Tolak Bagi Uang Ganti Rugi Bandara, Paku Alam X Digugat ke Pengadilan


Yogya (KMP) – Persoalan ganti rugi Paku Alam Ground (PAG) di Kabupaten Kulonprogo yang akan digunakan untuk megaproyek Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), belum juga usai. Masih ada saja gugatan yang dilayangkan kepada KGPAA Paku Alam X dan PT Angkasa Pura I.

Terbaru, gugatan dilayangkan di PN Yogyakarta oleh 7 orang dari Solo, Jawa Tengah yang terdiri dari Suwarsi, Suwarsi, Eko Wijanarko, DM Endah Prihatin, Hekso Leksmono P, Nugroho Budiyanto, Rangga Eko Saputro, Diah Putri Anggraini, Ida Ayuningtyas.

Gugatan yang dilayangkan Suwarsi dan lainnya, bukanlah gugatan pertama. Sebelumnya, mereka mengajukan gugatan serupa di PN Wates namun ditolak. Gugatan kemudian dialihkan ke PN Yogyakarta dan teregister dengan nomor 43. Namun, gugatan digugurkan karena penggugat tidak pernah hadir.

“Anehnya, waktu itu hari Kamis dinyatakan gugur, esoknya hari Jumat mereka mengajukan gugatan lagi. Materinya persis sama dengan gugatan yang gugur maupun yang ditolak di PN Wates,” ucap R Herkus Wijayadi SH, Kuasa Hukum Paku Alam X, kemarin.

Menurut Herkus, Suwarsi dan lainnya merasa memiliki tanah di Kulonprogo yang diklaim merupakan warisan dari Hamengku Buwono (HB) VII. “Mereka ingin bagian dari dana ganti rugi PAG. Tapi Kanjeng Gusti sudah menegaskan tidak mungkin membagi-bagikan uang itu, karena memang bukan uang pribadi,” katanya.

Para penggugat, lanjut Herkus, mengaku sebagai keturunan dari GKR Pembayun yang menikah dengan Wugu Harjo Sutirto. Padahal, GKR Pembayun menikah dengan M Sis Tjakraningrat dari Bangkalan, Madura.

“Di PN Wates, karena para penggugat ini juga mengklaim ahli waris dari Sis Tjakraningrat akhirnya memancing ahli waris sesungguhnya mengajukan gugatan intervensi. Mereka juga melaporkan para penggugat ini ke Polisi. Sekaarang masih bergulir di Polres Kulonprogo,” jelasnya.

Ia menambahkan, para penggugat tengah berupaya mencari posisi tawar agar bisa mendapat bagian dari dana ganti rugi PAG. “Tapi itu sudah gak mungkin. Tidak ada negosiasi. Mereka pernah bertemu Kanjeng Gusti, tapi tetap saja tidak mungkin dibagi-bagi,” tegasnya.

Kadipaten Pakualaman sendiri mendapat dana kompensasi sebesar Rp727 miliar dari PT Angkasa Pura karena sebagian PAG di kawasan Temon terkena dampak megaproyek bandara. Namun dana tersebut masih dikonsinyasikan karena masih adanya gugatan. Sodik



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tolak Bagi Uang Ganti Rugi Bandara, Paku Alam X Digugat ke Pengadilan"

Posting Komentar