Internasionalisasi, Madrasah Mu'allimaat Gandeng Sekolah Thailand


Yogya (KMP) - Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta tengah gencar melakukan internasionalisasi. Internasionalisasi yang dilakukan yakni menjalin beragam kerjasama dengan sekolah-sekolah di negara lain.

Salah satu negara yang dituju ialah Thailand. Melalui program internasionalisasi kader, Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mulai membangun jaringan sekolah di beberapa negara lain, seperti Malaysia, Australia dan Amerika Serikat.

"Dengan sekolah dari Thailand, kami melakukan kegiatan sister school. Bentuk kerjasamanya ialah pertukaran guru, pertukaran siswa, berbagi ilmu guna meningkatkan kualitas pendidikan masing-masing. Kegiatan membangun jaringan seperti ini sudah kami lakukan sejak 2015 lalu," ujar Direktur Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Agustyani Ernawati, Kamis (16/11/2017).

Di sela kunjungan kerjasama Streesmutprakan School Thailand 15-20 November 2017 di sekolah setempat, Agustyani mengungkapkan, dengan berbagai kegiatan internasionalisasi yang dilakukan, ia berharap sekolah yang dipimpinnya tersebut menjadi pusat keunggulan perempuan.

"Melalui kegiatan kerjasama internasional ini kami juga ingin meningkatkan pemberian wawasan yang lebih luas pada para siswa dan guru. Tentu itu semua sebagai persiapan guna persaingan global," imbuhnya.

Dalam sister school bersama Streesmutprakan School Thailand kali ini, berbagai kegiatan telah dipersiapkan. Diantaranya, Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta memperkenalkan proses pembelajaran yang dimiliki, termasuk pembelajaran yang terkait budaya seperti membatik dan tapak suci.

"Kami juga akan melakukan sharing pembelajaran antar guru kami dan guru dari pihak Thailand. Dan dalam kunjungan mereka kali ini, ada lima guru yang ikut serta dan 13 siswa dari Thailand," paparnya.

Ditambahkan Agustyani, manfaat yang telah dirasakan Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dalam proses internasionalisasi, salah satunya ialah pengembangan bahasa Inggris. Dengan berbagai kegiatan bersama sekolah dari negara lain, secara langsung dan tidak langsung para guru dan siswa mengaplikasikan kemampuan komunikasi bahasa Inggris.

"Dan siswa yang terlibat mendampingi para tamu dari negara lain ini juga dapat menjadi pioner pengembangan bahasa Inggris di asrama maupun di kelas. Para siswa juga kami lihat mampu mengembangkan empati dan toleransi karena berinteraksi dalam perbedaan budaya," tutupnya. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Internasionalisasi, Madrasah Mu'allimaat Gandeng Sekolah Thailand "

Posting Komentar