Sengketa Lahan TNI, Tim Kejari Cek Lokasi


KMP - Sengketa kepemilikan lahan antara TNI dan warga di Jalan Kaliurang Km 5,8 Kentungan, Sleman belum juga tuntas. Kemarin, tim dari Kejaksaan Negeri Sleman dipimpin Kasi Datun Istu Catur Widi Susilo Sh MH mewakili Kajari melakukan peninjauan lokasi sengketa.

Wakil dari Kejari disambut Kasrem 072 Pamungkas Kolonel Inf Ida Bagus Surya, Kepala Hukum Kodam (Kakumdam) IV/Diponegoro Kolonel Agus Heri beserta tim dari Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta.

Kedatangan Istu Catur WS beserta tim guna melihat fakta-fakta di lapangan terkait kasus sengketa tanah tersebut. Informasi yang diterimanya, tanah seluas 4.010 M2 tersebut merupakan tanah sah milik TNI yang dibeli pada tanah 1961 melalui anggaran negara. Namun, tahun 2005 lahan tersebut telah beralih tangan.

“Dari fakta awal inilah, kami ingin mempelajari secara menyeluruh untuk kemudian menunggu surat kuasa dari Pangdam IV/Diponegoro melalui Danrem 072/Pamungkas. Dengan surat kuasa tersebut kami akan melakukan langkah-langkah memulihkan hak TNI,” terang Ismu Catur.

Sementara Yacob Richwanto SH dari tim pensehat hukum Lie Fong Moij, yang juga mengklaim atas kepemilikan tanah tersebut mengatakan, TNi telah melakukan tindakan melawan hukum karena melakukan penguasaan tanah tanpa hak. “TNI menguasai lokasi tanpa alat bukti yang sah. Klien kami memiliki sertifikat atas lahan tersebut,” kata Yacob.

Yacob mengatakan, jika memang TNI memiliki alas hak dan taat hukum TNI seharusnya melakukan upaya hukum bukan menguasai tanpa hak yang melanggar hak-hak warga sipil. Ia menegaskan pihaknya sudah melaporkan tindakan tersebut ke Denpom IV/2 Yogyakarta. Hanya saja, belum ada tindak lanjut hingga saat ini. (KMP-2)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sengketa Lahan TNI, Tim Kejari Cek Lokasi"

Posting Komentar