Tanpa Peringatan, PKL Jalan Abu Bakar Ali Diharuskan Hengkang 30 September


Yogya (KMP) – Belasan pedagang yang biasa mengais rezeki di Jalan Abu Bakar Ali (ABA) Kotabaru, Yogyakarta resah. Penyebabnya, mereka diminta angkat kaki dari tempat mengais rezeki oleh Satpol PP Kota Yogya tanpa ada peringatan terlebih dulu.

Mereka adalah pedagang yang menjual helm dan berbagai perlengkapan berkendara di Jalan Abu Bakar Ali mulai dari simpang Gereja Kotabaru hingga Kleringan. Pedagang diberi tenggat waktu hingga 30 September ini.

Budi Sasongko, salah satu pedagang yang telah 18 tahun berjualan di lokasi tersebut mengaku masih tetap akan bertahan. Apalagi, permintaan dari Satpol PP untuk hengkang tanpa disertai dengan solusi bagi para pedagang.

“Sampai sekarang belum pernah ada teguran. Cuma pedagang diundang rapat Satpol PP, katanya rapat penting. Terus di sana dikasih tahu harus pindah paling lambat tanggal 30 September ini,” ucap Budi seperti dilansir Wartahukum.id, Kamis (28/9).

Selama berjualan, Budi mengaku ditarik retribusi untuk sampah sebesar Rp7.500 perbulan dan Rp40 ribu untuk parkir kendaraan yang dibayarkan ke Dinas Perhubungan Kota Yogya. “Yang lainnya tidak ada,” katanya.

Senada diungkap Dedi, 33. Ia menilai perintah pengosongan lapak juga tidak adil karena hanya menyasar pedagang di barat Gereja Kotabaru. Sedangkan pedagang di timur gereja tidak digusur. Padahal, kata Dedi yang berjualan helm sejak tahun 2001 ini, paguyuban PKL Abu Bakar Ali meliputi seluruh pedagang di kanan-kiri Jalan Abu Bakar Ali.

"Kalau tidak di relokasi, bagaimana nasib karyawan kita yang sudah berumah tangga. Kita kulakan helm juga bon, bagaimana bayar utang jika tak jualan lagi," katanya.

Slamet, 51, pedagang lainnya menambahkan, sebelumnya para pedagang sempat memperoleh izin berjualan. Namun sejak 2012, izin itu tidak bisa lagi diperpanjang. Ia juga mempertanyakan upaya penggusuran sepihak karena tak ada tawaran relokasi.

Terpisah, Budi Santoso, Kasi Dalops Satpol PP Kota Yogyakarta mengatakan, perintah agar PKL Jalan Abu Bakar Ali hengkang diberikan karena para pedagang tidak mengantongi izin. Selain itu, saat ini lalu lintas di sepanjang Jalan Abu Bakar Ali cukup ramai.

“Sekarang kan lalu lintas di sana padat, jadi kalau ada PKL nanti malah mengganggu arus lalu lintas. Kesepakatan dalam rapat tanggal 30 September harus sudah kosong,” tegasnya. Sodik


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tanpa Peringatan, PKL Jalan Abu Bakar Ali Diharuskan Hengkang 30 September"

Posting Komentar