Dr Zahrul Mufrodi: Sulap Sampah Plastik jadi 3 Jenis BBM


PENGGUNAAN plastik oleh masyarakat di kehidupan sehari-hari semakin meningkat. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) pun meningkat pesat. Kedua hal itu yang lantas membuat Dosen Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr Zahrul Mufrodi MT berupaya menemukan solusinya.

Zahrul, sapaan akrabnya lantas terpikir untuk mengolah sampah plastik menjadi BBM. Usai percobaan, bahkan sempat membuat alat generasi pertama, Zahrul pun berhasil menyempurnakannya menjadi sebuah alat yang mampu menghasilkan tiga jenis BBM sekaligus.

"Penelitian ini berawal dari keinginan saya membantu masyarakat untuk mandiri dalam hal energi. Dan bahan plastik sendiri pada dasarnya memiliki kandungan energi yang tinggi, sehingga potensi pemanfaatannya sebagai salah satu sumber energi punya prospek tinggi," ujar Zahrul pada wartawan, Senin (20/11/2017).

Ditemui di Laboratorium Satuan Operasi UAD, Zahrul mengungkapkan, alat pengubah sampah plastik menjadi BBM buatannya tersebut mengapkikasikan dua jenis teknologi, yakni teknologi suhu dan teknologi katalis. Ia merancang alat yang mampu mengubah plastik menjadi BBM dengan menggunakan prinsip pirolisis.

"Sampah plastik yang telah dikumpulkan kemudian dipanaskan sekitar suhu 500 derajat celsius. Cara ini ditempuh untuk mengubah fase plastik menjadi gas dan kemudian akan terjadi proses perengkahan. Gas yang dihasilkan kemudian dikondensasikan untuk mendapatkan minyak plastik," jelasnya. 

Pria yang menyelesaikan program doktornya di UGM dan sandwich ke Tokyo Institute of Technologi Japan ini pun mengungkapkan, alat yang dibuatnya tersebut juga telah dilengkapi dengan pengontrol suhu, pengukur tekanan dan kondensasi bertingkat. Dengan kondensasi bertingkat maka sekali proses bisa langsung didapatkan tiga jenis BBM, yakni minyak yang setara dengan premium, solar dan minyak residu yang biasa disebut diesel oil.

"Hasil BBM dengan titik kondensasi yang lebih rendah, memiliki sesifikasi yang lebih baik jika dibandingkan dengan titik kondensasi yang lebih tinggi. Uji coba pun telah dilakukan pada mesin yang membutuhkan BBM. Pada kendaraan sendiri, belum kami uji cobakan," paparnya.

Meski demikian, Zahrul mengaku duplikat alat buatannya tersebut kini sudah digunakan oleh masyarakat pengelola bank sampah di daerah Potorono dan Kweni, Bantul. Meski lebih sederhana karena baru mampu menghasilkan satu jenis BBM, namun kapasitas pembuatannya cukup besar.

"Jadi, rata-rata BBM yang dihasilkan adalah 50% dari sampah plastik yang diolah. Misalnya, 10kg sampah plastik nantinya menghasilkan 5liter BBM. Meski belum dalam skala yang benar-benar besar, namun masyarakat pengelola bank sampah di dua tempat tersebut sudah memanfaatkan minyak yang dihasilkan untuk bahan bakar memasak," katanya.

Jenis plastik yang memungkinkan untuk diubah menjadi BBM adalah polypropylene (PP) yang banyak didapatkan pada komponen otomotif, tempat makanan dan minuman. Politsyrene (PS) untuk kemasan, mainan dan peralatan medis. High density polyethylene (HDPE) biasa digunakan sebagai wadah makanan, wadah sampo dan sabun, serta kantong sampah. Low density polyethylene (LDPE) biasa digunakan untuk tempat makanan dan minuman dengan kontur plastik yang lebih lembek. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dr Zahrul Mufrodi: Sulap Sampah Plastik jadi 3 Jenis BBM"

Posting Komentar