Generasi Muda Tak Hanya Kreatif, Perlu Lakukan Revolusi


Sleman (KMP) - Nasib bangsa dan negara Indonesia di masa depan berada di tangan generasi muda selalu didengungkan. Namun agar mampu menjadi negara maju, generasi muda Indonesia tidak hanya harus kreatif, tapi yang terpenting mampu melakukan revolusi.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo usai mengisi Inspairing Talk di UC UGM, Sabtu (18/11/2017). Menurut Hasto, generasi sekarang berbeda sekali karena mereka 'bergerak' sangat cepat. Namun, sudah seharusnya jati diri bangsa tetap melekat apapun kondisi dan sejauh apapun perkembangan yang dilalui.

"Di era teknologi informasi sekarang ini, Pancasila harus tetap dipegang teguh dan dilestarikan. Dan harus ada upaya membangun ekonomi dan budaya nusantara sebagai upaya dari berdikari. Untuk itu, generasi muda kita tidak cukup hanya kreatif. Kreatif itu hanya normal sains. Mereka haruslah menjadi revolusioner, mampu dan berani mengubah mindset," ujarnya.

Diungkapkan hasto, kepribadian nusantara harus tetap ada walaupun negara Indonesia nantinya maju. Dengan target 2030 Indonesia menjadi negara maju, revolusi mental harus dilakukan saat ini juga. "Jika model mental masyarakat apalagi generasi muda masih seperti sekarang ini, yakni konsumtif, tidak punya kreativitas revolusioner, saya pesimis target kita menjadi negara maju bisa tercapai," imbuhnya.

Hasto mengatakan, saat ini sangat banyak generaso muda Indonesia yang pintar bahkan punya gelar pendidikan berderet. Namun jika hal itu tidak diiringi keinginan membangun bangsa menuju mandiri dan berdikari, Indonesia sulit maju. "Niat berubah atau membuat perubahan itu harus ada dalam diri tiap generasi muda kita. Mulai saja dari yang kecil, dari diri sendiri," tegasnya.

Hasto menambahkan, kendala yang dihadapi justru bisa menjadi tantangan mengubah mindset. Misalnya saja terkait polemik mahalnya harga daging sapi. Baginya hal itu justru jadi momentum mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan.

"Mengubah pola pikir itu tidak butuh biaya, daripada harus impor daging dari negara lain. Kenapa tidak beralih ke konsumsi ikan. Dari sisi kesehatan juga lebih baik," imbuhnya.

Sementara itu, Manager Research and Development Dompet Dhuafa Ahsin mengatakan, mengundang para pembicara sebagai inspirator bagi para generasi muda memang telah menjadi kegiatan rutin Dompet Dhuafa. Hal tersebut sebagai upaya peningkatan kapasitas softskill para generasi muda, dalam hal ini mahasiswa.

"Melalui berbagi inspirasi, kami berharap hal itu bisa menjadi persiapan para mahasiswa agar memiliki gambaran pasca lulus. Karena bagi kami, mereka harus memiliki target dan pilihan hidup agar bisa menjadi generasi tangguh demi bangsa dan negara," ungkapnya. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Generasi Muda Tak Hanya Kreatif, Perlu Lakukan Revolusi "

Posting Komentar