Kembangkan Kuliner Nusantara, Bekraf – UGM Gelar BCL 2017


Sleman (KMP) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Bekraf Creative Laboratorium (BCL) 2017. Acara yang mengangkat tema 'Indonesia Culinary Conference and Creative Expo' ini diselenggarakan Rabu (4/10) di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM.

"Acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi kuliner unggulan Indonesia yang dapat berkontribusi bagi perekonomian nasional. Karena sebenarnya, industri kreatif kuliner memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu sekitar 30% dari total pendapatan sektor pariwisata," ujar Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng saat pembukaan BCL.

Menurut Panut, melihat besarnya kontribusi dan potensinya, pelestarian kuliner asli dan unggulan Indonesia tentu wajib dilakukan dan dikembangkan. Menurutnya, Indonesia telah sejak lama dikenal sebagai negara yang kaya akan ragam kuliner. Namun, banyaknya waralaba asing yang masuk ke Indonesia menjadikan tantangan yang dihadapi kuliner dan pangan tradisional untuk tetap eksis di mata masyarakat semakin besar.

"Karena itu, UGM terus mendukung pengembangan pelaku usaha kuliner lokal agar dapat bersaing serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. UGM yang salah satu jati dirinya adalah sebagai universitas kerakyatan tentu dalam kiprahnya berusaha untuk terus memperjuangkan agar rakyat Indonesia lebih makmur dan sejahtera," tuturnya.

Tidak hanya itu, berkaitan dengan persoalan pangan, Panut pun menegaskan, UGM juga mendukung pengembangan bahan baku kuliner yang berasal dari produk-produk pertanian lokal. Hal itu bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan sehingga masyarakat tidak harus bergantung pada bahan baku impor.

Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif Mesdin Cornelis Simarmata menjelaskan, pengembangan usaha kreatif Indonesia, termasuk usaha kuliner, perlu mensinergikan unsur value chain yaitu kreasi, produksi, distribusi, konsumsi serta konservasi. Dan juga wajib melibatkan berbagai pihak tekait antara lain akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media.

"Kerja sama pentahelix menjadi hal yang penting, karena kami tidak bisa mengusahakan ini semua sendiri. Inilah alasan kami hadir di kampus ini, untuk membangun hubungan erat dengan universitas yang menjadi salah satu basis pengembangan ekonomi kreatif ke depan," ujarnya.

Usai dibuka secara resmi, acara dilanjutkan dengan parade yang menampilkan 34 set menu kuliner unggulan dari 34 propinsi di Indonesia. Dan salah satu bagian BCL yang menarik animo yang besar dari masyarakat adalah Kedai Klangenan, yaitu berbagai stan makanan kekunoan dan kekinian dari berbagai daerah. Ratih Keswara


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kembangkan Kuliner Nusantara, Bekraf – UGM Gelar BCL 2017"

Posting Komentar