Tombak Wijaya Mukti Dijamas, Wali Kota Diminta Peduli Warga


Yogya (KMP) -  Pusaka berupa Tombak Wijaya Mukti milik Pemkot Yogyakarta dijamas, Kamis (19/10/2017) pagi. jamasan rutin digelar setiap tahun saat kalender Jawa memasuki bulan Suro. Dibalik jamasan pusaka ini terkandung filosofi yang cukup dalam.

Filosofi dari jamasan ppusaka peninggalan Sri Sultan HB VIII itu diharapkan selalu dimaknai secara utuh oleh Wali Kota.

"filosofinya agar Wali Kota dan pejabat lainnya bekerja sesuai yang diharapkan masyarakat, memberi pelayanan serta keteladanan yang baik," kata Ketua Abdi Dalem Kraton Jogja, KRT Gondohadiningrat.

Tombak Wijaya Mukti diberikan oleh Sultan Hamengku Buwono X kepada Pemkot Yogya pada tahun 2000 silam, bertepatan dengan hari ulang tahun Pemkot ke-53. Dulunya, tombak ini dipakai oleh para prajurit Kraton di zaman pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII.

Seperti sebelumnya, prosesi jamasan berlangsung singkat. Pusaka dibawa oleh rombongan abdi dalem dari kompleks ruang kerja Wali Kota menuju halaman tengah. Selanjutnya, pusaka diletakkan di atas meja. Setelah abdi dalem berdoa sejenak, pusaka lantas dicuci memakai air bercampur perasan jeruk nipis dan arsenik.

Tujuannya untuk membersihkan noda dan karat yang menempel pada pucuk tombak yang terbuat dari logam. Usai dicuci lalu dilap menggunakan serabut kayu. Kondisi tombak pusaka sendiri masih cukup bagus dan terawat dengan baik. Sodik

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tombak Wijaya Mukti Dijamas, Wali Kota Diminta Peduli Warga"

Posting Komentar