan perbuatan melawan hukum dang anti rugi terhadap empat hotel di DIY. Gugatan dilayangkan lantaran keempat hotel itu telah melanggar hak cipta dengan menayangkan siaran Piala Dunia 2014 tanpa izin.

Keempat hotel yang digugat di Pengadilan Niaga Semarang adalah Dermaga Hotel (PT Tri Sekar Lestari), UNY Hotel (CV Multi), Ameera Boutique Hotel (PT Wijaya Karya Mandiri), dan Grand Tjokro Hotel (PT Setia Abadi Sentosa).

“Keempat hotel itu  di area komersil telah memanfaatkan dan menayangkan siaran Piala Dunia 2014 tanpa izin dari klien kami PT ISM atau PT Nonbar yang telah ditunjuk oleh PT ISM,” ucap Kuasa Hukum PT ISM/PT Nonbar Wahyu Priyanka Nata Permana SH MH didampingi Kurnia Budi Nugroho SH dan Deslaely Putranti SH MH, Jumat (8/2/2019) siang.

Namun demikian, ungkap Wahyu Priyanka, dalam perjalanannya salah satu hotel yakni Ameera Boutique Hotel memilih berdamai. Perdamaian dicapai pada Kamis (7/2/2019) dan gugatan terhadap Ameera Boutique Hotel akan dicabut Senin (11/2/2019).

Sementara itu, proses persidangan terhadap ketiga hotel lain masih terus berjalan. Bahkan untuk Hotel UNY, sudah masuk pada proses pembuktian di persidangan. “Dua lainnya masih jawab menjawab. Yang UNY sudah pembuktian,” terangnya lagi.

Dia menjelaskan, secara keseluruhan pihaknya telah memenangkan 11 perkara pelanggaran hak cipta yang dilakukan hotel berbintang di wilayah DIY-Jawa Tengah. Dari jumla itu, 2 di antaranya sudah melaksanakan putusan pengadilan, satu hotel yakni Griya Persada memilih berdamai di muka persidangan, sedangkan lainnya proses kasasi.

“Rata-rata kena Rp 1 miliar. Di Yogya ada Grand Zuri, Hotel Merapi Merbabu, Hotel Rose In, ada Citihub Hotel, Cakra Kusuma, dan Grand Quality. Kenapa kami mengajukan gugatan dan laporan, karena ada pihak yang memberi lisensi sehingga kalau tidak ada penegakan hukum klien kami dikomplain. Sudah beli mahal kok didiamkan,” katanya.

Tubagus Aria, manager regional PT Nonbar mengatakan, meski sudah melayangkan gugatan ke pengadilan namun pihaknya tetap terbuka untuk proses damai, termasuk bagi hotel yang belum didugat namun pernah mendapat somasi karena melakukan pelanggaran hak cipta atas konten siaran Piala Dunia 2014.

“Dulu mereka selalu beralasan dan mempertanyakan legal standing, sekarang semua gugatan kami menangkan, mau alasan apa lagi. Kami ingatkan yang sudah pernah disomasi tapi belum tercapai kesepakatan, kami masih membuka pintu damai,” tambahnya.

Pelanggaran hak siar Piala Dnia 2014 pertama kali diperkarakan pada 2014 silam. Gugatan awal dilayangkan terjadap dua hotel, kemudian di tahun 2017 ada 4 perkara, dan di 2018 ada 5 perkara di mana salah satunya berakhir damai. Tahun 2019 ini kembali diproses 4 perkara.

“Kalau ditotal, kami ini memecahkan rekor menangkan gugatan HAKI terbanyak di Indonesia. Di Pengadilan Niaga Semarang ada 15 perkara yang kami ajukan, dan di Surabaya ada 25-an perkara,” sambung Wahyu Priyanka. (KMP001)


Read More
Mantapkan Latihan Pam Pemilu, TNI-Polri Gelar Simulasi Dalam Ruangan

Mantapkan Latihan Pam Pemilu, TNI-Polri Gelar Simulasi Dalam Ruangan


KABARMERAHPUTIH.NET – Korem 072/Pamungkas menggelar Technical Floor Game (TFG) sebagai bagian dari pemantapan persiapan pengamanan pemilihan umum baik Legislatif maupun Pilpres. Simulasi digelar di Ruang Bima Kompleks Balaikota, Jumat (8/2/2019) pagi.

"Kami lakukan TFG setelah sebelumnya kami lakukan gelar pasukan. Kegiatan ini diikuti sekitar 75 personel dari TNI-Polri dan juga unsur terkait lain," papar Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Yogyakarta, Mayor Arm Mespan Haryadi disela-sela pelaksanaan TFG.

Menurut dia, simulasi diperlukan agar setiap personel yang terlibat bisa melakukan langkah-langkah antisipasi jika muncul hal-hal yang tak diinginkan selama pelaksanaan tahapan pemilu. Maka dari itu, diperlukan koordinasi antarpimpinan kesatuan baik TNI-Polri yang juga disimulasikan dalam kegiatan tersebut.

"Yang diperlukan dalam hal ini adalah koordinasi antarkesatuan mulai dari TNI-Polri termasuk panwaslu, KPU dan sebagainya," ungkapnya mewakili Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI M Zamroni.

Pada simulasi dalam ruangan tersebut para peserta mensimulasikan sejumlah permasalahan yang kemungkinan dapat muncul dalam Pemilu. Permasalahan itu seperti jika terjadi perusakan alat peraga dimana setiap personel dapat mengatasi jika hal tersebut terjadi.

Kemudian permasalahan yang melibatkan massa dalam jumlah besar dimana cara melakukan mekanisme perbantuan TNI ke Polri. Serta permasalahan ketidakpuasaan hasil Pemilu. "Semua itu disimulasikan dalam simulasi peta," imbuh dia.

Setelah ini, lanjut Kapenrem, akan dilanjutkan simulasi pengamanan di luar ruangan. Rencananya simulasi tersebut  akan dilakukan pekan depan dimana hasil kegiatan TFG akan coba dipraktekkan di luar ruangan. "Untuk simulasi luar ruangan akan melibatkan sekitar 400 an personel," tambah dia.

Sebelumnya Kasi Operasi Korem 072/Pamungkas Yogyakarta Kolonel Inf Heri Setiono menyebut sekitar seribu personel TNI akan disiagakan di seluruh wilayah Kedu-DIY. Pasalnya, dalam pelaksanaan Pemilu 2019 semua wilayah di Korem Pamungkas dianggap sebagai daerah rawan. (KMP001)


Read More
Disbud Sleman Bakal Rehab Gedung SMPN 1 Sleman

Disbud Sleman Bakal Rehab Gedung SMPN 1 Sleman


KABARMERAHPUTIH.NET – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana melakukan rehab bangunan cagar budaya SMP Negeri 1 Sleman di Jalan Bhayangkara 27 Medari, Desa Caturharjo, Sleman. Anggaran senilai Rp 1,8 miliar yang bersumber dari dana keistimewaan (Danais) sudah dipersiapkan.

Rahab bangunan SMPN 1 Sleman masih dalam tahap perencanaan. Lelang pekerjaan tidak dilakukan di Pemkab Sleman melainkan melalui Pemda DIY. Dalam perencanaannya pekerjaan proyek akan berlangsung selama 5 bulan.

“Sekarang baru proses revisi perencanaan yang  sudah disusun  beberapa waktu yang lalu. Pelaksanaan akan dilakukan selama 5 bulan,” terang Anas Mubakhir selaku Kepala Seksi Sejarah Nilai dan Tradisi Budaya Dinas Kebudayaan Sleman, belum lama ini.

Sedangkan proses lelang, ungkap Anas, akan dilakukan di Pemda DIY, sebab sistem anggaran di Sleman dengan danais saat ini sudah tidak terkoneksi. ”Karena di Sleman kan sekarang sudah menggunakan sistem tersendiri salah satunya SiKAP sehingga yang berkaitan proses lelang  dan pengadaan proyek bersumber Danais ada di DIY, anggaran di luar APBD sudah tidak masuk sistem,” ungkap dia.

Sesuai perencanaan rehab bangunan konstruksi cagar budaya tersebut didominasi pekerjaan dan penggantian material pada bagian genting dan kayu atap di bagian ruang perkantoran bukan ruang kela. Jumlah ruang ada 4 unit, proses pengerjaan dilakukan secara bergantian.

”Jadi tidak seluruhnya kita rehab, hanya pada kayu atap dan genting sesuai desain awal yakni menggunakan genting kripik. Bagian dinding dan kusen tidak kita ganti karena kondisi masih bagus. Proses pengerjaanya kita konsultasikan dengan pihak sekolah menyesuaikan proses belajar mengajar,” kata dia.

Pada bagian lain danais akan dialokasikan Disbud Sleman untuk melanjutkan pembangunan cagar budaya Pendopo Kapanewon di area Kantor Kecamatan Tempel. ”Pendopo Kapanewon akan dibuat gerbang, selain ada pembangunan landscape pada gedung Pegadaian di Tempel agar dapat dioptimalkan pemanfaatanya,” tambahnya. (wartakonstruksi.com)


Read More
Belanja di Kain Kiloan Jogja, Ini yang Dibeli Nella Kharisma

Belanja di Kain Kiloan Jogja, Ini yang Dibeli Nella Kharisma


Nella Kharisma asik berfoto di sela kegiatan belanja di Toko Kain Kiloan Jogja Jl urip Sumoharjo, Jumat (1/2/2019) siang.

KABARMERAHPUTIH.NET – Toko Kain Kiloan Jogja di Jl Urip Sumoharjo, Gondokusuman, Kota Yogyakarta mendadak heboh. Pengunjung dan warga berebut ambil kesempatan menyambut artis dangdut, Nella Kharisma, yang datang ke toko tersebut.

Nella tiba sekitar pukul 14.30 WIB menaiki mobil Innova AG 1733 LA bersama sejumlah kru yang menaiki mobil terpisah. Tapi kerumunan warga sudah ada sejak pukul 13.00 WIB. Kondisi itu tentu memancing rasa penasan pengguna jalan.

Nella sendiri terlihat cukup santai. Mengenakan kaus warna putih, Nella sempat menanyakan sejumlah kain yang ada di toko tersebut. “Saya tahunya hanya tile dan brokat saja,” aku Nella kepada Sri Winarni, pemilik toko yang sumringah menyambut sang biduan.

Sri Winarni pun member pejelasan termasuk jenis Jaguar yang sedang ngetren. “Ini ngetren untuk penyanyi lho mbak,” ucap Sri.

Di sela kegiatan belanja, Nella menyempatkan melayani permintaan pengunjung toko dan warga yang berebut ingin berfoto dengan penyanyi sejumlah lagi hits tersebut. Di Toko Kain Kiloan Jogja, Nella Kharisma membeli sejumlah kain seperti kain brukat 3,3 kg, jaguar 5 kg, dan katun linen 0,65 kg.

Sri Winarni menjelaskan, Toko Kain Kiloan Jogja menawarkan banyak jenis kain dengan harga yang ramah di kantong bervariasi mulai Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu. Jenis kain yang banyak diminati di tokonya adalah kain brokat dan toyobo.

Wiwin mengatakan, bisnis kain kiloan tidak ada matinya. Sebab setiap orang selalu ingin berganti busana terutama jika akan menghadiri acara penting maupun acara sosial. Itu pula yang membuat toko kain kiloan terus eksis dan kian diminati.

“Omzet kami sebulan sekitar Rp 200 an juta. Kami sediakan kain kualitas bagus bagi pembeli. Kain sisa ekspor yang kualitasnya tidak diragukan lagi,” pungkasnya. (KMP01)



Read More