Nenek Sarti Masih Bugar di Usia 115 Tahun, Ini Rahasianya

KMP - Seorang Nenek bernama Sarti yang berdomisili Dusun/Desa Pagergunung, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran ini diyakini telah berumur 115 tahun. Ia mengaku menjadi salah satu saksi pembangunan jalur jalan kereta api dari Kota Banjar - Pangandaran pada zaman Belanda.

“Ketika saya gadis sedang berlangsung pembangunan jalur kereta api arah Banjar ke Cijulang, waktu itu banyak pekerja dari Desa Pagergunung yang harus kerja rodi,” kata Nenek Sarti seperti dilansir Sindonews.

Saat ditanya umurnya yang hingga saat ini mencapai 115 tahun Nenek Sarti mengaku jarang mengonsumsi makanan yang mengandung kimia atau makanan sajian instan. “Sehari-hari saya hanya makan hasil masakan bumi seperti dedaunan yang direbus dan umbi yang digodog,” tambahnya.

Selain itu Nenek Sarti menambahkan bahwa dirinya rutin bangun tidur pada pertengahan malam juga menjelang waktu Salat Subuh. “Kalau bangun malam saya selalu salat tahajud dan setelah itu tidur lagi lalu bangun sebelum menjelang waktu Salat Subuh sehingga badan terasa segar,” paparnya.

Nenek Sarti menjelaskan, aktivitas bangun malam dia lakukan semenjak usianya masih muda hingga sekarang, bahkan ketika itu jika hendak melakukan aktivitas mandi dan berwudhlu harus pergi ke sungai yang berada di belakang rumahnya.

Anak keempat Nenek Sarti, Ningsih, 64, mengatakan Nenek Sarti memiliki empat anak dari almarhum Aki Kalsam. “Dari keempat anak ibu saya di antaranya Rasti, 85; Suni, 79, Almarhum Nipi dan terakhir saya Ningsih,” kata Ningsih.

Ningsih menambahkan, di kampung halaman tempat dia tinggal sudah tidak ada lagi orang yang usianya sebaya dengan Nenek Sarti. Bahkan sewaktu-waktu Ningsih sering mendengarkan ceritra lokal dan adat istiadat yang saat ini mulai pudar. “Banyak ceritra dan sejarah lokal yang dia ceritakan kepada saya terutama tentang tradisi orang zaman dulu yang saat ini mulai punah,” tambahnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Aceng Hasim menjelaskan, berkaitan dengan kelahiran Nenek Sarti dimungkinkan saat usia mudanya Nenek Sarti mengalami pembangunan jalur jalan kereta api.

“Pembangunan kereta api di wilayah Pangandaran mulai dikerjakan sekitar tahun 1914 serta kereta api mulai beroperasi tahun 1921 sedangkan Nenek Sarti lahir tahun 1902,” kata Aceng.


“Artinya Nenek Sarti mengalami masa muda sekitar tahun 1915-1920 dan itu cukup rasional, karena masa itu sedang gencar pembangunan jalur kereta di wilayah Pangandaran,” pungkas Aceng. (KMP-2) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nenek Sarti Masih Bugar di Usia 115 Tahun, Ini Rahasianya"

Posting Komentar