Budi Luhur-Meiji Manga Fest Meriahkan 60 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang

Budi Luhur-Meiji Manga Fest Meriahkan 60 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang


Ratusan peserta mengikuti seminar dan festival Manga menandai 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Foto: Ist

Kabarmerahputih.net – Hubungan diplomatik Indonesia- Jepang telah berusia 60 tahun. Universitas Budi Luhur Jakarta turut ambil bagian dalam peringatan hubungan diplomatik ini dengan menggelar seminal dan festival manga.

Bersama Meiji University, Jepang, Universitas Budi Luhur menggelar Budi Luhur – Meiji Manga Festival 2018. Kegiatan ini bukanlah yang pertama. Sudah beberapa tahun ini, Universitas Budi Luhur menggandeng Jepang, baik pertukaran mahasiswa maupun pertukaran pengetahuan dalam bidang budaya, seni dan sebagainya.


Budi Luhur-Meiji Manga Fest 2018 menghadirkan para pembicara yang cukup kompeten di bidangnya. Foto: Ist

Tahun ini, bersama Meiji University, seminar dan festival manga semakin kaya dengan pengetahuan yang dapat diserap oleh mahasiswa Univ. Budi Luhur, terkait dengan budaya Jepang yang sudah diketahui memiliki budaya dan tradisi yang cukup kuat.

Ketua Panitia Manga Seminar dan Manga Festival 2018, Arief Ruslan mengatakan, seminar internasional dan festival manga mengusung tema Chara Ganbatte "Celebrating Women in Manga Industries". Dalam gelaran ini dikupas bagaimana peranan manga di dunia modern khususnya bagi kaum hawa. 

Seminar menghadirkan para pembicara yang kompeten di bidangnya. Antara lain Prof Fujimoto Yukari dari Meiji University Jepang dan komikus perempuan Azisa Noor Koesoema dari Indonesia dengan moderator komikus perempuan Kathrinna Rakhmavika.


Rektor Universitas Budi Luhur serta perwakilan dari Meiji University turut ambil bagian dalam kegiatan. Foto: Ist

“Semua tokoh spesial ini membahas peranan wanita dalam Manga Industries yang diketahui terus mengalami perkembangan mengikuti jaman," ugkap Kepala Animasi FIKOM UBL tersebut.

Rektor Universitas Budi Luhur, Prof Dr sc agr Ir Didik Sulistyanto mengatakan, festival manga kali ini difokuskan kepada Kartini-Kartini masa depan. Harapannya, para Kartini masa depan dapat berinovasi dengan mengembangkan potensi kedua budaya, yakni Indonesia dan Jepang, sehingga akan lahir produk-produk paduan dalam rangka 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.


Cosplay tak ketinggalan memeriahkan Budi Luhur - Meiji Manga Fest 2018 di Universitas Budi Luhur Jakarta. Foto: Ist

"Jepang diketahui sebagai negara di mana Manga berasal. Begitu pun Indonesia, yang diketahui memiliki tradisi yang cukup kaya. Harapannya, dengan kegiatan ini akan memberikan pengetahuan kepada Kartini masa depan untuk dapat berkarya dengan karya-karya inovatif, khususnya di bidang Manga," harapnya.

Budi Luhur – Meiji Manga Fest 2018 cukup menyedot perhatian para mahasiswa Universitas Budi Luhur. Tak kurang dari 400-an mahasiswa, siswa SMA, dan masyarakat umum memadati ruang Teater UBL. Mereka antusias menghadiri seminar dan festival Manga 2018, di Ruang Theater dan di Rumah Baduy Universitas Budi Luhur. (*)


Read More
Keren, Tari Kolosal Badhilan Meriahkan Upacara Kemerdekaan di Jetis

Keren, Tari Kolosal Badhilan Meriahkan Upacara Kemerdekaan di Jetis


Perform tari kolosan Badhilan oleh siswa SMKN 3 Yogya usai upacara HUT Kemerdekaan ke-73 RI. Foto: Ist

Kabarmerahputih.net – SMKN 3 Yogyakarta didapuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Upacara HUT Kemerdekaan ke-73 RI. Tidak saja berlangsung khidmat, upacara yang digelar di Lapangan Olahraga SMKN 2 dan 3 Yogyakarta juga meriah berkat penampilan tari kolosal Badhilan.

Ya, tari kolosal Badhilan atau Badui-Jathilan, menjadi pembeda pada upacara tersebut. Tari hasil karya koreografer Ika Chandra yang juga Guru Seni Budaya SMKN 3 Yogya, memberikan gambaran kondisi masyarakat yang sedang berperang melawan sistem penjajahan.

“Masyarakat siap bertaruh demi mempertahankan Sang Saka. Tidak ada kata lelah, yang ada hanya semangat,” ucap Ika Chandra.

Upacara dipimpin Camat Jetis dan diikuti seluruh siswa SMK 2 dan 3 Yogyakarta, serta para pejabat baik sipil maupun militer di Kecamatan Jetis. Pengibaran bendera dilakukan oleh Paskibraka dari Peleton Inti SMKN 3 Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, peserta upacara diajak untuk terus mengenang jasa para pahlawan. Mengisi kemerdekaan dengan usaha terbaik, dan terus bergandengan tangan demi kemajuan bangsa. Tak hanya itu, peserta diajak mendukung sukses penyelenggaraan Asian Games 2018.

Dukungan masyarakat sangat penting bagi Indonesia. Bukan saja karena menyandang status sebagai tuan rumah, Indonesia juga mengincar posisi 10 besar Asia. Upacara sendiri berlangsung sangat khidmat, dan meriah berkat penampilan tari kolosal Badhilan. KMP2


Read More
HUT ke-73 RI: Tak Cuma Ikut Upacara, Mahasiswa Papua di Yogya Juga Melakukan Ini

HUT ke-73 RI: Tak Cuma Ikut Upacara, Mahasiswa Papua di Yogya Juga Melakukan Ini


Mahasiswa Papua di Yogyakarta untuk pertama kalinya mengikuti upacara Kemerdekaan RI di Balai Kota, Jumat (17/8/2018). Foto: Ist

Kabarmerahputih.net – Ada yang menarik pada upacara Kemerdekaan RI ke-73 di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (17/8/2018). Untuk pertama kalinya, upacara diikuti mahasiswa Papua yang tengah mengenyam Pendidikan di Kota Pelajar.

Puluhan mahasiswa asal Papua yang tinggal di asrama Papua Kemasan Yogya turut mengikuti upacara detik-detik proklamasi. Sejak awal datang mereka lalu masuk dalam barisan bersama peserta lain dari berbagai instansi untuk mengikuti upacara bendera.

Penuh khidmat, para mahasiswa yang selama ini tak pernah ikut upacara HUT Kemerdekaan turut memberikan hormat pada bendera merah putih saat dikerek naik pasukan pengibar bendera.


Kejutan diberikan saat perwakilan mahasiswa Papua di Yogya secara simbolis menyerahkan karangan bunga kepada Wali Kota Yogya, Haryadi Suyuti. Foto: Ist

Linus Kogoya, Ketua Asrama Mahasiswa Papua Yogyakarta mengaku senang bisa ikut upacara kemerdekaan di Balai Kota. “Ini kali pertama kami ikut upacara bendera di Yogya, dan rasanya sangat tenang,” ucap Linus.

Ia menegaskan, ia kedatangannya bersama rekan-rekannya yang lain dilakukan atas keinginan sendiri tanpa ada paksaan pihak lain. Selain itu, ia datang karena ‘orang tua’ mereka ikut datang. Orang tua para mahasiswa itu adalah salah seorang kerabat Keraton Yogyakarta Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Poerbokusumo yang kerap disapa Romo Acun Hadiwidjojo.

Cucu dari Raja Keraton Sri Sultan HB VIII itu, oleh komunitas mahasiswa Papua di Yogya dianggap sebagai bapak. Linus menambahkan, selama ini para mahasiswa Papua di Yogya tak pernah terlibat dalam kegiatan upacara kemerdekaan seperti masyarakat Indonesia lainnya. “Kami tak pernah dilibatkan, tapi setelah hari ini kami akan ikut terus dalam upacara kemerdekaan,” ujarnya.


Mahasiswa Papua di Yogya berfoto dengan para pejabat setelah mengikuti upacara bendera di kompleks Balai Kota Yogyakarta. Foto: Ist

Sementara Romo Acun mengaku merasa terharu terharu dengan sikap mereka. “Selama ini mahasiswa Papua dianggap penuh masalah, suka demo, dan anarkis. Hari ini bisa dilihat jika mereka juga punya rasa nasionalisme sebagai bagian Indonesia,” katanya.

Tidak hanya mengikuti upacara, setelah selesai secara simbolis mereka menyerahkan karangan bunga kepada Walikota Yogya sebagai simbol rasa syukur dan bisa ikut serta dalam upacara kemerdekaan. KMP2


Read More
Upacara Bendera Dusun Cungkuk: Irup Dikawal bak Presiden, Petugas Upacara Kenakan Sorjan

Upacara Bendera Dusun Cungkuk: Irup Dikawal bak Presiden, Petugas Upacara Kenakan Sorjan


Suasana khidmat saat upacara bendera pada puncak peringatan Kemerdekaan RI di halaman Masjid Al-Hikmah. Foto: Ist

Kabarmerahputih.net – Upacara bendera tanggal 17 Agustus menandai puncak peringatan kemerdekaan. Seluruh warga turut ambil bagian dalam upacara, tak terkecuali yang berada di desa. Beberapa bahkan menggelar upacara dengan cara yang cukup unik.

Seperti yang dilakukan di Padukuhan Cungkuk, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Di sini, upacara diawali dengan mengarak Dukuh setempat, Kahono, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dengan menaiki mobil sedan warna hitam, ditambah aksesori bendera merah putih, Kahono dikawal ketat oleh Babinkamtibmas dan perangkat yang bertindak layaknya Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Rombongan ‘Presiden’ ini berkeliling kampung sebelum menuju lokasi upacara di halaman Masjid Al-Hikmah, Cungkuk yang telah dipadati warga peserta upacara. Hal unik lainnya dari upacara di Cungkuk, petugas upacara mengenakan pakaian tradisional Sorjan.


Pasukan Bregada dan Jemparingan Parikesit turur ambil bagian dalam upacara bendera, Jumat pagi. Foto: Ist

Dalam amanatnya, Kahono mengajak masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan. Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat bergandengan tangan bekerja bersama dan turut mendukung perjuangan wakil bangsa di ajang multievent olahraga terbesar se-Asian, Asian Games.

Dukungan masyarakat luas akan memberikan support moril bagi atlet yang tergabung dalam kontingen Indonesia untuk merealisasikan target tembus posisi 10 besar Asia. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus bekerja dan bekerja demi kemajuan bangsa.

Sementara Lurah Desa Ngestiharjo, Oni Oktaviani, mengapresiasi Padukuhan Cungkuk yang telah menggelar upcara bendera. Menurutnya, upacara di Halaman Masjid Al-Hikmah menjadi tanda kekompakan dan persatuan warga Cungkuk.

“Dengan persatuan, kekompakan dan kebersamaan warga kita kerja, kerja, dan kerja in SyaAllah ke depan akan lebih baik lagi. Saya ucapkan terima kasih, salur untuk Padukuhan Cungkuk,” katanya.

Turut ambil bagian dalam upacara pasukan bregodo yang dipimpin Daryadi, juga pasukan Jemparingan Parikesit yang dipimpin H Bambang. KMP2

   
Read More
28 Tahun Seret Medali, PRSI Berharap Pecah Telur di Asian Games 2018

28 Tahun Seret Medali, PRSI Berharap Pecah Telur di Asian Games 2018


Kabarmerahputih.net - Tim nasional akuatik Indonesia belum bisa berbuat banyak di ajang internasional. Asian Games 2018 menjadi momentum penting timnas akuatir untuk bisa pecah ‘telur’ setelah 28 tahun tanpa medali. Keinginan pecah telur diungkap Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), Anindya Bakrie.

Anindya berharap, ada sejarah baru dari cabang akuatik pada Asian Games Jakarta-Palembang. “Kami ingin pecah telur dan merubah tren selama 28 tahun terakhir ini,” ucap Anindya seperti dilansir Inasgoc.

Anindya mengungkapkan, ada beberapa nomor yang berpeluang menyumbangkan medali bagi timnas Indonesia, salah satunya renang. Kendati begitu, ia tetap enggan memberikan beban terlalu berat dengan manargetkan medali kepada atlet yang diturunkan. Di sisi lain, Anindya berharap ada kejutan dari cabang lain seperti menyelam dan polo air.

Jelang pembukaan Asian Games 2018, timnas akuatik me menjalani latihan tapering. Latihan ini dilakukan untuk membuat otot lebih rileks dan melatih mental sebelum bertanding. Mental yang kuat, ungkap Anindya, bisa merubah seberapa cepat reaksi dengan waktu melompak dari starting block.

Tak hanya itu, para atlet juga mendapat asupan motivasi dan inspirasi agar tetap bersemangat mempersembahkan yang terbaik bagi Merah Putih. Terlebih, Indonesia berstatus sebagai tuan rumah. Menu motivasi diberikan dengan mendatangkan Ranomi Kromowidjojo, perenang asal Belanda keturunan Jawa. Ia menyandang status juara dunia renang dan tiga kali peraih medali emas Olimpiade.

Ranomi yang sedang berkunjung ke Indonesia menyempatkan diri untuk berbagi tips dan bercengkerama dengan atlet timnas akuatik, sejumlah ofisial dari PB PRSI. Ranomi pun berharap dukungan dari masyarakat Indonesia bisa memberikan tambahan semangat kepada para atlet renang nasional ketiga berlaga nanti.

"Seluruh negeri akan melihat kalian dan mereka akan bersorak untuk kalian. Kalian akan membuat mereka bangga," kata Ranomi. (*)
Read More