Ini Strategi Khusus Pangdam Diponegoro Lawan Terorisme



KMP- Banyak tindakan kekerasan mengarah pada aksi terorisme yang mengancam juga menyerang aparat kepolisian. Aksi terorisme itu tidak menutup kemungkinan bisa mengarah kepada anggota TNI sebagai sasarannya.

Menurut Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman para komandan satuan diingatkan untuk menekankan pentingnya keamanan personel dan satuan. Selain itu, Tatang menegaskan agar para prajurit yang melaksanakan dinas jaga meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya aksi kekerasan radikalisme dan terorisme dari pihak tidak bertanggungjawab.

“Untuk melawan, menangkal dan mencegah terorisme ada tiga strategi khusus yang bisa dilakukan,” tegas Tatang sebagaimana dilansir suaramerdeka.com, Jumat (14/7).

Tiga strategi khusus itu, jelas Tatang, seperti dengan memaksimalkan satuan teritorial dan upaya deradikalisasi. Untuk menghadapi teror, yang pertama perlu dilakukan adalah bagaimana bisa mendeteksi dan mencegah dini itu adalah tugas satuan teritorial, mulai kodam sampai Babinsa. Lalu, disiapkan satuan khusus untuk menghadapi aksi radikal.

“Kemudian yang terakhir adalah deradikalisasi, artinya bagaimana mendekati mantan napi teroris untuk tidak lagi menjadi teroris dan bisa kembali ke masyarakat,” kata Tatang.

Mantan Kapuspen Mabes TNI itu menegaskan, semua elemen juga dituntut ikut bergerak tidak hanya aparat kepolisian dan TNI saja. Namun demikian, jajaran TNI, khususnya Kodam IV/Diponegoro akan memaksimalkan tugas aparat intelejen di lapangan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme dan radikalisme. (KMP-4)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Strategi Khusus Pangdam Diponegoro Lawan Terorisme "

Posting Komentar