Ini Dia Andalan Baru Pertahanan Perairan Indonesia


Jakarta (KMP) –Indonesia terus mengupgrade sistem pertahanan baik di darat, laut maupun udara. Di laut, Indonesia kini memiliki andalan pertahanan baru setelah TNI Angkatan Laut (AL) menerima kapal selam asal Korea Selatan yang diberi nama KRI Nagapasa-403.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, nama Nagapasa diambil dari anak panah Indrajit yang dahsyat, yang diyakini akan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya.

"KRI Nagapasa-403 diharapkan dapat menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, melindungi kehormatan serta keselamatan bangsa dan menegakkan hukum di perairan Indonesia," ujarnya.

Dengan adanya KRI Nagapasa-403 ini, kata Ryamizard, menjadi momentum penting bagi pembangunan kekuatan pertahanan negara di laut menuju minimum essential force (MEF).


Proses pengadaan kapal ini yang dilakukan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi, juga dimaksudkan untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Sehingga mampu memperkuat keterpaduan operasional antara sistem senjata antar-matra.


KRI Nagapasa-403 sendiri merupakan kapal selam pertama Indonesia setelah 34 tahun. Kapal ini merupakan yang pertama dari tiga kapal Type 209/1400 Chang Bogo-class (varian lisensi dari kapal selam diesel listrik Type 209 Jerman) yang dipesan Indonesia. KRI Nagapasa-403 diserahkan pada Rabu (2/8) lalu.

Nagapasa awalnya dijadwalkan dikirim pada Maret tahun ini. Tidak jelas apa ang menyebabkan pengiriman kapal itu mengalami penundaan lebih dari empat bulan. Sebelum penyerahan, kapal tersebut menjalani pembenahan dan uji coba laut yang luas di lepas pantai Korea.

Dari tiga kapal selam yang dipesan dari DSME, salah satunya akan dibangun oleh Indonesia sendiri. Pelaksananya adalah PT PAL di Surabaya. Pembangunan kapal ini berdasarkan perjanjian transfer teknologi dengan DMSE.

PT PAL diharapkan menerima modul untuk kapal selam Nagapasa-class kedua dalam bentuk blok dari DSME tahun ini. PT PAL dijadwalkan untuk mulai merakit kapal selam ketiga di fasilitas barunya di Surabaya dengan panduan DSME pada tahun 2018.


The Diplomat mengulas singkat kemampuan kapal selam Nagapasa. ”Kapal selam 1.400 ton memiliki jangkauan operasional sekitar 10.000 mil laut dan merupakan kapal serbaguna yang mampu melakukan peperangan anti-permukaan, peperangan anti-kapal selam, dan misi pasukan khusus,” tulis The Diplomat.

Kapal selam ini memiliki delapan tabung 533 milimeter untuk torpedo dan rudal berpresisi. Kapal akan dioperasikan oleh 40 awak. Nagapasa diharapkan dapat beroperasi untuk Angkatan Laut Indonesia setidaknya selama 30 tahun.

Sebelum memiliki Nagapasa, Angkatan Laut Indonesia pernah memiliki tiga kapal selam pada tahun 1980-an. Kapal itu dikenal dengan nama Cakra-class, kapal selama diesel Type 209/1300 Jerman.

Indonesia dan Korea Selatan berhasil menyelesaikan kontrak senilai USD1,1 miliar untuk tiga kapal selam diesel Nagapasa-class (termasuk salah satunya yang akan dibangun PT PAL) pada bulan Desember 2011. Kontrak itu  bagian dari Rencana Strategis Pertahanan 2024 Kementerian Pertahanan Indonesia, yang ingin memiliki sepuluh kapal selam baru.

Indonesia diperkirakan akan memesan tiga kapal selam lagi dalam beberapa bulan mendatang. Selain DMSE Korea Selatan, kontraktor pertahanan dari Rusia, China, dan Prancis juga dilirik. (KMP2/*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Dia Andalan Baru Pertahanan Perairan Indonesia"

Posting Komentar