Polda DIY: Yogya Bebas PCC


Sleman (KMP) - Peredaran PCC atau Paracetamol, Caffeein dan Carisoprodol di sejumlah kota di Indonesia ternyata tidak merambat hingga DIY. Hal ini didapat dari hasil operasi obat-obatan keras atau yang masuk dalam golongan G yang dilakukan Polda DIY bersama BB POM.

"Setidaknya hingga saat ini memang belum ada temuan PCC di wilayah hukum kami. Tapi bukan berarti kami tetap diam karena operasi serta razia akan terus berjalan," tutur Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda DIY AKBP Baron Wuryanto di Gedung Ditresnarkonba Mapolda DIY, kemarin.

Menurut dia, razia tetap harus dilakukan mengingat peredaran obat tersebut tidak hanya melalui jalur terbuka. Maksudnya dengan cara dijual di apotek-apotek atau toko obat. Melainkan lewat jalur dunia maya.
"Nah, lewat jalur medsos ini yang harus diwaspadai. Karena sistemnya kan tertutup," imbuh dia.
Baron menjelaskan, setelah peredaran PCC marak ditemukan di kota-kota Indonesia, pihaknya pun langsung melakukan razia di beberapa titik. Bersama BB POM, razia difokuskan pada apotek dan toko obat. Seperti operasi pada 25 September lalu dimana tujuh apotek dan satu toko obat menjadi sasaran razia.

"Hasil operasi di titik-titik tersebut memang sejumlah toko obat dan apotik tidak didapati PCC. Selain ingin tahu hal itu kami juga lihat daftar distribusi obat-obat daftar G seperti di apotek itu apa. Memang ada yang jadi perhatian BB POM karena cukup besar pengeluaran obat keras itu dari hasil mutasi. Masuk ke lidik kami terhadap beberapa obat dan apotik," tutur dia.

Lebih lanjut Baron menyebutkan pihaknya juga merilis hasil operasi serta razia sejak delapan bulan terakhir dimana berhasil mendapatkan 27.853 butir obat-obatan golongan G ilegal. Seperti Camlet, Yarindo dan Riklona. "Penggunaan obat-obat seperti itu harus dengan resep dokter tapi ternyata disalahgunakan. Ada 149 tersengka dengan kebanyakan usia 20-24 tahun sebanyak 100 orang," tandas dia. KMP4

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Polda DIY: Yogya Bebas PCC"

Posting Komentar