Belajar Menyenangkan dengan Matematika Berbasis TIK


Sleman (KMP) - Sebagai ujung tombak dalam keberhasilan pembelajaran Matematika, guru harus mempunyai strategi yang pas dalam mengajar. Dengan begitu, para siswa dapat memahami apa yang disampaikan guru.

"Dalam mengajarkan Matematika, sebaiknya guru jangan menggunakan metode ceramah. Metode itu hanya akan membuat siswa menjadi jenuh dan tidak bersemangat. Gunakanlah metode belajar yang bervariasi yang akan membuat siswa berpartisifasi aktif dalam pembelajaran," ujar Dosen Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM Edi WInarko MSc PhD, Sabtu (11/11) lalu.

Pada acara Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY di kampus setempat, Edi pun menuturkan, suasana belajar harus fun atau menyenangkan, sehingga siswa tidak terbebani dengan soal–soal Matematika yang dianggap sulit tersebut.

"Namun dalam pembelajaran pun harus tetap fokus terhadap apa yang diajarkan supaya apa yang disampaikan menjadi prioritas utama dalam pembelajaran. Seorang guru pun harus selalu bisa tersenyum kepada murid–muridnya, baik murid yang dianggap pintar atau sebaliknya," imbuhnya.

Menurut Edi, seorang guru, khususnya guru Matematika, harus bisa memotivasi siswa yang kurang bisa memecahkan permasalahan matematika. "Hindari kata-kata seperti sulit, sukar, susah, tidak bisa, tidak mungkin, dan tidak mampu, yang hanya akan membuat para murid menjadi minder, down dan akhirnya malas dan tidak suka dengan Matematika," tegasnya.

Edi pun menjelaskan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pun dapat membantu dalam belajar Matematika. Bahkan ada beberapa situs yang bisa membantu untuk belajar Matematika, di antaranya National Library of Virtual Manipulatives (NLVM), Interactive White Board Mathematic, Interactive White Board Mathematic dan Wolfram Alpha.

"Namun pembelajaran Matematika berbasis TIK ada tantangannya, yaitu mayoritas aplikasi yang tersedia untuk membantu pengajaran Matematika tersedia dalam bahasa Inggris. Sehingga diperlukan usaha ekstra baik oleh guru maupun siswa untuk memanfaatkan aplikasi-aplikasi ini," paparnya.

Dikatakan Edi, Penguasaan materi oleh guru mempengaruhi bagaimana TIK digunakan. Oleh karena itu, agar pengajaran matematika berbasis TIK dapat berjalan secara efektif, penguasaan materi dan TIK oleh guru harus ditingkatkan. Pemilihan dan penerapan sumber daya TIK harus dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan materi yang diajarakan.

"Penggunaan TIK dalam pembelajaran Matematika pun menuntut perubahan peran dan cara guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Dengan prinsip belajar konstruktivisme guru diharapkan berfungsi sebagai fasilitator siswanya, baik di dalam  kelas maupun di luar kelas," tambahnya. 

Seminar yang bertema 'Membudayakan Literasi Matematika di Era Digital' ini diikuti sekitar 300 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pembicara lain yaitu Prof Drs Suryo Guritno MStats PhD dari Universitas Gunadarma dan Dr R Rosnawati MSi dari FMIPA UNY.

Sementara itu, Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd menjelaskan, penelitian-penelitian model korelasi, eksplorasi harus ditinggalkan. "Kita harus mengarah ke research and developmentnya sehingga disitu menemukan sesuatu. Jadi diubah pola risetnya. Kalau hanya hubungan, perbedaan, nanti kalau sudah beda mau diapakan. Secara keilmuan memang benar tapi kita harus melihat potensi dunia nyata yang dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya.

Sutrisna pun mendorong dilakukan berbagai upaya untuk mengembangkan bagaimana Matematika diajarkan secara mudah. "Tahun 2018 universitas mencanangkan untuk kebangkitan inovasi UNY. Saya berharap dari Matematika ada produk-produk inovasi yang nanti bisa kita presentasikan pada tahun 2018," tambahnya. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar Menyenangkan dengan Matematika Berbasis TIK "

Posting Komentar