Panpel PSIM Pertimbangkan Tiket Barcode

KMP - Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta berencana menggunakan tiket barcode seiring dengan tidak efektifnya penerapan tiket gelang dalam dua laga kandang terakhir. Sayangnya, meski jumlah penonton meningkat namun target pendapatan panpel tidak terpenuhi.

Pada laga kandang ketiga kontra Persebaya Surabaya, Kamis (18/5/2017), angka kebocoran tiket masih cukup tinggi, mencapai 50 persen.
"Ada kendala di tiket gelang yang teryata masih sulit direkatkan dan justru mudah dilepas sehingga bisa dipakai untuk memasukkan penonton lain. Kami pertimbangkan usulan tiket barcode," ujar Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Bustam Iswanto, kemarin.

Pada tiket gelang, panpel tidak menaikkan harga tiket penonton. Namun dalam penerapannya ternyata masih ada kekurangan, sama seperti ketika menerapkan tiket kertas yang diperiksa dengan cara disobek. Untuk mencari solusi, Panpel akan berkonsultasi dengan Panpel Arema FC atau Persija Jakarta yang sudah berpengalaman dalam hal tiket.

"Dibandingkan (turnamen) ISC B 2016 lalu, jumlah penonton lebih baik sekarang meski belum tahu sejauh mana kebocoran (tiket gelang) itu. Di laga kandang pertama penonton sekitar 13.200, laga kedua 11 ribuan, dan laga kandang ketiga sampai 17.280," jelasnya.

Manajer sekaligus Ketua Umum PSIM Yogyakarta Agung Damar Kusumandaru mengatakan, pendapatan kotor rata-rata yang diterima klub sebesar Rp200 jutaan. Nilai tersebut belum memenuhi target manajemen sebesar Rp300 juta. (KMP-2)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Panpel PSIM Pertimbangkan Tiket Barcode"

Posting Komentar