Brigjen Fajar : Indonesia Butuh Mimpi Besar Hadapi Kompetisi Global


Sleman (KMP) - Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Fajar Setyawan berkesempatan mewakili Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kuliah umum di UNY. Dalam memaparkan pemikiran Gatot Nurmantyo, Fajar menuturkan, Indonesia membutuhkan mimpi besar untuk menghadapi kompetisi  global.

Disaksikan oleh 6.179 mahasiswa baru UNY yang memenuhi GOR UNY, Selasa (2/8) dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Gatot, dalam naskah kuliahnya memaparkan tantangan dan peluang menjadi bangsa pemenang dalam kompetisi global.

"Situasi nasional maupun global saat ini masih menunjukkan potensi konflik dan perang. Untuk itu, menghadapi kondisi global tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki mimpi besar dan punya semangat dan gairah untuk masa depan. Bangsa Indonesia juga jangan menunggu dan jangan takut gagal, hidup dan berjuang untuk masa depan, percaya pada kemampuan sendiri serta mampu berpikir global dan menang lokal," ujar Fajar memaparkan pemikiran  Gatot.

Menurut Gatot, kompetisi global terjadi dikarenakan luas bumi yang tidak semakin luas, tapi populasi manusia semakin banyak. "Kompetisi global sekarang pun sudah bukan lagi antar negara, tapi sudah berubah jadi kompetisi antar manusia. Dan kita tahu manusia punya kebutuhan. Karena itu tiap manusia berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya," imbuhnya.

Diungkapkan Gatot, kebutuhan yang meningkat membuat manusia di bumi mencari upaya, termasuk mendatangi belahan bumi yang memiliki sumber daya kebutuhan mereka. Wilayah paling banyak memiliki sumber daya di bumi ialah ekuator. Dan Indonesia menjadi salah satunya negara di sepanjang ekuator yang paling baik sumber dayanya.

"Wilayah ekuator menjadi ladang bagi pangan, air dan energi di bumi. Tidak heran jika manusia belahan dunia lain punya niat bermigrasi ke wilayah ekuator. Dan bagi Indonesia, ini bisa jadi ancaman. Karena itu kita butuh memperkuat pertahanan dengan berpegang teguh pada tekad persatuan dan kesatuan bangsa," paparnya.

Ancaman lain menurut Gatot adalah terorisme dan radikalisme. Kasus Marawi misalnya, jaraknya dekat sekali dengan Indonesia. Belum lagi, tragedi bom. Karenanya, terorisme harus menjadi musuh bersama. Ia meminta semua rakyat Indonesia waspada.

Fajar pun menambahkan, UNY memiliki peran strategis untuk melahirkan kader bangsa yang berkualitas internasional, namun tetap memegang teguh nilai kearifan lokal berdasar Pancasila. Ia juga berpesan pada mahasiswa agar menjaga kehormatan dan kebanggaan negara.

"Manfaatkan waktu kalian untuk belajar dengan baik dan berkarya, serta mendedikasikannya pada bangsa dan negara," tegasnya. (KMP-7)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Brigjen Fajar : Indonesia Butuh Mimpi Besar Hadapi Kompetisi Global"

Posting Komentar