Indonesia Dapat Dukungan Jadi Anggota DK PBB

KMP -Banyak hal yang dihasilkan dari kunjungan muhibah DPR RI ke Georgia pada 13-16 Mei 2017 lalu. Salah satunya adalah komitmen Pemerintah Georgia dalam mendukung keinginan Indonesia untuk kembali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019-2020.

Komitmen dukungan Pemerintah Georgia diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Georgia David Zalkaliani ketika menerima delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Tbilisi, Gerogia pada Selasa 16 Mei 2017 lalu. "Kami (Georgia) siap untuk mendukung kandidat Indonesia di Dewan Keamanan tidak tetap PBB," kata Zalkaliani saat pertemuan.

Dari pihak Indonesia, ikut serta mendampingi Fadli Zon adalah anggota Komisi XI Heri Gunawan dan anggota Komisi VIII Sodik Muhadjid.  Sedangkan Zalkaliani didampingi oleh dua direkturnya, David Kereselidze dan Alexander Khvtisiashvili serta Sekretaris pertemanya, Gvantsa Barkaia. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam dalam suasana penuh keakraban.

Dukungan Georgia ini sangat penting untuk mendukung Indonesia agar terpilih lagi menjadi anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020. Sebab, untuk mendudukinya diperlukan dukungan dari banyak negara. Sejauh ini memang sudah ada sejumlah negara yang memberikan komitmen dukungannya kepada Indonesia seperti Jepang, Angola dan Chili.

Pemilihan anggota tidak tetap DK PBB akan berlangsung pada Juni-Juli 2018. Dari kawasan Asia, Indonesia akan bersaing dengan Maladewa untuk mendapatkan posisi di DK PBB itu. Indonesia harus mendapatkan dukungan mayoritas dari 193 negara anggota PBB. Proses pemilihan anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia akan dinilai oleh negara anggota PBB lainnya dari berbagai aspek seperti ekonomi, politik hingga keamanan.

Selama ini, Indonesia sudah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB, yakni periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008. Seperti diketahui, anggota DK PBB berjumlah 15 negara, 5 negara anggota tetap DK PBB (Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Rusia dan China) dan 10 anggota tidak tetap yang menjabat selama dua tahun.

Selain itu, pertemuan DPR RI dengan Kemenlu Georgia juga membahas banyak isu krusial lain mulai masalah politik, ekonomi, hingga keamanan. Zalkaliani mengungkapkan banyak kerjasama bisa dikembangkan antara kedua negara, terlebih kalau Indonesia mau membuka perwakilan tetap di Georgia.

Selama ini, perwakilan di Georgia dirangkap dari Kedutaan Besar RI di Kiev, Ukraina. Dan sebaliknya, Georgia sudah membuka perwakilan tetapnya di Jakarta sejak 2012.
Georgia menilai Indonesia negara yang sangat strategis dan sangat penting terutama untuk membuka jalan ke Asia Tenggara.

Fadli Zon menyambut baik dukungan Georgia terhadap keinginan Indonesia untuk menjadi anggota 
tidak tetap DK PBB. "Saya kira ini (dukungan Georgia) satu poin yang bagus. Jadi sebuah negara harus bersahabat dengan sebanyak-banyaknya negara. Karena hakekat politik luar negeri itu adalah untuk kepentingan nasional," papar Fadli Zon seperti dikutip Sindonews. (KMP-2)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Indonesia Dapat Dukungan Jadi Anggota DK PBB"

Posting Komentar