Lelang Aset Nasabah, Bank BNI Magelang Didugat di Pengadilan


Yogya (KMP) – Tak terima aset yang dijadikan agunan dilelang oleh kreditur Bank BNI Cabang Magelang, Ferdi Hartono mengajukan perlawanan. Gugatan perlawanan untuk 2 subyek dilayangkan Ferdi melalui tim kuasa hukumnya di PN Magelang pada 7 Agustus 2017 lalu.

Amril Lukman SH, kuasa hukum Ferdi didampingi Wahyu Hidayat SH, Soltan Faris Fauzan Siregar SH, Adnan Pambudi SH, dan Feri Okta Irawan SH, kepada wartawan mengatakan, kliennya merupakan kreditur Bank BNI cabang Magelang, Jawa Tengah. Pada 2014 silam, terjadi dua kali akad perjanjian kredit (PK) dengan nmr Mtl.2014.009 dan mtl.2014.016.

“Dari 2 akad tersebut ada 3 obyek agunan, yaitu SHGB nomor 00553, SHGB nomor 00656, dan SHGB nomor 00254. Dalam perjalanannya ada PK kedua dengan tambahan aset agunan SHGB nomor 091. PK pertama atas nama Ferdi dan istri, sedangkan PK kedua SHGB 091 atas nama klien kami Fonita dan Hendi,” terang Amril, Rabu (9/8) siang.

Ia menjelaskan, PK kedua bukanlah penambahan dari PK pertama, melainkan kredit investasi baru dengan kreditur CV Toko Sari Warna. Meski Ferdi bertindak sebagai direktur, namun PK pertama dan kedua adalah dua hal berbeda. Apalagi PK bersifat absolut dan berbeda dengan adendum.

Ia menilai ada kerancuan dalam kapasitas PK. Agunan SHGB yang semula diikat pada PK pertaama, oleh kreditur juga dijadikan jaminan untuk PK kedua bersama dengan SHGB 091. “PK pertama atas nama person, PK kedua atas nama badan hukum. Ada kerancuan status hubungan hukum antar keduanya,” terangnya.
Wahyu Hidayat, mengungkapkan, pada 24 Maret 2017 kliennya menerima surat dari BNI untuk kolek 2, namun selanjutnya tidak pernah tahu ada kolek 3, 4, dan 5. Namun demikian pada 3 April 2017, kliennya mendapat somasi dari BNI. Dalam somasi tersebut BNI langsung menyebut 2 kredit, termasuk kredit pertama yang masih kolek 2.

“Setelah somasi ada pemberitahuan lelang daru BNI tanggal 10 Juli 2017. Lelang terdiri dari 2 paket. Pertama untuk debitur CV Toko Sari Warna terhadap dua bidang yaitu SHGB 245 (310), dan SHGB 091. Paket kedua atas nama Ferdi untuk SHGB 553 dan 565,” jelasnya.

“SHGB 254 yang kemudian diganti menjadi nomor 310, seharusnya ikut PK 1 atas nama debitur Ferdi, tapi kenapa dilelang di PK 2. Karena itu kami lakukan perlawanan di PN Magelang dengan nomor 27/pdt.plw/2017/PN mgg sebagai pribadi, dan sebagai badan hukum perlawanan dnegan nomor 28/pdt.plw/2017/PN mgg,” sambungnya.

Amril menambahkan, seharusnya ada keseimbangan hak antara kreditur dan debitur. Di antaranya dengan diberikannya salinan dokumen. Namun hingga saat ini kliennya tidak pernah menerima salinan tersebut. “Takaran keseimbangan hak dan kewajiban tidak jelas,” pungkasnya.

BNI cabang Magelang mengajukan permohonan lelang di Kantor KPKNL dengan nomor .S.1126/WKM.09/KNL.06/2017. Lelang dijadwalkan dilaksanakan pada 11 Agustus mendatang. (KMP2)

Sumber : Wartahukum.id


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lelang Aset Nasabah, Bank BNI Magelang Didugat di Pengadilan"

Posting Komentar