Kejaksaan Bidik Kasus Menara Telekomunikasi Kota Yogya


Yogya (KMP) – Dugaan korupsi dalam proses pembahasan Raperda Penataan Menara Telekomunikasi di DPRD Kota Yogyakarta, berbuntut panjang. Kamis (31/8), Kejaksaan Negeri Yogyakarta mulai memeriksa unsur pimpinan dewan.

Mereka yang dipanggil di antaranya adalah Ketua DPRD Kota Yogya Sujanarko SE, Plt Sekretaris DPRD Prima Hastawan serta Kabag Perundangan Sekretaris DPRD Kota Yogyakarta Nanang, beserta 4 mantan anggota Pansus Raperda Menara Telekomunikasi.

Keempat anggota yang juga mantan anggota Pansus adalah yang dipanggil adalah Nasrul Khoiri dari Fraksi PKS, lalu Antonius Suhartono dan Febri Agung Herlambang dari PDI Perjuangan dan Novi Alissa Semendawai dari Gerindra.

Satu anggota dewaan lain turut dipanggil yakni Christina Agustiani dari Fraksi Gerindra, namun berhalangan hadir karena tengah menjalani perawatan di rumah sakit. “Semuanya 8 orang yang diundang untuk klarifikasi seputar pembahasan Raperda Menara Telekomunikasi," ucap Kepala Kejari Yogya Ariefsyah Mulia Siregar, Kamis.

Ariefsyah mengakui, pemeriksaan ketua dan anggota dewan kota dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat. Sekitar dua bulan lalu Kejari menerima aduan yang mempersoalkan dugaan perbuatan melawan hukum dalam proses pembahasan raperda. Kejari kemudian membentuk tim guna pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldat) di lapangan. 

"Kami juga koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi DIY. Akhirnya disimpulkan harus ada klarifikasi dengan mengundang pihak terkait untuk dimintai keterangannya," jelas Ariefsyah.

Tim jaksa, lanjut Ariefsyah, memiliki waktu 20 hari kerja ke depan untuk menyimpulkan apakah ada unsur perbuatan melawan hukum atau tidak. Termasuk mengumpulkan sedikitnya dua alat bukti sebagai syarat kasus ini bisa dinaikkan ke tahap penyidikan.

"Ini masih tahap klarifikasi ya, nanti kita lihat, apakah bisa lanjut ke penyelidikan dan penyidikan atau tidak," imbuhnya. Kendati begitu, Kajari masih enggan membuka materi perkaara yang dibidik termasuk materi pemeriksaan terhadap anggota dewan.

Sujanarko sendiri mengaku ditanya seputar kewenangannya sebagai ketua dewan dan berapa kali mengikuti rapat di pansus. Politikus PDIP itu diperiksa sekitar dua jam mulai pukul 09.30 hingga 11.30.

"Saya diminta menjelaskan inisiatif raperda Menara Telekomunikasi dari siapa, draf awal raperda, risalah sidang, hingga paripurna persetujuan raperda menjadi Perda 7/2017," jelas Koko, sapaan akrabnya.

Koko berharap koleganya di DPRD Yogya kooperatif jika dipanggil kejaksaan. "Sepanjang tidak berbuat salah, jangan takut, sampaikan saja ke jaksa," pesannya. Sodik 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kejaksaan Bidik Kasus Menara Telekomunikasi Kota Yogya"

Posting Komentar