Terlalu, Berpura-pura Periksa ke Dokter Demi Mendapat Obat Psikotropika


Yogya (KMP) – Peredaran obat terlarang kian mengkhawatirkan. Di sisi lain, baik pemakai maupun pengedar semakin lihai dan menemukan lebih banyak cara untuk mengelabui petugas. Salah satunya dengan memanfaatkan resep dokter untuk mendapatkan obat penenang.

Resep dokter dijadikan senjata untuk menghindari proses hukum. Tapi tetap saja, pelaku harus berurusan dengan hukum karena barang yang didapatkan itu kemudian dijual kepada dan disalahgunakan oleh orang lain.

Seperti yang diungkap jajaran Satresnarkoba Polresta Yogyakarta. Polisi mengamankan ST, 48, dan SR, 32, keduanya warga Sukoharjo, Jawa Tengah. Keduanya menjual ratusan butir obat-obatan jenis psikotropika yaang didapat dengan mengandalkan resep dokter.

Menurut Kasat Narkoba Polresta Yogyakarta Kompol Sugeng Riyadi, kedua pelaku ST dan SR cukup lihat. Untuk mendapatkan obat-obatan yang diinginkan keduanya memeriksakan diri ke dokter. Padahal, keduanya tidak dalam kondisi sakit.

Resep yang didapatkan dari dokter kemudian digunakan untuk menebus obat di apotek. “Kedua orang itu sebenarnya tidak sakit. Memeriksakan hanya untuk mendapatkan resep dokter. Kemudian hasilnya sebagian dipakai sendiri dan dijual,” ucap Sugeng, kemarin.

Semula praktik kotor ST dan SR berjalan dengan baik. Namun semuanya berubah dan perbuatan keduanya terungkap setelah polisi menangkap AH, 24, DS, 23, dan GK, 23, di wilayah Kecamatan Ngaglik, Sleman pada pertengahan September 2017 silam. Dari ketiganya, polisi mendapati pil jenis Camlet dan Alprazolam.

Dari pemeriksaan lanjutan terhadap ketiga pelaku diketahui bahwa mereka mendapatkan barang tersebut dengan cara membeli dari ST dan SR di Sukoharjo Jawa Tengah. “ST dan SR kita tangkap di rumahnya masing-masing,” terang Kompol Sugeng.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan 190 butir pil Riklona, 80 butir pil Calmet, dan 90 butir pil Alprazolam yang belum sempat dijual oleh kedua bandar itu. Dalam pengakuannya, ST dan SR menyatakan baru sekitar 3 bulan ini berjualan pil psikotropika.

Kini kelima pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kelimanya dijerat dengan Pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Sodik

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terlalu, Berpura-pura Periksa ke Dokter Demi Mendapat Obat Psikotropika"

Posting Komentar