Martabak Panpora, Campuran Bumbu Rendangnya Bikin Ketagihan

KMP - Jangan mengaku penggemar martabak jika belum mencoba yang satu ini. Martabak Panpora, menawarkan sensasi rasa yang berbeda. Campuran bahan bumbu rendang, membuat siapa pun yang menikmatinya bakal ketagihan.

Penasaran? Coba saja datang ke Jl Am Sangaji persisnya di seberang Hotel Tentrem tempat martabak Panpora dijual. Martabak mulai dijajakan pada pukul 16.30 WIB.

Meski belum lama eksis di DIY, namun merek dagang milik Kepala Staff Kodim 0734 Yogyakarta Mayor Inf M Munasik mulai menarik minat pecinta martabak. “Rasanya memang beda, terutama martabak telur yang katanya menggunakan campuran bumbu rendang,” ucap Gading, salah satu maniak martabak.

Selain rasa, Gading menyebut ada yang berbeda dibanding martabak yang sudah banyak beredar sebelumnya. Martabak telur Panpora, tidak menonjolkan ukuran dengan memperbanyak bawang daun. Martabak ini lebih mengandalkan rasanya yang khas sebagai daya tarik.

Tapi citarasa yang khas ini tidak didapat dengan mudah. Mayor Munasik mengaku jika resep martabak Panpora merupakan resep yang digunakan adalah resep turun temurun dari India. Kombinasi bumbu rendang dan rempah-rempah yang membuatnya berbeda.

Beberapa bahan yang digunakan sebagai racikan adalah ketumbar, merica, kluwak, kayu manis, dan kayu misohi untuk memberikan efek wangi. Bahan-bahan itu kemudian digongseng alias digoreng tanpa minyak, lalu ditumbuk dan diayak. Bumbu ini kemudian dicampur dengan bumbu rendang yang sudah disediakan.

“Dijamin semuanya tanpa bahan pengawet. Untuk ternag bulan, setelah bumbu melewati jam 24.00 WIB, sudah tidak kita gunakan lagi. Bumbu bisa lebih lama asalkan disimpan dalam kulkas,” terangnya.

Mantan Kepala Penerangan Korem 072 Pamungkas ini menjelaskan, usaha martabak Panpora dimulai dengan coba-coba pada tahun 2007 saat bertugas di Papua. Seperti usaha rintisan lain, ia terjun langsung mengelola usaha ini, dibantu dua karyawan.

Perlahan, nama Panpora mulai berkibar dan disukai konsumen. Tempat berjualan pun bertambah, dari satu hingga menjadi empat. Manpoa masih berkibar di Tanah Papua, di bawah kendali mitra bisnis mengingat pemiliknya berpindah tugas di DIY.

Meski begitu, hasrat bisnisnya masih tetap menggebu. Hingga pada tiga pekan lalu, martabak Panpora resmi dibuka. Harga yang ditawarkan cukup bersahabat di kantong. Martabak telor Panpora untuk kategori biasa dijual Rp15.000, sedangkan istimewa Rp20 ribu dan Panpora Spesial Rp35.000.

Terang Bulan Panpora tak kalah bersahabat di kantong.  Harganya bervariasi mulai Rp13 ribu hingga Rp22 ribu. Varian isinya juga beragam, mulai dari isi kcang, coklat, keju, keju coklat, keju kacang, kombinasi keju kacang coklat, pisang kacang coklat dan masih banyak lagi. (KMP-2)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Martabak Panpora, Campuran Bumbu Rendangnya Bikin Ketagihan"

Posting Komentar