Siswa MTsN 10 Sleman Dibekali Nilai Budaya Melalui Pentas Wayang


Sleman (KMP) – Perkembangan teknologi informasi banyak berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Nilai-nilai budaya lokal banyak tergerus arus budaya asing yang gagal terfilter dengan baik. Karena itu, penenaman nilai nilai karakter buday terus digalakkan.

Salah saatunya seperti yang dilakukan Madrasah tsanawiyah (MTs) Negeri 10 Sleman. Selasa (25/7), MTsN 10 bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Sleman mengadakan ‘Gelar Wayang Budaya Untuk Pendidikan’.

Kepala MTsN 10 Sleman Drs Busyroni Majid M.Si mengatakan, kegiatan digelar sebagai bagian dari upaya MTsN 10 Sleman menanamkan nilai-nilai karakter budaya dan akhlak melalui wayang. Dengan gelaran ini, diharapkan seluruh siswa mengetahui filosofi yang terkandung di dalamnya.

“Kalau sudah tahu dan faham filosofinya diharapkan nantinya ada pengaruh bagi mereka. Untuk MTsN 10, ini yang pertama kali digelar berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan. Yang pentas dari Dinas Kebudayaan,” ucap Majid, Selasa.


Selain Gelar Wayang Budaya Untuk Pendidikan, pada kesemoatan yang sama pihak madrasah juga mengenalkan kegiatan ekstrakulikuler baru yakni angklung. Ekstra baru ini dipilih karena belum populer khususnya di wilayah Yogyakarta.

“Kami memang sengaja mencari yang belum semarak dan nilai ekonominya tidak terlalu tinggi. Dibanding dengan gamelan, angklung lebih ekonomis. Saat ini gurunya sudah siap, peralatan juga siap. Jadi kami show off dulu,” terangnya.

Kasubag TU Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman H Nurhuda M.Si apresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, gelar budaya dapat menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai kepada siswa. 


Terlebih saat ini tengah gencar ditanamkan nilai-nilai karakter guna membendung gempuran budaya asing.
Melalui kegiatan ini, kata Huda, diharapkan dapat membantu mendorong stakeholder untuk turut andil membangun karakter siswa. “Terima kasih kepada Dinas Kebudayaan yang telah memilih MTsN 10 sebagai lokasi gelar. Kegiatan ini sangat positif untuk membangun karakter siswa,” katanya.

Huda juga berharap, pengelola madrasah terus meningkatkan kreasi dan inovasi dalam layanan produk madrasah. Sehingga selain kemampuan akademik, ada nilai lebih yang ditawarkan madrasah kepada siswa. “Kami dari Kemenag mendukung penuh langkah perusahaan,” katanya.

Kemenag, lanjut dia, akan terus mendorong dan memotivasi  Kepala Madrasah agar menjadikan budaya sebagai sarana untuk bisa menginternalisasikan nilai-nilai agama. (KMP2)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Siswa MTsN 10 Sleman Dibekali Nilai Budaya Melalui Pentas Wayang"

Posting Komentar