TNI AD Ajukan PK, Lie Fong Moij Siapkan Intervensi

TNI AD Ajukan PK, Lie Fong Moij Siapkan Intervensi

Yogya (KMP) – Sengekata lahan di Jalan Kaliurang Km 5,8 antara TNI Angkatan Darat (AD) dan Lie Fong Moij kian hangat.Kuasa hukum Lie Fong Moij meminta Bareskrim Mabes Polri mengeluarkan SP3 dugaan pemalsuan Letter C lahan yang menjadi sengketa.

“Kami kejar ke Bareskrim. Kami minta segera di-SP3 kalau tidak ada cukup bukti. Tapi kalau terbukti ya segera diajukan ke pengadilan,” ucap anggota tim kuasa hukum Lie Fong Moij, Yacob Rihwanto SH MH CIL, Kamis (21/9) malam.

Menurut Yacob, dugaan pemalsuan Letter C dan keterangan Kades Caturtunggal yang kini dijadikan novum baru oleh TNI AD, sebenarnya telah bergulir sejak 1995. Namun, oleh Polda DIY dinyatakan tidak cukup unsur. Perkara itu kemudian ditarik ke Bareskrim Mabes Polri.

“Di DIY dinyatakan tidak cukup unsur. Kami sedang mengejar kepastian di Bareskrim. Katanya akan segera dilakukan gelar perkara,”  terang Yacob.

Lebih jauh Yacob menjelaskan, TNI AD pada awal September mengajukan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. PK diajukan karena novum baru terkait dugaan pemalsuan Letter C. Padahal, jika memang palsu maka harus dengan putusan pengadilan.

Untuk saat ini, ia mengaku masih menunggu proses berikutnya. Termasuk menunggu surat panggilan dari pengadilan. Kendaati begitu, ia memastikan kliennya akan mengajukan intervensi. “Sekarang kita menunggu dulu. Tapi nanti pasti akan intervensi,” tegasnya.

Yacob menambahkan, sebelum TNI AD mengajukan PK, pihaknya pernah dipanggil Kasi Datun Kejari Sleman. Namun, tidak ada solusi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut. “Kami diminta berdamai, tapi damai seperti apa yang diinginkan.

Sebelumnya, Kepala Hukum Kodam (Kakumdam) IV/Diponegoro Kolonel Chk Agus Hari SH menjelaskan, PK diajukan lantaran Kodam IV/Dip merasa dirugikan dengan putusan PN Sleman No 18/Pdt.G/2005/PN.Sleman tanggal 26 Mei 2005 yang sudah berkekuatan hukum tetap. 

"Dengan adanya putusan PN Sleman, Kodam tidak dapat memanfaatkan tanah itu sehingga merasa dirugikan. Padahal tanah itu milik TNI. Makanya kami mengajukan PK ke PN Sleman untuk mengambil kembali apa yang jadi milik kami," kata Agus.


Bukti baru yang diajukan yaitu surat letter C yang dibuat tahun 1960. Tulisan di letter C itu janggal karena sudah mengunakan ejaan baru, padahal tahun itu seharusnya masih menggunakan ejaan lama. Selain itu pihaknya juga memiliki surat keterangan Kades Caturtunggal Depok Sleman, bahwa letter C dibuat 5 Februari 1960. Sodik
Read More
Cilegon United Sudah, Persis Solo Berikutnya

Cilegon United Sudah, Persis Solo Berikutnya


Sleman (KMP) - Tak ada duel menarik di Grup A babak 16 besar Liga 2 selain pertemuan Persis Solo kontra PSS Sleman. Keduanya dipastikan bertemu lusa (24/9) saat PSS bertandang ke Stadion Manahan Solo, markas Persis.

"Lawan Persis selalu prestise," ungkap juru taktik PSS Freddy Muli, kemarin. Menurut Freddy, selain prestise, laga nanti dipastikan sarat emosi tinggi menyusul hampir imbangnya materi pemain di kedua tim.

"Mereka tentu bernafsu juga untuk menjadi yang terbaik. Makanya kami siapkan lebih lagi secara teknik, taktik dan disiplin secara mental. Ini yang paling penting, termasuk pastinya kami akan merotasi pemain karena menghadapi tim yang berbeda dibanding Cilegon United yang kami kalahkan di laga pertama," kata dia.

Skuat Super Elang Jawa, jelas Freddy, memiliki bekal yang mantap untuk menghadapi Persis nanti. Kemenangan 2-1 atas Cilegon United pada laga perdana 16 besar tentu menjadi modal berharga untuk mengangkat motivasi para pemainnya.

"Apalagi hasil seri yang dialami PSPS Pekanbaru saat menjamu Persis (1-1) juga kami syukuri. Tuan rumah kehilangan dua poin, Persis berhasil mendapat satu poin, sementara kami bisa mendapatkan poin penuh," tutur pria asal Palopo tersebut.

Kemenangan 2-1 PSS atas Cilegon United memang memastikan Busari dan kolega  ke puncak klasemen sementara Grup A babak 16 besar.

"Selanjutnya away ke Solo, mungkin akan sedikit mengubah formasi. Kami bermain away tentu dengan taktik berbeda. Kami mulai persiapkan simulasi setelah recovery. Kemenangan ini menjadi modal bagus anak-anak," tambah Freddy. KMP4

Read More
Dorong PHBS, Koramil Gondokusuman Buatkan Jamban Bagi Warga

Dorong PHBS, Koramil Gondokusuman Buatkan Jamban Bagi Warga


Yogya (KMP) – Kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu terus digalakkan. PHBS pun memerlukan dukungan sarana prasarana. Sayangnya, belum semua warga Kota Yogyakarta dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah persoalan jamban.

Berstatus sebagai ibu kota Provinsi DIY, tidak lantas membuat seluruh warga Kota Yogya berada di taraf ekonomi yang memuaskan. Masih ada warga yang kekurangan secara ekonomi. Bahkan, untuk memiliki jamban sendiri pun tidak mampu.

Karena itu, sesuai program dari Komando Atas, Koramil 03/Gondokusuman memberikan bantuan jamban kepada warga tidak mampu yang belum memilikinya. Bantuan dari program jambanisasi diberikan kepada warga di wilayah Demangan, Gondokusuman.

Sebelum bantuan diberikan, Babinsa Koramil Gondokusuman Serda Rokhman terlebih dulu melakukan survei terhadap calon penerima bantuan. Hal ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Hingga akhirnya bantuan diberikan kepada Jauhari Heru Sukamto warga RT 04 RW 02 No. 227 Demangan.

“Beliau belum memiliki jamban yang layak dan memenuhi unsur kesehatan. Beliau berhak menerima bantuan program ini,” ucap Serda Rokhman.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan agar dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dengan tidak membuang air sembarangan. Melalui program ini juga diharapkan ada jalinan komunikasi sosial dengan masyarakat dalam memperkokoh kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Jauhari Heru Sukamto mengaku senaang mendapatkan bantuan dari TNI AD. “Terima kasih, sekarang keluarga memiliki sarana yang layak untuk menunjang pola hidup sehat. Semoga program ini terus berlanjut karena sangat membantu warga kurang mampu seperti kami,” katanya. Sodik*
Read More
Diminati Klub Lain, PSIM Yogya Pagari Pemain

Diminati Klub Lain, PSIM Yogya Pagari Pemain


Yogya (KMP) – PSIM Yogyakarta seperti sebuah kawah candradimuka bagi pemain sepakbola. Tak sedikit talenta muda potensial muncul dari sini. Tak sedikit pula pemain yang memilih hengkang karena tergiur ‘fulus’ yang besar.

Pada kompetisi Liga 2 tahun ini, situasinya tak jauh berbeda. Sejumlah pemain PSIM Yogyakarta 'laris manis' menjadi incaran klub yang akan berlaga di babak 16 besar. Tak ingin kecolongan, manajemen Laskar Mataram pun sigap memagari para pemainnya.

Dari kabar yang beredar, gelandang serang Rangga Muslim Perkasa dan bek sayap Said Mardjan diminati Persebaya Surabaya. Bahkan keduanya disebut-sebut sudah melakukan pertemuan dengan manajemen Persebaya, seusai laga PSIM melawan Persepam MU akhir pekan lalu.

Sementara satu pemain lainnya yang dikabarkan diminati klub lain adalah Dicky Prayoga. Pemain lincah asal Malang ini dikabarkan diminati salah satu klub asal Kalimantan, yang juga lolos ke babak 16 besar.

Menanggapi peluang eksodus para pemainnya, Ketua Umum PSIM Agung Damar Kusumandaru dengan tenang menyatakan tetap akan mempertahankan para pemain, sesuai dengan kontrak yang telah disepakati. "Wong kami masih sama-sama berjuang kok malah mau pindah," tegas Agung Damar kepaada Kabarmerahputih.net.

Agung menjelaskan sesuai isi kontrak, para pemain masih terikat bermain dengan PSIM sampai dengan Liga 2 tahun ini benar-benar usai. Itu artinya, para pemain masih akan memperkuat PSIM sampai dengan babak play off usai.

Pemain pun tidak mendapat izin bermain di klub lain, bila tidak ada izin resmi keluar dari klub. Untuk bisa bermain, pemain tersebut harus berstatus benar-benar mendapatkan ijin lepas dari klub dan hal tersebut harus diketahui oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator. "Untuk entry data pendaftaran kan harus ada pengantar dari klub lama," imbuhnya.

Sebelumnya, Sekum PSIM Jarot Kastawa meminta kepada seluruh pemain PSIM harus menghormati kontrak kerja yang sudah ditandatangani sebelum bergulirnya kompetisi. "Kalau perjanjiannya ya belum berakhir, kan kata-katanya dikontrak selama 1 tahun atau satu musim kompetisi yang diikuti PSIM," kata dia.


PSIM sendiri lolos babak play off yang akan bergulir 8 Oktober mendatang. Laskar Mataram tergabung di Grup H bersama PSCS Cilacap, Persewangi Banyuwangi dan Persipur Purwodadi. Berformat home tournament, grup ini akan dipertandingkan di Stadion Kanjuruhan Malang. KMP4/Sodik
Read More
Sebut Pemalsuan Akta, Ayem ‘Disemprit’ Hakim

Sebut Pemalsuan Akta, Ayem ‘Disemprit’ Hakim


Yogya (KMP) – Ny Siek Biek Giok alias Ny Ayem memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Rabu (20/9). Ayem memberikan kesaksian dalam perkara gugatan perbuatan melawan hukum yang dilayangkan Elly Ningsih dan Yujanto terhadap KMT A Tirtodiprojo (Joko Tirtono).

Dalam persidangan, majelis hakim yang diketuai Louise Betty Silitonga SH MH beberapa kali menegur saksi. Sebabnya, saksi banyak memberikan keterangan di luar pertanyaan yang diajukan. Teguran juga diberikan saat saksi menyebut adanya pemalsuan berkaitan dengan akta no.72 dan73.

“Apakah sudah ada putusan pengadilan? Sudah inkrah? Kalau belum jangan bilang ada pemalsuan, tadi diduga ada pemalsuan,” sergah hakim Louise Betty.

Ayem mengakui, dugaan adanya pemalsuan lantaran penggugat I Elly Ningsih dan Penggugat II Yujanto merasa tidak pernah melakukan perikatan jual beli tanah di Jl Kyai Mojo 45A. Selain itu, tanda tangan akta jual beli no.72 dan kuasa nomor 73 non identik.

“Tanda tangan Elly Ningsih pda akta yang dipakai sebagai bukti oleh tergugat I, non identik. Itu hasil dari Laboratorium Forensik. Saya tidak tahu prosesnya. Saya dilapori Elly dan Yujantto,” jelas Ayem.

Dalam kesaksiannya, Ayem juga menyebut baru mengetahui adanya akta 72 dan 73 sejak menjadi tergugat di PN Yogya. Gugatan dilayangkan KMT A Tirtodiprojo yang akrab disapa Joko Tirtono karena Ayem menempati lahan yang masih dipersoalkan hingga kini, meski telah ada putusan Mahkamah Agung (MA).

Pada 13 Juni 2016, terang Ayem, ia dipanggil PN Yogya untuk aanmaning ke-2. Ia datang dan bertemu dengan Ketua Panitera. Saat itu, ia mengakui saat itu dalam posisi kalah karena hanya menyewa lahan yang diwarisi Elly Ningsih dan Yujanto.

Namun, ia menyatakan siap membeli. Sayangnya tidak tercapai kecocokan harga. “Waktu itu saya mau kasih Rp1 miliar. Separuh untuk penggugat, separuh lagi mau saya titipkan untuk pengacaranya agar dikasihkan kepada ahli waris kalau ketemu. Tapi dari penggugat tidak mau,” paparnya.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda keterangan saksi dari tergugat. “Kami siapkan 2 saksi untuk sidang minggu depan,” ucap Rudy Wijanarko SH, dari tim penasehat hukum Joko Tirtono. Sodik



Read More