Duh, Dirut GL Zoo Dituding Rekayasa Jual Beli Tanah


Yogya (KMP) – Direktur Utama Gembira Loka Zoo (GL Zoo) KMT A Tirtodiprojo digugat di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta. Gugatan perbuatan melawan hukum diajukan terhadap pria yang akrab disapa Joko karena dituding telah merekayasa jual beli tanah di Jl Kyai Mojo 45A.

Gugatan diajukan Elly Ningsih, 55, dan Yujanto, 59, melalui tim kuasa hukumnya yang terdiri dari Lukmanul Hakim SH, Emilsyam SH, Hillarius Ngaji Merro SH, Harapan Silalahi SH, dan M Bakri SH. Selain Joko Tirtono, turut digugat notaris Daliso Rudianto, serta BPN Kota Yogyakarta.

“Para penggugat ini adalah anak dari Ny Djuminem Marto Utomo, cucu dari Wongso Soekarto alias Loso. Para penggugat adalah ahli waris yang sah untuk sebidang tanah yang terdaftar dengan persil No.328 C Verpondong no.1128 Blok XXII seluas 345 m2,” ucap Lukmanul, kemarin.

Ia menjelaskan, persoalan berawal saat sekitar tahun 1989 atau 1990 Yujanto meminjam uang sebesar Rp10 juta kepada Joko Tirtono yang disaksikan oleh Yulianto sebagai perantara sekaligus saksi. Namun, Joko dituding berbuat curang dengan merekayasa dan memanipulasi.

Sehingga, yang semula pinjam meminjam uang seolah menjadi ikatan jual beli sebidang tanah dengan persil no.328 C seluas 221,4 m2 yang menjadi bagian dari total tanah seluas 345 m2. Akta ikatan akta jual beli nomor 72 tertanggal 25 April 1990 dibuat di notaris Daliso Rudianto SH.

“Selain akta jual beli, tergugat I juga membuat aakta nomor 73 mengenai penyerahan kuasa yang dilakukan juga di hadapan notaris Daliso Rudianto, juga pada 25 April 1990. Keduaa akta itu tidak memenuhi ketentuan hukum. Misalnya pada akta nomor 72, tidak disebutkan letak dan posisi tanah yang dilakukan ikatan jual beli,” terangnya.

Lukmanul lebih jauh menjelaskan, ikatan jual beli dilakukan secara sepihak padahal para penggugat yang merupakan ahli waris yang sah sma sekali tidak mengetahui adanya ikatan jual beli di noaatris Daliso Rudianto yang menjadi tergugat II.

“Karena para penggugat tidak tahu adanya ikatan jual beli, otomatis tidak pernah hadir dan atau dihadirkan sebagai pihak untuk dapat terbitnya akta no.72 dan n0.73. sehingga dapat ditegaskan kedua akta tersebut mengandung cacat hukum,” tegasnya.

Emilsyam SH menambahkan, dalam proses ikatan jual beli, Yujanto yang semula meminjam uang dicurangi tergugat I dengan cara menyodorkan lembaran akta kosong untuk ditandatangani. “Para penggugat baru tahu ada rekayasa pembuatan dan penerbitan akta no 72 dan 73 saat ada aanmaning I pada 8 Juni 2016 dan Aanmaning II pada 30 Juni untuk eksekusi pengosongan lahan,” paparnya.

“Kami juga sudah melaporkan kasus ini ke Polda DIY. Hasil Laboratorium Forensik, tanda tangan Elly Ningsih baik pada dokumen akta jual beli no 72 maupun akta surat kuasa no 73 adalah non identik,” tegasnya. Kasus ini sempat dimediasi. Namun proses mediasi yang dilakukan di PN Yogya dengan hakim mediasi Sumedi SH, gagal.  (KMP2)
Sumber : Wartahukum.id

  


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Duh, Dirut GL Zoo Dituding Rekayasa Jual Beli Tanah"

Posting Komentar