Akrabkan Pelaku Industri Rumahan dengan TIK


Yogya (KMP) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menggandeng empat perguruan tinggi di DIY dalam penyelenggaraan pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) 2017. Keempat anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM) tersebut aialah UAD, AKAKOM, UTY dan Universitas Respati.

"Pelatihan TIK ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat, sehingga sasarannya pun para pelaku industri rumahan. Melalui pelatihan ini kami ingin membekali para pelaku industri rumahan agar mampu memanfaatkan TIK guna mendongkrak usaha mereka," ujar Koordinator Pelatihan TIK UAD Eko Aribowo ST MKom, Rabu (29/11/2017).

Eko menuturkan, banyak industri rumahan yang sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan usahanya lebih lagi. Salah satu cara mengembangkan potensi tersebut ialah dengan membiasakan diri bertransaksi dan berjualan secara online perlu terus ditingkatkan. Karena itu, target pelatihan TIK itu sendiri secara global ialah memiliki implikasi ekonomi.

"Materi pelatihan yang diajarkan, diantaranya pengenalan TIK, cara mencari informasi menggunakan internet, menghitung biaya usaha dan melakukan pemasaran melalui media sosial. Selain itu, ditambah pula materi pembuatan brosur sederhana, membuat korespondensi dan profil usaha serta pembuatan proposal pengajuan kebutuhan dana," imbuh Eko.

Menurut dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD ini, pihaknya pun berencana untuk membuat program lanjutan dari pelatihan TIK tersebut. Program lanjutan nantinya akan berupa pendampingan dan pengawasan berkala pada pelaku industri rumahan yang sudah mengikuti pelatihan. "Diharapkan tidak hanya menambah wawasan dan kemampuan peserta melalui pelatihan, tapi mereka juga bisa benar-benar mempraktekkannya dan menikmati hasilnya," paparnya.

Diakui Eko, sebelum berkolaborasi dengan KPPPA, FTI UAD sendiri pernah beberapa kali menggelar pelatihan TIK secara mandiri bagi pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat yang turut melibatkan mahasiswa.

"Dari evaluasi kegiatan pelatihan TIK mandiri kami, para pemilik usaha hampir semua punya smartphone. Tapi hanya sebatas digunakan untuk komunikasi sosial. Kalaupun ada yang sudah menggunakannya untuk promosi, biasanya belum optimal," ungkapnya.

Pelatihan TIK kerjasama KPPPA kali ini diikuti 633 pelaku industri rumahan dari seluruh kabupaten/kota di DIY. Dan UAD kebagian melatih 180 pelaku industri rumahan yang terbagi dalam beberapa tahap pelatihan. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Akrabkan Pelaku Industri Rumahan dengan TIK "

Posting Komentar