Indonesia Punya Peluang Jadi Ornamen Perdamaian Dunia


Bantul (KMP) - Indonesia sebagai negara multikultural dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi ornamen perdamaian dunia. Peluang tersebut seharusnya dikembangkan bersama, termasuk peran serta perguruan tinggi di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP dalam seminar 'Peran ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPAR) dalam Memajukan Perdamaian dan Rekonsiliasi di Kawasan' di UMY, Kamis (23/11/2017). Gunawan menuturkan, perdamaian dunia merupakan hal yang turut ingin diwujudkan oleh UMY.

"Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk berbicara mengenai perdamaian dan rekonsiliasi. Indonesia sebagai salah satu ornamen perdamaian dan rekonsiliasi. Kita memiliki peran besar, kita memiliki bonus demografi yang cukup besar pula," ujarnya.

Diungkapkan Gunawan, pada saat UMY menghadiri forum rektor universitas-universitas Asia Pasifik di Taiwan, isu 'The loss of humanity' menjadi isu menarik yang dibawa Indonesia. Konsep humanitas, menurutnya kini tidak dipandang sebagai sebuah ornamen kehidupan, tapi lebih sebagai konsep kecepatan dari bertemunya dua kepentingan.

"Sebagai upaya untuk mendukung perdamaian, UMY juga melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di beberapa daerah konflik, seperti Tawaw dan Davao," imbuhnya.

Sementara itu, dibentuknya ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPAR) sendiri ialah sebagai sebuah institusi riset perdamaian. Dalam upayanya tersebut, ASEAN juga bekerja sama dengan UMY untuk mengenalkan AIPAR pada seluruh civitas akademika di Yogyakarta.

Direktur Eksekutif AIPAR Rezlan Ishar Jenie menjelaskan, dibentuknya AIPAR adalah untuk mendorong studi tentang perdamaian dan rekonsiliasi. Sebab menurutnya, saat ini memang belum ada institusi yang fokus pada studi perdamaian dan rekonsiliasi.

"Karena itu, kami memperkenalkan institusi ini kepada civitas akademika dan masyarakat luas, dan melakukan kerjasama dengan mereka. Agar institusi ini bisa berkembang lebih jauh bersama dengan institusi pendidikan lainnya," ujarnya.

Rezlan menambahkan, dari studi-studi perdamaian dan rekonsiliasi yang dilakukan dalam AIPAR, juga diharapkan bisa menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam menentukan norma-norma demi terwujudnya perdamaian dan rekonsiliasi di kawasan ASEAN. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Indonesia Punya Peluang Jadi Ornamen Perdamaian Dunia "

Posting Komentar