Mbah Sarjiyem; “Omah Kulo Mboten Direhab, Ning Dibangun Anyar Kale Bapak Tentara...”



Bantul (KMP)- Masih ingat dan melekat dengan sosok Mbah Sarjiyem (80) warga Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Wanita uzur ini merupakan satu diantara 4 rumah yang diputuskan untuk direhab rumahnya karena dinilai tidak layak huni (RTLH). Awalnya rumah Mbah Sarjiyem terbuat dari bambu (gubuk) yang reyot dan berlantai tanah. Atap genteng bocor. Dinding berlubang.

Kini rumahnya miliknya telah berubah total. Ruahnya telah diratakan tanah oleh tim Satgas TMMD Kodim Bantul untuk kemudian direhab. Usai direhab, rumah Mbah Sarjiyem menjadi kooh. Dinding tembak, latai diplester, dan atap sudah tidak bocor lagi.

“Omah kulo niki mboten direhab, tapi dibangunke enggal kale bapak tentara. (Rumah saya ini tidak renovasi tapi dibangkan baru),” kata Mbah Sarjiyem lirih. Matanya berkaca-kaca.

Saat melihat langsung dengan apa yang dilakukan oleh para prajurit dalam merehap rumahnya,  Mah Sarjiyem sangat terkejut campur syukur.  Hal itu  disebabkan,   rumahnya yang  oleh  pihak Kodim Bantul dipandang sangat tidak layak untuk dihuni, sehaingga perlu direhab. Dan kini sudah berbentuk menjadi rumah yang benar-benar sehat.   (KMP-1)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mbah Sarjiyem; “Omah Kulo Mboten Direhab, Ning Dibangun Anyar Kale Bapak Tentara...”"

Posting Komentar