Fungsi Jalan Berubah, Warga Protes Manajemen Hotel South Mountain Paradise


Gunungkidul (KMP) – Lima warga pemilik tanah yang dimanfaatkan sebagai akses jalan pembangunan oleh manajemen Hotel South Montain Paradise di Pantai Sruni Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul akhirnya memasang banner pemberitahuan bukti kepemilikan tanah, Sabtu (5/8) petang.

Langkah ini diambil sebagai protes lantaran surat pemberitahuan yang dikirimkan kepada penggelola hotel diabaikan. Kelima warga tersebut antara lain Wongso Saido, Satirem, Tugiyat, dan Suwarti. Seluruhnya adalah warga Dusun Klumpit, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul. Kemudian  Samirah, warga Dusun Tepus I, Desa Tepus.

Banner yang dipasang bertuliskan : “ Pemberitahuan , tanah ini adalah milik ahli waris almh Saini. Akan dikembalikan fungsinya sebagai jalan pertanian atau jalan setapak. Ttd kuasa hukum Pandawa Law Firm Mohamad Nohveni SH, Sumartono AriwibowoSH, Sugiarto SH MH, Drs Agus Kuncoro SH , Rahmat Hendro S SH, Marihot G T Sihombing SH“.

“Hari ini kita pasang baliho atau banner berisikan pemberitahuan kepada pihak hotel. Kita beri waktu 7 x 24 jam sebelum akses jalan itu kita kembaliakan seperti fungsi awal yakni jalan setapak dengan lebar satu meter sepanjang 150 meter, “ terang koordinator kuasa hukum warga Mohamad Nohveni SH di sela pemasangan baliho.

Advokat yang akrab disapa Weni menjelaskan, papan pemberitahuan ini dipasang tepat di lahan milik seluruh ahli waris. “Banner itu kita pasang berjarak 500 meter dari bibir pantai Sruni. Terpaksa kita lakukan karena managemen tidak merespon surat yang kita kirimkan sebelumnya,” sesal Weni.

Saat ini, laanjut Weni, pihaknya juga tengah menunggu keterangan dan dokumen tambahan dari Desa Tepus berkaitan kepemilikan lahan tersebut. “Sementara ini kita masih menunggu dokumen dan keterangan tambahan dari pihak desa untuk menguatkan kepemilikan sah tanah milik klien kita,” tandasnya.

Sugiarto SH MH salah satu kuasa hukum warga mengaku kecewa lantaran tanah milik kliennya dipergunakan secara sepihak. “Tanah itu telah dimanfaatkan untuk akses jalan oleh pihak PT Gunung Samudera Tirtomas Jogja selaku pengembang pembangunan Hotel South Montain Paradise tanpa ada izin, tanpa pemberitahuan maupun kompensasi apa pun kepada klien kami. Padahal jalan itu kan hanya jalan setapak sebagai akses pertanian saja,“ katanya.

Sementara Sartinem salah satu ahli waris mengaku telah membayar pajak tanah melalui Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) semenjak tahun 1971. “ Semenjak simbah meninggal, sekitar tahun 1971 tanah tersebut telah diserahkan kepada kami, bahkan kami membayar pajak setiap tahun,” bebernya.

Ia menmbahkan, ada 4 SPPT dengan nama dan alamat wajib pajak Saini dengan alamat Dusun Klumpit RT 003 RW 28 Tepus Gunungkidul. Letak obyek pajak berada di Dusun Klantang, Tepus, Tepus, Gunungkidul.

“Menurut yang tertera dalam 4 SPPT, total tanah kami seluas 1,8 hektare, dengan rincian ada nomor obyek pajak (NOP) masing- masing 34.03.00.006.037-0123 seluas 1.000 m2, 34.03.030.006.039-0002.0 luas 6.000 m2, 34.03.030.006.039-0010.0 luas 10.000 m2 dan 34.03.030.006.039-0009.0 seluas 1.000 m2, “ jelasnya. (KMP2).

Sumber : wartahukum.id


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fungsi Jalan Berubah, Warga Protes Manajemen Hotel South Mountain Paradise"

Posting Komentar