Kearifan Lokal Cara Didik Indonesia Perlu Ditumbuhkan Lagi


Sleman (KMP) - Indonesia sebagai negara multikultural memiliki berbagai kearifan lokal, termasuk cara mendidik anak. Kearifan lokal pendidikan itu juga banyak yang baik dan perlu diturunkan ke generasi saat ini.

"Misalnya saja kebiasaan orang tua dulu mendongeng sebelum anak tidur. Saat ini memang masih ada orang tua yang demikian, tapi sudah tidak banyak. Padahal, banyak manfaat dari cara mendidik yang biasa kami sebut storytelling atau bercerita ini," ujar Direktur The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), Gatot Hari Priyowirjanto, Rabu (15/11/2017).

Ditemui di sela Seminar Internasional PAUD dan Parenting 2017 di Hotel Royal Ambarrukmo, Gatot mengungkapkan, cerita-cerita pengantar tidur di kalangan masyarakat Indonesia memiliki beragam unsur mendidik. Bahkan dengan mendengar cerita sejak usia dini, anak bisa terlatih lebih kritis dan berani mengungkapkan pendapatnya.

"Kelebihan cara didik berdasarkan kearifan lokal seperti ini yang kurang disadari di zaman sekarang. Karena itu kami berencana menumbuhkan kembali cara-cara mendidik yang punya nilai positif. Untuk storytelling sendiri saat ini mulai digencarkan lagi bahkan di sekolah-sekolah formal di usia dini," imbuhnya.

Pada pendidikan tingkat usia dini, Gatot menuturkan, storytelling bisa disisipkan berbagai unsur pendidikan lainnya. Misalnya budi pekerti, pendidikan karakter, hingga tata krama dan cara berbahasa yang baik. Bahkan perlu pula anak diminta menceritakan kembali apa yang mereka dengar atau mereka ketahui.

"Cara ini juga memberi kebebasan bagi anak untuk bertanya, berpikir kritis, dan bagaimana anak mampu menkristalisasikan apa yang didengar. Ceritanya pun tidak harus melulu dongeng atau cerita rakyat. Bisa dengan kejadian masa kini, ketokohan yang bisa menjadi panutan atau role model anak-anak. Ini juga bisa menjadi motivasi belajar tersendiri bagi mereka," tuturnya.

Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar mengatakan, penyelenggaraan seminar tersebut juga sekaligus menegaskan visi  yang diemban SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP). Visinya yakni menjadi pusat regional terdepan dalam penelitian, advokasi, dan peningkatan kapasitas bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga.

"Sedangkan misi SEAMEO CECCEP adalah meningkatkan komitmen regional dan global untuk kualitas pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga. Dan nilai yang diusung SEAMEO CECCEP sendiri adalah kepentingan terbaik untuk anak, sensitif budaya dan gender, responsif sosial dan komunitas serta inklusif," ungkapnya.

Dengan diusungnya nilai-nilai itu, menurut Haris, keberadaan SEAMEO CECCEP akan bermanfaat bagi anak-anak, orang tua, keluarga, pemerintah, pengambil keputusan, para praktisi PAUD dan pendidikan keluarga, pengusaha, dan  lembaga-lembaga non-pemerintah lainnya.

Harris pun menjelaskan, pendekatan program SEAMEO CECCEP selama program 5 tahun ke depan difokuskan pada Penelitian dan Pengembangan, sehingga dapat dijadikan pusat penelitian guna membangun keilmuan regional; Pengembangan Kapasitas, agar dapat dijadikan pusat pelatihan guna membangun kapasitas sumber daya manusia; serta Advokasi dan Kerja sama, yaitu menjadi pusat advokasi guna membangun kerjasama individu, lembaga dan akademisi. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kearifan Lokal Cara Didik Indonesia Perlu Ditumbuhkan Lagi "

Posting Komentar