BPKH Siap Kelola dan Kembangkan Dana Haji Jamaah


Sleman (KMP) - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah siap mengelola dan mengembangkan dana haji yang disetorkan para jamaah haji Indonesia. Diperkirakan pengelolaan nyata dilakukan setelah Kementerian Keuangan menyerahkan dana yang terkumpul.

"Rencananya, dana akan diserahkan pada kami Desember 2017 ini. Tapi itu juga tergantung selesainya audit dari Kementerian Keuangan sendiri. Namun kini kami sudah siap mengelola dan mengembangkan dana yang ada dengan Rencana Strategis 2018-2022 yang sudah ada saat ini," ujar Dewan Pengurus BPKH Anggito Abimanyu, Selasa (7/11/2017).

Ditemui pada Silaturahmi BPKH dan Tokoh Keuangan Syariah dan Ekonimi Umat di Hotel Alana, Anggito menuturkan, BPKH telah menyusun rencana pengelolaan dan pengembangan dana jamaah pada Juli 2017 lalu. Dengan rencana strategis tersebut, BPKH berniat memberikan kemanfaatan lebih besar bagi para jamaah sendiri.

"Pengelolaan tentu akan kami lakukan secara profesional dan transparan. Jika selama ini hanya disimpan di bank dengan kemanfaatan yang tidak cukup besar, nantinya dana akan kami kelola agar memberi kemanfaatan yang lebih besar lagi dan akan dikembalikan pada jamaah," paparnya.

Anggito menambahkan, BPKH bahkan telah menargetkan mampu meningkatkan kemanfaatan dari dana jamaah sebesar Rp6,7triliun pada 2018 nanti. Angka tersebut lebih besar dari pengembangan kemanfaatan dana yang dilakukan Kementerian Keuangan di 2017 yakni Rp5triliun. Dan pada akhir rencana strategis di tahun 2022, pengembangan kemanfaatan ditargetkan mencapai lebih dari Rp10triliun.

"Pengelolaan dana untuk kemanfaatan lebih ini akan kamibkelola secara syariah juga, baik instrumen produknya, perbankannya maupun investasinya. Untuk investasi pun kami pastikan aman karena hanya akan kami investasikan di proyek-proyek yang mendapat jaminan langsung dari pemerintah," imbuhnya.

Menurut Anggito, investasi dana pada proyek akan dilakukan baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Beberapa contoh proyek infrastruktur yang kemungkinan bisa menjadi lahan investasi ialah pembangunan lounge jamaah haji dan umroh, proyek catering, atau penginapan jamaah haji dan umroh.

"Yang jelas tidak ada larangan investasi. Namun akan terus kami pastikan investasi akan tetap aman dan semua kemanfaatan yang didapat bisa dirasakan oleh para jamaah sendiri," tuturnya.

Dewan Pengawas BPKH Yuslam Fauzi pun menuturkan, pihaknya memiliki wewenang untuk memberikan penilaian dan masukan dalam hal investasi dan penempatan dana haji. Ke depan, dewan pengawas juga akan fokus mencari solusi terkait keberlanjutan total dana haji yang dikelola BPKH.

"Kenyataannya, selama enam tahun ini, dana haji yang disetorkan jamaah tidak banyak mengalami kenaikan. Padahal kenyataannya, perkembangan biaya riil haji tiap tahunnya meningkat cukup tinggi. Kalau begini terus tentu akan ada masalah baru," ungkapnya.

Dikatakan Yuslam, dana haji yang disetorkan jamaah selama ini hanya mampu menutupi 50% dari total dana kebutuhan haji. Sedangkan 50% lainnya selama ini dipenuhi  dari perolehan kemanfaatan dari pengembangan dana haji yang ada. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BPKH Siap Kelola dan Kembangkan Dana Haji Jamaah "

Posting Komentar