Serda MS Arifin; Berbagi Kesembuhan Lewat Terapi Banyu Urip

KMP - Serda MS Arifin, 46, terlihat baru saja kembali selepas mengikuti upacara di Makodim 0734/ Yogya. Tak lama berselang, datang tamu sekeluarga menggunakan kendaraan roda empat. Ternyata, mereka tak sekadar ingin bertamu melainkan juga menjalani pengobatan.

Di kediamannya Jl Selokan Mataram Karanganyar, RT 10 RW 29 no 197 A Sinduadi, Mlati, Sleman, mantan Babinsa Kelurahan Kricak, Tegalrejo yang kini jadi Tuud Kodim Yogya ini membuka praktik pengobatan yang diberi nama Komunitas Terapi Banyu Urip. Konon, terapi ini bisa untuk menyembuhkan segala jenis penyakit.

Tamu yang baru saja datang misalnya Tarni, 52, dari Pathuk, Gunungkidul adalah penderita kanker payudara stadium akhir. Ia sempat disarankan dokter untuk menjalani operasi setelah benjolan di payudaranya diambil. Namun, tiga minggu terakhir ia memilih mendatangi tempat terapi tersebut.

Ia mengku jarak menjadi kendala pengobatannya. Dalam tiga minggu terakhir, ia baru tiga kali menjalani pengobatan. Ia senang karena hasilnya cukup menggembirakan. “Sekarang sudah mulai membaik, makanya datang lagi ke sini agar lebih cepat sembuh,” ucapnya.

Di sana, ia menjalani terapi langsung dari Serda MS Arifin. Terapi menggunakan ramuan khusus yang diracik dari rebusan campuran daun mint, sirih, dan virgin coconut oil (VCO). Ia mengklaim, ramuan itu sanggup mengeluarkan pendarahan di otak dalam kurun waktu 10 menit saja dengan disimpan di bawah lidah.

Ada beberapa metode penyembuhan yang dijalankan. Yakni kumur, kompres, oles, tetes, dan minum. Metode kumur sanggup mengeluarkan kolesterol, kadar gula, kadar asam naik lambung maupun asam urat juga segala macam penyumbatan dan kelenjar.

Metode kompres digunakan untuk menghilangkan pembengkakan dan metode oleh untuk mengeringkan gatal, juga mengeringkan luka baik lama maupun baru. “Metode tetes dapat membuka syaraf mata, otak dan lainnya. Sedangkan metode minum untuk melarutkan segala penyakit yang dibuang melalui urine atau BAB,” jelasnya 

Metode penyembuhan ini sudah dijalaninya sejak 2005 silam. Perkembangan yang begitu pesat membuatnya kini memiliki asisten terapis yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Bahkan ada perwakilan terapis di Malaysia dan Belanda.

Nama Banyu Urip dipilih karena metode penyembuhan ini merupakan amalan ilmu banyu urip yang didapatnya dulu. Ilmu itu kemudian diamalkan dalam bentuk ramuan untuk membantu menyembuhkan sesama. Di samping membuka klinik pengobatan di rumah, komunitas ini rajin menggelar bakti sosial.

Terbaru, ada baksos pengobatan gratis yang digelar di daerah Sleman. “Karena ini untuk membantu maka, setiap Sabtu-Minggu kita buka pengobatan gratis. Yang datang bisa sampai 100 orang,” terangnya. (KMP-2)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Serda MS Arifin; Berbagi Kesembuhan Lewat Terapi Banyu Urip"

Posting Komentar