Milad Seabad, Mu'allimaat Muhammadiyah Jadi Pusat Keunggulan Perempuan


Yogya (KMP) - Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta tahun ini menginjak usia 100 tahun. Dan sebagai lembaga pendidikan, Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta ingin makin meneguhkan diri sebagai pusat keunggulan perempuan.

"Mu'allimaat terbentuk dari keinginan penyelenggaraan pendidikan bagi perempuan. Kegigihan itulah yang menjadi dasar kami membangun Mu'allimaat hingga saat ini. Keinginan menjadi pusat keunggulan perempuan berkemajuan pun merupakan tantangan tersendiri bagi kami untuk makin meningkatkan prestasi," Direktur Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Agustyani Ernawati, Sabtu (18/11/2017).

Dalam Puncak Acara Milad Mu'allimaat Satu Abad di sekolah setempat, Agustyani mengungkapkan, pasang surut perjalanan Mu'allimaat selama ini juga mengikuti irama kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Namun itu semua diakuinya telah memberikan pengalaman bagi para pengurus Mu'allimaat untuk tetap dipercaya oleh masyarakat.

"Saat ini harapan publik makin besar pada kami. Kami tentu bersyukur sampai atas kepercayaan masyarakat yang makin tinggi itu. Prestasi kami dan anak-anak kami pun meningkat. Itu semua tentu berkat kerja keras para guru dan anak-anak kami sendiri," imbuhnya.

Agustyani pun menuturkan, Mu'allimaat tidak boleh terlena dengan prestasi yang sudah diraih hingga saat ini. Dengan persaingan global yang makin kompleks serta perubahan aturan yang juga makin dinamis, kerjasama yang kuat sangat dibutuhkan. "Semua itu agar kita mampu menjawab tantangan ke depan," katanya.

Dalam perayaan seabad Mu'allimaat, dilakukan pemberian penghargaan pada para guru. Salah satu penghargaan berupa pemberangkatan umroh bagi empat guru/karyawan. Selain itu, diberikan pula penghargaan bagi guru dengan kinerja baik, guru kreatif, guru yang telah menyusun buku dan pada pengurus perserikatan.

Pada acara yang sama digelar pula stadium general dengan pembicara Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi. Immawan pun menegaskan, dalam organisasi Muhammadiyah maupun Aisyiyah, pengkaderan termasuk hal yang diwajibkan. Pengkaderan bahkan dibagi menjadi tiga yakni kader perserikatan, kader umat dan kader bangsa.

"Dalam proses pengkaderan, perlu pula dimunculkan para kader perempuan yang tangguh. Saya kira sudah banyak contoh kader perempuan yang tangguh bahkan terkenal secara nasional. Salah satu contohnya ialah kader Aisyiyah yang saat ini menjabat sebagai Bupati Gunungkidul Ibu Badingah," ungkapnya. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Milad Seabad, Mu'allimaat Muhammadiyah Jadi Pusat Keunggulan Perempuan "

Posting Komentar