Makan Seribu Nasi Tumpeng Bersama Tandai Dimulainya Aksioma 2017


Yogya (KMP) - Seribu nasi tumpeng Wiwit Agung Madrasah Tahfidz ikut mengawali proses pembukaan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2017. Tumpeng ini menjadi simbol lahirnya program unggulan madrasah.

“Ada seribu tumpeng yang dibawa ke sini (Stadion Mandala Krida) dalam rangkaian Aksioma ini,” jelas Abdul Suud, Kasubag Humas Kanwil Kemenag DIY.

Seribu tumpeng ini memiliki makna berkaitan dengan keselamatan Indonesia dan momentum tahun ajaran baru. Madrasah memiliki program unggulan, berupa madrasah tahfidz untuk membentuk karakter siswa lebih Soleh. Beberapa madrasah menargetkan tahfidz 30 juz, meskipun ada yang sedang memulai.

Seribu tumpeng ini, selanjutnya disantap bersama oleh ribuan siswa usai dibacakan doa dan kalimat thoyibah. Para peserta selanjutnya akan menunggu kirab peserta aksioma dari kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta ke Mandala Krida.

“Di sepanjang rute ini siswa madrasah akan menyambut dengan berdiri berderet di kedua sisi jalan,” tutur Suud seperti dikutip Sindonews.

Panitia mencanangkan tiga sukses, mulai dari sukses penyelengaraan, prestasi dan kenangan dari peserta. Di antaranya akan mempertandingkan cabang olahraga bulu tangkis, futsal dan tenis meja. Sedangkan untuk seni masih ada hadroh, madrasah singing, dan di bidang sains ada IPA, biologi dan matematika. (KMP2)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Makan Seribu Nasi Tumpeng Bersama Tandai Dimulainya Aksioma 2017"

Posting Komentar