DIY Layak Memiliki Sekolah Khusus Olahraga


KMP - Didukung dengan sejumlah sarana infrastruktur fisik dan non fisik, Provinsi DIY dinilai sangat layak memiliki Sekolah Khusus Olahraga (SKO). Rencana pendirian SKO pun mendapatkan dukungan dari KONI setempat. Diharapkan tidak lama lagi DIY akan memiliki sekolah tersebut.

“Kami sambut sangat positif rencana pendirian SKO di sini. Pembinaan atlet usia muda merupakan modal dasar pencapaian prestasi puncak,” tutur Ketua I KONI DIY, Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes. AIFO.

Menurut dia, pembinaan atlet usia muda sangat cocok dan pas dilakukan di SKO. Meski bisa juga dilakukan oleh klub-klub atau perkumpulan olahraga namun dia menilai hal tersebut tidak akan berjalan efektif karena teradang sejumlah kendala.

“Memang pembinaan atlet muda bisa dilakukan di klub olahraga namun banyak kendalannya seperti anggaran, sarana prasarana maupun SDM pelatih berkualitas. Termasuk program latihan yang sering tidak layak. Maka dengan keberadaan SKO kendala-kendala tersebut dapat diatasi,” papar pria yang Ketua APKORI (Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia) itu.

Djoko Pekik menyebut Jogja memiliki modal yang kuat untuk mendirikan SKO. Dia menunjuk sejumlah bukti seperti pengalaman dalam mengelola kelas khusus olahraga (KKO). Lalu juga memiliki PPLP dan PAB. Kemudian ketersediaan SDM baik pelatih maupun ilmuwan olahraga seiring adanya universitas yang memiliki Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Prodi Kepelatihan Olahraga.

Maka ketika rencana itu terealisasi sebaiknya bisa dilakukan terlebih dahulu studi banding ke sejumlah SKO yang sudah berdiri seperti ke SKO Ragunan atau ke Kaltim dan Sidoarjo dimana dua SKO yang disebut terakhir saat ini dianggap memiliki manajemen pengelolaan yang sangat baik.

“Atau bisa juga studi banding ke Supanburi Thailand. Pengalaman tahun 1980an Thailand pernah berguru tentang SKO di Ragunan dan mengembangkan olahraga di negaranya. Sekarang diketahui bersama prestasi olahraga negara itu luar biasa. Di Thailand punya sekitar 26 SKO terdiri dari 12 milik negara dan 14 milik provinsi,” tandasnya. (KMP-4)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DIY Layak Memiliki Sekolah Khusus Olahraga"

Posting Komentar