Polemik Pedagang Pasar Kembang, Dewan Wacanakan Hak Angket


Yogya (KMP) – Persoalan penataan pedagang Pasar Kembang tak kunjung mendapatkan titik terang pasca penggusuran yang dilakukan sebelumnya. Merespons itu, Komisi B Kota Yogyakarta mendorong pembentukan panitia khusus (pansus).

"Walikota dan Disperindag kita undang dulu. Kita akan minta penjelasan rencana yang akan diambil bagi pedagang," kata Ketua Komisi B Nasrul Khoiri, kemarin.

Menurut Nasrul, jika Pemkot Yogyakarta belum memiliki rencana jangka pendek maupun jangka panjang, atau setidaknya jawaban yang dipaparkan kurang memuaskan, pihaknya bakal mendorong pimpinan dewan agar menyetujui pembentukan pansus.

Dengan pansus, kata dia, maka kewenangan pengawasan dewan terhadap kinerja eksekutif bisa lebih maksimal. "Secepatnya harus duduk bersama, tidak boleh kucing-kucingan, harus ada alternatif bagi pedagang. Karena status mereka resmi di bawah Disperindag dan rutin membayar retribusi," jelasnya.

Tak cukup sampai di situ, jika nantinya pansus tak membuahkan hasil, tidak tertutup kemungkinan menggulirkan hak angket. Nasrul menyebut ada keganjilan dalam penggusuran kios pedagang Pasar Kembang. Selain menyangkut status resmi pedagang, dasar hukum penggusuran juga masih menimbulkan tanda tanya.

"Bagaimana pun penggusuran, dan disusul penerbitan Perwal 51/2017 tentang penghapusan Pasar Kembang, juga tidak serta-merta menghapus KBP (Kartu Bukti Pedagang). Harus ada solusi secepatnya. Ini yang harus dikawal serius," imbuhnya. 

Polemik pedagang Pasar Kembang bermula dari pembongkaran kios yang dihuni puluhan pedagang oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta. PT KAI mengklaim memegang surat kekancingan pemanfaatan lahan berstatus Sultan Ground itu. Pedagang melakukan perlawanan karena merasa status mereka resmi di bawah Pemkot Yogyakarta yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Bukti Pedagang. 

Sayangnya, hingga kini nasib sekitar 83 pedagang belum jelas karena tak ada relokasi maupun kompensasi yang layak, baik dari KAI maupun Pemkot Yogyakarta. (KMP2)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Polemik Pedagang Pasar Kembang, Dewan Wacanakan Hak Angket"

Posting Komentar