Atasi Persoalan Lahan, 3 Mahasiswa FMIPA UGM Tawarkan Konsep Ini


Sleman (KMP) - Pertumbuhan jumlah penduduk dunia sangat pesat, bahkan dipresiksi mencapai 9,7miliar di tahun 2050. Hal tersebut lantas menginspirasi tiga mahasiswa FMIPA UGM konsep pembangunan wilayah bertingkat.

Mereka adalah Bagas Yusuf Kurniadi Kusmiati dan Ibnu Muslim. Ketiganya menganggap konsep pembangunan wilayah bertingkat mampu mengatasi persoalan kebutuhan lahan yang semakin besar untuk tempat tinggal dan pendirian fasilitas umum seiring pertambahan penduduk.

"Konsep ini pada intinya untuk mengatasi pertambahan jumlah penduduk di kota besar. Konsep yang kami kembangkan adalah Revolution of Mega-city Region Development with Gigantic Pillars atau disebut Revollars," ujar Ketua Pengembang Revollars Bagas, Selasa (8/8).

Bagas menyebutkan, Revollars merupakan konsep revolusi pembangunan kota yang nantinya kota-kota akan ditopang pilar-pilar raksasa. Kota-kota dalam satu wilayah akan dihubungkan dengan jembatan layang yang dibangun di atas pilar-pilar yang lebih kecil.

"Lahan-lahan akan dibangun beberapa tingkat di atas pilar utama.Sedangkan lahan tambahan akan dibangun mengelilingi pilar utama yang ditopang dengan pilar-pilar yang lebih kecil. Wilayah yang berada di permukaan nantinya akan dijadikan lahan hijau, pertanian, perkebunan dan hutan hujan," jelasnya.

Bagas menambahkan, pada konsep tata kota tersebut, pemukiman penduduk akan didirikan di tingkat atas. Sedangkan pusat kota dirancang berada pada puncak pilar utama. Dengan lokasi yang berada di ketinggian, menjadikan struktur wilayah kota jadi lebih efisien untuk mengoperasikan kincir angin dan panel surya sebagai pembangkit listrik.

"Air pun yang dialirkan ke atas untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Bisa pula dibuatkan sungai, waduk dan air terjun buatan yang digunakan untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air. Kota yang menggunakan konsep ini bisa memiliki semua fasilitas yang dibutuhkan, meski dengan lahan yang lebih terbatas," imbuhnya.

Pengembangan konsep Revollars ini di bawah bimbingan dosen mereka Dr Eng Fahrudin Nugroho SSi MSi. (KMP-7)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Atasi Persoalan Lahan, 3 Mahasiswa FMIPA UGM Tawarkan Konsep Ini"

Posting Komentar