“Bangkitkan Ideologi Komunis, Berhadapan Dengan Saya...!”

LETNAN Kolonel (Letkol) Inf Rudi Firmansyah, pejabat baru Dandim 0734/Yogyakarta terhitung mulai sebulan lalu. Namun demikian, ibarat padi, semakin tua semakin menunduk. Itulah gambaran keseharian Letkol Rudi. Meski memegang tongkat komando, hidupnya tetap sederhana.

Sebagai Dandim, Rudi tentunya memiliki fasilitas mobil dinas (mobdin), sopir pribadi berikut ajudan yang setiap saat siap melayaninya demi memudahkan dalam pelaksanaan tugas-tugas.

Dengan jabatan sebagai Komandan Satuan (Dansat), beragam fasilitas dan pelayanan, namun bapak 2 anak ini tidak serta-merta menjadi sosok yang arogan. Khususnya kepada anggota prajurit.

“Jabatan itu amanah. Yang harus saya pertanggungjawabkan kepada pimpinan dan kepada Tuhan. Sehingga, saya tidak bisa seenaknya. Saya harus mampu menjadi contoh, tauladan bagi prajurit dan berupaya mensejahterakannya. Itu bukan hal mudah,” tegas Letkol Rudi, belum lama ini.

Pria kelahiran Palembang 40 tahun silam ini awalnya tak memiliki cita-cita memasuki dunia militer. Keluarga maupun lingkungannya tak ada bau militer. “Faktor ekonomi yang membawa saya seperti ini. Begitulah tepatnya..” ujarnya sembari tertawa.

Karena masih memiliki 3 adik yang masih bersekolah, maka ia tak ingin membebani orangtuanya untuk membiayai kuliah. Ketika ada ada kesempatan untuk mendaftar Akademi Militer (Akmil), ia pun mencobanya. Lulus dan menyandang pangkat Letnan Dua ditahun 1999.

Tak hanya menyandang predikat sebagai tentara, Rudi pun lolos seleksi dan menjalani pendidikan sebagai Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Tak ayal, 12 tahun pun masa dinasnya dihabiskan di satuan khusus, Grup 2 Kopassus.

Otaknya yang briliant akhirnya menjadikan karir militernya terus meroket. Baragam kemampuan intelijen yang dikuasainya pun mendongkrak karirnya pula. Kasi Intel Korem Rem 071/WK, Danyon 405/Surya Kusuma dan terakhir sebagai Dandodiklatpur Rindam IV/Diponegoro sebelum kemudian bergeser menjabat Dandim Yogya sekarang ini.

“Semua tidak lepas dari campur tangan Tuhan, doa restu orangtua, dukungan keluarga serta bantuan anggota saya. Saya tidak bisa seperti ini tanpa mereka,” sambungnya merendah.
Tak pelak, dalam kesehariannya, Letkol Rudi selalu mendekatkan diri dan berupaya optimal menghilangkan jarak dengan anggotanya. Seluruh anggota prajurit dianggapnya teman, sahabat dan mitra kerja.

“Tanpa bantuan, dukungan, dedikasi serta loyalitas anggota saya, mustahil saya mampu melaksanakan serta menyelesaikan tugas yang diamanahkan pimpinan dan negara ini. Saya selalu mengedepankan sikap persuasif, menghargai dan menghormati walau mereka adalah anggota saya,” paparnya lagi.

Namun demikian, sebagai tentara apalagi komandan, sikap tegas yang dimiliki Letkol Rudi tetap dilakukan, sebagai usaha pembinaan satuan.

“Dalam memimpin sangat diperlukan ketegasan. Dan itu saya lakukan ketika ada anggota saya yang melakukan pelanggaran. Tidak pandang bulu,” tegasnya.   

Tak bedanya ketika melakukan pendekatan kepada masyarakat. Letkol Rudi selalu mengedepankan senyum dan sapa secara tulus. Baginya, rakyat adalah bapak dan ibu kandung. Tanpa rakyat tentara bukanlah apa-apa.

“Sebagai Dandim, saya memiliki skala prioritas merangkul seluruh elemen masyarakat. Saya dan anggota prajurit Kodim Yogya akan selalu berada diengah-tengah masyarakat. Siap mendengar keluh-kesah dan membantu kesulitan masyarakat. Tanpa masyarakat TNI bukan apa-apa,” papar Letkol Rudi yang memiliki motto hidup berani, jujur, dan tulus.

Ditambahkannya, melalui kemanunggalan TNI-Rakyat dipastikan persatuan, kesatuan dan kedaulatan NKRI dapat tetap terjaga. Diakuinya, peran masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan menjaga idieologi Pancasila sangat dibutuhkan.

“Harus diakui, ancaman paham komunis yang ingin mengganti Pancasila harus bersama-sama dibasmi. Paham komunis tak boleh bangkit apalagi hadir di Bumi NKRI. Dan saya siap berada dibarisan depan ketika ada yang berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan paham komunis. Untuk itu jangan pernah coba-coba, akan berhadapan dengan saya..,” katanya berapi-api.       

Untuk menjalin dan memberikan wacana cinta tanah air dan bela negara itulah Dandim Yogya ini selalu menyempatkan hadir dan siap datang ke kampung-kampung di wilayah yang menjadi kendalinya. (KMP-1) 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "“Bangkitkan Ideologi Komunis, Berhadapan Dengan Saya...!”"

Posting Komentar