Dongkrak Publikasi Internasional, UPY Bentuk Pusat Publikasi


Bantul (KMP) - Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) pada usia yang ke-55 tahun ini bertekad meningkatkan jumlah publikasi internasional dari penelitian para dosennya. Untuk itu, Pusat Publikasi pun dibentuk di bawah Lembaga Penelituan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).

"Harus kami akui, masih kurang banyak penelitian atau karya ilmiah dosen kami yang terpublikasikan secara internasional. Untuk itu kami hadir untuk mendorong publikasi internasional para dosen UPY, karena sebenarnya manfaat lebih bisa mereka peroleh," ujar Kepala Pusat Publikasi UPY Marti Widyasari MEng, Senin (27/11/2017).

Ditemui di sela pelaksanaan Workshop Penulisan Artikel Internasional di kampus setempat, Marti menuturkan, masih banyak juga dosen yang belum menganggap penting untuk publikasi. Padahal dengan publikasi penelitian, mereka bisa mempercepat kenaikan jabatan akadrmik. Untuk instansi sendiri, publikasi dosen bisa meningkatkan penilaian kualitas, misalnya untuk keperluan akreditasi.

"Karena itu, Pusat Publikasi dihadirkan. Berbagai upaya kami lakukan dan berbagai informasi terkait publikasi kami sebarkan. Pembentukan Pusat Publikasi ini pun baru 25 Agustus 2017 lalu. Ke depan akan terus kami lakukan berbagai upaya meningkatkan publikasi dosen kami," imbuhnya.

Diungkapkan Marti, penyelenggaraan workshop penulisan pun menjadi salah satu cara untuk mempercepat peningkatan publikasi. Selama ini, kendala yang dialami para dosen UPY dalam penulisan ialah belum cukupnya materi penulisan berdasar riset dan waktu para dosen sendiri.

"Kendala utama yang kami lihat lebih pada waktu. Banyak dosen yang mengaku tidak sempat melakukan penelitian karena waktu mereka habis di pengajaran. Belum lagi juga banyak yang memegang jabatan penting di universitas. Namun sebenarnya penelitian tetap harus mereka lakukan karena aturan sebagai dosen sudah demikian adanya. Saya kira kesadaran menulis sendiri harus menjadi budaya," imbuhnya.

Guna memancing minat menulis dan meneliti, Marti mengungkapkan, universitas melalui pihaknya telah menetapkan kebijakan pemberian insentif untuk kegiatan penelitian, pengabdian dan publikasi, baik nasional maupun internasional. Misalnya, untuk publikasi ke jurnal yang terindeks Scopus insentifnya sebesar Rp5juta, proceeding seminar nasional Rp500.000, proceeding seminar internasional Rp1juta, publikasi jurnal internasional tidak terindeks Rp1,5juta, atau hasil penelitian memperoleh HAKI Rp5juta.

"Kami juga mengupayakan publikasi ke jurnal yang telah dibuat Kemenristekdikti yakni SINTA. Saat ini posisi UPY di puublikasi sinta masih di urutan 232. Dalam setahun ini kami punya target masuk urutan 200 besar untuk publikasi," paparnya. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dongkrak Publikasi Internasional, UPY Bentuk Pusat Publikasi "

Posting Komentar