Pemanfaatan IPTEK Zaman Milenial Alami Perubahan


Sleman (KMP) - Pada abad ke-21 saat ini, terjadi banyak perubahan di dunia yang saling berkaitan, khususnya globalisasi dan perkembangan sains dan teknologi. Tak pelak jika ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) juga mengalami perubahan pemanfaatan.

Hal ini diungkapkan oleh Rektor UNY Prof Dr Sutrsina Wibawa MPd, dalam Wisuda Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor periode November 2017 di GOR UNY, Sabtu (25/11/2017). Menurut Sutrisna, paradigma ekonomi dunia yang sebelumnya menempatkan pengembangan inovasi dan kreativitas dalam IPTEK hanya sebagai penopang pun berubah.

"Di milenial baru ini, penciptaan dan pemanfaatan IPTEK secara kreatif serta inovatif justru akan menjadi dasar bagi terbentuknya suatu paradigma ekonomi baru yang disebut sebagai knowledge based economy. Karena itu, kita harus berkontribusi nyata pada peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa di masyarakat internasional," ujarnya.

Sutrisna mengungkapkan, peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa pada dasarnya merupakan refleksi dari upaya mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera. Apalagi di zaman sekarang, sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing sangat penting dan menjadi salah satu kebutuhan utama bangsa.

"Dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN ini, saya mengingatkan kembali tentang persaingan tenaga kerja pada tingkat nasional, regional dan internasional. Dan untuk menghadapi persaingan tersebut, para wisudawan harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreatif dan inovatif, dan kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang baik," paparnya.

Ditambahkan Sutrisna, kemampuan lain yang perlu dimiliki generasi saat ini ialah menguasai literasi digital, kemampuan fleksibilitas dan adaptasi yang tinggi, berinisiatif dan penguatan tujuan hidup. "Kemampuan berinteraksi sosial dan komunikasi antar budaya, produktif, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi juga termasuk yang dibutuhkan," imbuhnya.

Sementara itu, peserta wisuda periode kali ini ialah 2.012 orang dengan rincian 16 orang program Doktor (S3), 328 orang program Magister Pendidikan (S2), 1.559 orang S1, dan 109 orang Program Diploma. Wisudawan yang meraih predikat cum laude atau dengan pujian sebanyak 592 orang (29,42%), yang terdiri atas tiga orang wisudawan S3, wisudawan S2 ada 36 orang, S1 sebanyak 538 orang, dan D3 ada 15 orang.

Mahasiswa Bidikmisi yang lulus dalam periode kali ini ada 329 orang, dengan IPK rerata 3,52. Untuk wisudawan peraih IPK tertinggi adalah Dr Lusila Andriani Purwastuti dengan IPK 3,98, dari program studi S3 Ilmu Pendidikan. Untuk S2 ada Muhammad Arief Wibowo MPd dengan IPK 3,96 dari Prodi Pendidikan Dasar, lalu Muhammad Sukron Mahadi SPd dengan IPK 3,88 dari Prodi S1 Pendidikan Sosiologi, dan Riza Agustina AMd Akt dengan IPK 3,70 dari Prodi D3 Sekretaris. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemanfaatan IPTEK Zaman Milenial Alami Perubahan"

Posting Komentar