Granat DIY : 2 Kali Kena Narkoba, Jerat Dengan Pasal Pengedar


Yogya (KMP) – Kian maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di DIY, membuat DPD Granat geram. Terlebih jumlah residivis kasus narkoba yang tak berkurang. Granat menilai, ini membuktikan jika hukum tidak memberikan efek jera.

Tak ini, persoalan ini terus membesar, maka Granat menyampaikan beberapa tuntutan kepada penegak hukum. Kepolisian, diminta mencermati tersangka kasus narkoba. Jika tersangka telah melakukan perbuatan yang sama, maka akan lebih baik dijerat dengan pasal pengedar.

“Jangan lagi dijerat dengan pasal pemakai, tapi diganti dengan pasal pengedar karena itu sudah bukan lagi yang pertama kali,” ucap Ketua DPD Granat DIY Feryan Harto Nugroho, Senin (14/8).

Kemudian hakim pemeriksa kasus narkoba, ucap Ryan, harus memiliki sense of crisis termadap persoalan serius yang dihadapi bangsa ini. Di mana Indonesia sudah masuk taraf darurat narkoba.
“Karena itu DPD Granat meminta kepada para hakim unuk menjauhkan sanksi maksimal dari tuntutan jaksa penuntut umum,” terangnya.

Granat, lanjut dia, mengajak semua pihak untuk llebih serius, lebih tegas dan tulus hati bergandengan tangan melakukan upaya cegah tangkal secara sistematis, taktis strategis dan massif. Sehingga bangsa bisa terselamatkan dari bahaya narkoba.  

Sutanto SE MM, Sekretaris DPD Granat DIY menambahkan, beberapa hari terakhir ini beredar kabar terkait adanya oknum aparat penegak hukum yang tertangkap du kali pada kasus narkoba. Oknum tersebut tidak lagi dapat dikategorikan pemakai, terlebih barang bukti yang didapat lebih banyak jumlahnya.

“Seharusnya dijerat sebagai pengedar. Jumlah baraang bukti juga meningkat dari sebelumnya. Kepolisian atau pun BNNP harus berani mengenakan pasal pengedar terhadap oknum ini,” tambahnya. (KMP2)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Granat DIY : 2 Kali Kena Narkoba, Jerat Dengan Pasal Pengedar"

Posting Komentar