Makan Malam Sebelum 21.00 Bisa Turunkan Risiko Kanker Lho

Makan Malam Sebelum 21.00 Bisa Turunkan Risiko Kanker Lho

Doyan makan malam sering kali dijadikan kambing hitam bertambahnya berat badan. Karenanya tak sedikit yang rela menahan lapar atau makan lebih awal demi menjaga berat badan agar tidak bertambah.

Tapi ternyata, makan malam tidak saja berpengaruh terhadap berat badan. Makan malam lebih awal membantu menurunkan risiko kanker. Ini adalah hasil penelitian yang dipublikasikan melalui Journal of Cancer. Penelitian itu mengungkap hubungan antara waktu makan dengan penurunan risiko kanker.

Menurut penelitian tersebut, orang yang makan malam sebelum pukul 21.00 cenderung lebih sehat. Risiko kanker pada orang tersebut turun 20 persen ketimbang mereka yang makan di atas jam 22.00.

Penelitian tersebut dilakukan dengan mengikuti kebiasaan makan 621 penderita kanker prostat dan 1.205 kanker payudara. Penelitian ini juga dilakukan terhadap 872 laki-laki dan 1.321 wanita sehat. Periset juga melihat catatan medis dari objek penelitian, apakah mereka mengidap kanker atau tidak.

Setelah menambahkan faktor lain seperti penyakit dan lingkungan, peneliti menemukan orang yang makan malam sebelum pukul 21.00 memiliki risiko kanker prostat 26 persen dan kanker payudara 16 persen lebih kecil. Hal ini juga berlaku pada orang yang menunggu minimal dua jam untuk tidur setelah makan malam.

"Kanker payudara dan prostat adalah penyakit yang berhubungan dengan kerja malam," kata ketua tim peneliti, Manolis Kogevinas, seperti dilansir Okezone.

Meski demikian, peneliti belum menemukan alasan pasti yang membuat orang makan malam lebih cepat memiliki risiko kanker lebih kecil. Namun, menurut hasil penelitian sebelumnya, orang yang makan malam tepat waktu namun jam tidurnya terbatas berisiko besar terkena kanker tersebut.

Jadi, peneliti menyimpulkan makan malam lebih awal menunjukkan gaya hidup sehat yang membuat risiko terkena kanker menurun. (*)


Read More
Grand Filano Hybrid, Penantang Serius Honda PCX Hybrid

Grand Filano Hybrid, Penantang Serius Honda PCX Hybrid

Kabarmerahputih.net - Produsen Honda rupanya tak bisa lama mempertahankan skuter matik premiumnya PCX sebagai satu-satunya sepeda motor hybrid pertama di dunia. Pesaingnya Yamaha juga tak lama meluncurkan skuter matik yang juga berlabel hybrid.

Yamaha Filano yang memiliki basis sama dengan PCX tersebut telah diperkenalkan di Thailand yang menjadi negara pertama memasarkan Filano hybrid diantara negara lain.

Yamaha Grand Filano Hybrid didukung mesin Yamaha Blue Core EFI berkapasitas 125 cc silinder tunggal, sebagai tenaga tambahannya digunakan Smart Motor Generator. Sistem kerja motor listrik pada Filano tak jauh beda dengan Honda PCX.

Selain canggih dalam hal teknologi mesin, Yamaha juga membekali Filano dengan pencahayaan LED, serta sistem smart key. Sektor bagasi Filano juga cukup luas mencapai 27 liter.

Ketinggian kursi pada Grand Filano Hybrid adalah 790 mm dan bahan bakar dibawa dalam tangki 4,4 liter, dengan berat menjadi 102 kg untuk versi yang dilengkapi ABS. Yamaha Grand Filano Hybrid 2018 hadir dalam beberapa pilihan warna, model non ABS memiliki lima sedangkan model ABS mendapat dua.

Di Thailand Yamaha Filano Hybrid dibanderol dengan harga 62 ribu baht atau setara Rp26 juta, demikian seperti dilansir Okezone. (*)


Read More
LIMA Basketball: Putri UNS Bukukan Kemenangan Kedua

LIMA Basketball: Putri UNS Bukukan Kemenangan Kedua


Pemain UNS dibayangi pemain UAD saat kedua tim bentrok pada lanjutan LIMA Basketball region Jateng-DIY, kemarin. Foto: Ist

Kabarmerahputih.net - LIMA Basketball region Jateng-DIY memasuki hari ketiga. Laga kedua yang digelar pada Jumat (20/7/2018) di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII mempertandingkan dua tim asal Pul Y, Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Pada laga itu, UAD harus menelan kekalahan ketiga saat berhadapan dengan tim asal Surakarta itu. UNS membungkam UAD dengan skor 56-6.

UNS berhasil menahan UAD tanpa poin di kuarter pertama. Rapatnya pertahanan UNS sulit untuk ditembus lawannya. Tercatat, tak ada satupun kesempatan UAD menembak dalam kuarter pertama. UNS memimpin 14-0.

Di kuarter berikutnya, tim yang dilatih Yusuf Haryono itu akhirnya keluar dari kebuntuannya. Dua poin berhasil dicetak di kuarter kedua. Penambahan masing-masing satu bola oleh UAD di kuarter ketiga dan keempat setidaknya menandakan bahwa tim berkostum biru tua itu mampu memecah pertahanan UNS.

UNS memenangi laga dengan skor 56-6. Fitriana Ramadhana (nomor punggung 77) tercatat sebagai pencetak poin terbanyak dengan 14 poinnya, disusul Sri Wahyuningsih (17) yang menyumbang 10 angka bagi kemenangan UNS.

Ini menjadi kemenangan kedua yang dicetak tim asal Surakarta. Hal tersebut membuat UNS berada di posisi kedua klasemen Pul Y. (*)


Read More
PS Tira Dipecundangi Borneo FC di SSA

PS Tira Dipecundangi Borneo FC di SSA

Kabarmerahputih.net – Nasib nahas dialami PS Tira. Alih-alih mengemas kemenangan penting di kendang, Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, PS Tira justru dipaksa menelan kekalahan memalukan 3-4 dari tamunya Borneo FC, Jumat malam.

Pertandingan berjalan relatif lambat di menit awal. Kedua tim masih saling tarik ulur serangan namun belum membuahkan hasil. Sepakan demi sepakan belum terarah ke target sasaran.

Menit ke-18, pemain penyerang Borneo FC, Marlon Da Silva memanfaatkan blunder yang dilakukan kiper PS Tira, Syahrul Trisna yang justru  mengarahkan bola ke pemain lawan. Pemain bernomor 
punggung  9 itu langsung melepaskan tendangan dan gol.

Tuan rumah coba membalas. Sepakan Kim Sang Min di depan gawang pun berhasil memecahkan kebuntuan di menit ke 22. Sayang kedudukan imbang tersebut tidak berlangsung lama, 24 menit pertandingan berjalan Borneo kembali unggul melalui Lerby Babu.

Tim asuhan Dejan Antonic kembali mencetak gol ketiga lewat Wildansyah menyelesaikan sepak pojok Lopicic menit ke 29. Selang 8 menit, Borneo kembali mendapatkan peluang. Marlon Da Silva mencetak gol keduanya dan membuat skor berganti 4-1.

Tertinggal jauh tak membuat tuan rumah drop dan mengendorkan serangan. Dimas Drajad berhasil memperpendek jarak dengan mencetak gol kedua untuk PS Tira di menit 45+1.

The Young Warriors tampil lebih agresif di babak kedua. Pesut Etam, julukan Borneo FC, yang sempat di atas angin justru balik ditekan. Hand ball Leonardo Tupamahu di menit awal babak kedua berbuah tendangan pinalti untuk PS Tira. Manahati Lestusen yang menjadi eksekutor menunaikan tugasnya dengan baik, skor berubah menjadi 3-4 untuk PS Tira.

Pertandingan berjalan semakin seru dengan jual beli serangan antar kedua kesebelasan. Tensi pemainan yang semakin meninggi, diwarnai sejumlah pelanggaran. Wasit Hamim Tohari yang memimpin jalannya pertandingan tak sayang untuk mengeluarkan kartu. Tercatat tujuh kali wasit mengganjar kartu, dua untuk tim tuan rumah dan lima kali untuk tim tamu.

Pertandingan berakhir dengan kemenangan Borneo FC dengan skor 4-3. Kemenangan tersebut membawa Borneo FC naik dari papan tengah ke papan atas di rangking ke-4 dengan total 25 poin. Sedangkan PS Tira masih harus betah di zona degradasi karena menempati rangking ketiga dari bawah. (*)


Read More
Seto Tak Janjikan Kemenangan Kontra Blitar, Ada Apa?

Seto Tak Janjikan Kemenangan Kontra Blitar, Ada Apa?


Seto Nurdiyantara memberi keterangan pers jelang laga home terakhir kontra Blitar United. Seto enggan menjanjikan kemenangan karena beragam sebab. Foto: KMP2

Kabarmerahputih.net – PSS Sleman bakal melakoni laga home terakhir di putaran pertama Liga 2 2018 grup timur. Blitar United menjadi lawan terakhir yang bakal dijamu Super Elang Jawa. Namun arsitek tim, Seto Nurdiyantara, enggan menjanjikan kemenangan.

"Saya tidak janjikan poin penuh, tapi minta pemain-pemain tampil maksimal. Ini laga terakhir di putaran pertama Liga 2 musim ini," ucap Seto, Jumat (20/7/2018) sore.

Seto mengungkapkan, laga kontra Blitar United bakal berlangsung sengit. Terlabih, tim lawan ditangani seniornya yang juga pernah bermain dalam satu tim, Bonggo Pribadi. Menurut Seto, timnya bakal banyak belajar pada laga kontra Blitar, Sabtu malam.

"Beliau pemain berkarakter saat masih aktif bermain dan pastinya punya sisi bertahan yang lebih bagus dibanding tim kami. Beliau juga senior saya di timnas," terang Seto merendah.

Eks pelatih PSIM Yogyakarta ini mengungkapkan, komposisi pemain muda muda ditambah sosok Bonggo Pribadi sebagai arsitek tak mengherankan kalau calon lawannya itu saat ini berada di posisi tiga besar. Selisih poin antara PSS dan Blitar United pun hanya terpaut satu saja.

Karenanya, ia menilai Blitar United memiliki kekuatan dalam mencuri poin di kandang lawan. "Mudah-mudahan anak-anak tidak over confidence setelah pekan lalu menang besar. Terpenting mereka bisa tampil lebih efektif dan efisien agar tidak menguras tenaga," papar dia. (*)



Read More