Menang di PTUN, Pamong Desa Bantul Sujud Syukur


KMP - Kuswandi Kasi Kesejahteraan Desa Bantul bersama tiga orang temannya melakukan sujud syukur begitu tiba di halaman balai Desa Bantul, Rabu (7/6) siang. Sujud syukur dilakukan setelah sekitar 3,5 bulan menjalani proses persidangan, akhirnya Lurah Desa Bantul, H Zubaidi memenangkan  kasus seleksi pamong dalam putusan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jalan Ring Road Janti,Rabu (7/6).

Dengan kemenangan itu maka dirinya bersama tiga temannya yang menerima SK dari Lurah Desa adalah legal dan sah untuk menempati posisi yang ada sekarang dan sudah ada kekuatan hukum tetap.  SK pengangkatan  Lurah Desa Nomor 36,37,38 dan 39 untuk pengisian Carik Desa, Kabag Kesra, Kepala Seksi Pelayanan dan Kaur Pemerintahan.

“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menjaga desa Bantul tetap aman dan kondusif,”kata Kuswandi. Kendati dirinya menang, tidak menjadikanya jumawa, namun justru sebagai  bahan instropeksi dan perenungan agar dalam langkahnya mengabdi di desa Bantul bisa selalu hati-hati dan sesuai dengan kepentingan rakyat.

Kepada penggugat, Kuswandi dan teman-teman berharap agar mereka bisa bergandengan tangan guna bersama-sama membangun demi Bantul yang lebih maju dan sejahtera.

Sementara itu sidang PTUN sendiri menghadirkan majelis hakim  Desi Wulandari SH, Hj Siti Masyarah SH dan Kukuh S SH dengan panitera pengganti Rahmat Susanto.Sedangkan pihak penggugat delapan peserta yakni Lisna Hendriana dkk didampingi  kausa hukum Heribertus Apriadi SH, MHum, Suwarsono SH dan Joko Suprpto SH dari kantor Bertus and Partner.

Majelis hakim dalam putusannya mengatakan bahwa lurah desa Bantul bersama panitia sembilan atau tim seleksi bekerja susah  bekerja sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5/2016 tentang “Seleksi Pamong Desa”. “Dengan demikian maka menolak segala gugatan utuh menyeluruh dari penggugat,” kata mejelis hakim.

Sedangkan Heribertus Apriadi SH mengatakan terhadap putusan tersebut  pihaknya menyatakan pikir-pikir selama 14 hari dan akan mempelajari putusan hukum itu. “Kami akan pelajari berkas putusan dan kami berencana akan banding,”katanya.

Hal tersebut menurut Heribertus karena apa yang diputuskan oleh majelis hakim itu dinilai tidak adil. Sebab apa yang dilakukan oleh panitia sembilan, dinilai Heri tidak sesuai dengan amanah Perda seleksi pamong desa.

“Sebagai lawyer saya keberatan, karena  dalam pertimbangan-pertimbangan tidak ada dasar hukum yang diajukan. Alasan hakim untuk menolah gugatan bertentangan dengan Perda Pamong Desa,” katanya.

Misal ada ketentuan bahwa nilai peserta harus diumumkan atau dipampang di papan pengumuman desa, namun hal tersebut tidak dilakukan panitia sembilan desa Bantul sehingga kontra diktif. Selain itu juga tidak diumumkan secara transparan tentang rumus yang digunakan dalam penilaian atau penghitungan, sehingga tidak bisa dilakukan pencermatan.(KMP-3)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menang di PTUN, Pamong Desa Bantul Sujud Syukur"

Posting Komentar