Perawat Satwa GL Zoo Harus Tersertifikasi


Yogya (KMP) - Keeper atau perawat satwa di kebun binatang perlu sertifikasi. Sertifikasi ini berkaitan dengan kompetensi sebagai perawat satwa karena perawat merupakan salah satu dari ujung tombak yang berkitan langsung dengan satwa di lembaga konservasi.

“Sertifikasi bagi keeper akan terjadi,” kata Kepala Bidang Pelatihan dan Penelitian Perhimpunan Kebun Bintang Se-Indonesia (PKBSI)  Dr drh Ligaya ITA Tumbeleka dalam in house keeper training di Mayang Tirta kompleks Gembira loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta, belum lama ini.

Pelatihan diikuti 78 peserta, terdiri dari keeper, petugas nutrisi dan tenaga kesehatan hewan GL Zoo itu dibuka oleh Dirut GL Zoo, KMT A.Tirtodiprojo. Pelatihan berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (19/8). Mereka dibagi menjadi empat gelombang. Dalam pelatihan itu,  Dr Ligaya antara lain menyampaikan materi etika dan kesejahteraan satwa, pemelihataan dan perilaku satwa.

Pengajar dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor ini menyebut, keeper dan petugas nutrisi serta dokter hewan adalah ujung tombak berkait dengan satwa di lembaga konservasi (LK). “GL Zoo sebagai LK harus meningkatkan diri karena sudah berani pakai zoo,” katanya.

Karena itu, kerja di GL Zoo perlu kompeten, supaya satwanya lebih sejahtera. “Perawat satwa harus mampu memahami konsep kesejahteraan satwa,” ujarnya.

Perawat satwa, lanjut Ligaya, tidak boleh menjadikan satwa merasa tidak nyaman. Selain itu, karyawan di kebun binatang dituntut profesional, jujur, disiplin, berdedikasi, integritas, mampu kerja mandiri dan bekerjasama. “Juga, mampu komunikasi sesuai etika. Kita harus puya passion: hasrat keinginan kerja tinggi, senang dan cinta satwa,” jelas pemerhati satwa ini. (KMP2)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perawat Satwa GL Zoo Harus Tersertifikasi"

Posting Komentar