Tingkatkan Produktivitas, UII dan UGM Fokus Perbaiki Manajemen Riset


Sleman (KMP) - Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah bergabung dalam konsorsium yang merupakan proyek dari Uni Eropa. Konsorsium itu sendiri dibentuk sebagai wadah kerjasama peningkatan kinerja riset di 11 perguruan tinggi dari tujuh negara yang menjadi anggotanya.

"Dalam konsorsium ini, kami memilih fokus pada manajemen riset. Misalnya, bagaimana membuat proposal yang baik, bagaimana mengelola dana riset, mengelola data dan bagaimana agar bisa publikasi. Hal itu perlu dilakukan untuk mendorong para peneliti kami bisa lebih produktif," ujar Koordinator Konsorsium Lokal UII Fathul Wahid PhD, Selasa (21/11).

Di sela pelaksanaan Assessing and Improving Workshop Research Performance at South East Asian Universities (REPESEA) di UII, Fathul pun menuturkan, tingkat produktivitas dosen UII dalam hal riset dinilainya makin meningkat. Semangat tersebut tampak terutama pada para peneliti dan dosen muda. Selanjutnya yang perlu dilakukan ialah makin mendorong semangat mereka untuk konsisten produktif dan tidak terkontaminasi praktek lama.

"Untuk itu perlu inovasi sebagai dukungan semangat para dosen kami ini lebih produktif. Dan bergabung dengan konsorsium inilah yang menjadi bagian dari upaya kami memberi dukungan. Karena infrastruktur riset kami juga mendapat bantuan," imbuhnya.

Koordinator Konsorsium Lokal UGM Nurul Indarti PhD juga mengaku semangat peneliti muda di UGM cukup tinggi. Sayangnya, manajemen riset yang ada tidak terlalu bagus, sehingga perlu diperbaiki. Namun di lain sisi, kemampuan para peneliti juga perlu ditingkatkan dengan memperbaiki kualitas pembelajaran dan perbaikan infrastruktur guna menunjang riset.

"Konsorsium ini didanai oleh Uni Eropa. Dana yang diberikan akan digunakan untuk pengadaan fasilitas. Misalnya, pembelian alat komputer, perbaikan alat laboratorium dan perbaikan unsur pembelajaran untuk meningkatkan kualitas publikasi. Namun yang terpenting yakni komitmen untuk terus meningkatkan kualitas, sehingga kita bisa membuktikan tanpa bantuan kita juga bisa berkembang baik," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Proyek REPESEA Prof Anetta Caplanova mengatakan, pada intinya proyek tersebut bertujuan untuj peningkatan kapasitas perguruan tinggi yang dilakukan Uni Eropa. Proses inti akan dilakukan dalam dua tahun ke depan, sehingga tahun ketiga sudah tampak hasilnya.

"Dana yang diberikan Uni Eropa dalam proyek bagi 11 perguruan tinggi ini berjumlah 800.000 Euro. Proyek sendiri akan berjalan hingga Oktober 2019 mendatang. Dan kami senang bisa berkolaborasi karena kami juga mendapat pengalaman dan pembelajaran baru," ungkapnya.

Menurut pengajar di University of Economics in Bratislava ini, salah satu hal baru yang terjadi di Asia Tenggara dan bisa menjadi pembelajaran bagi Eropa ialah semangat dan motivasi para peneliti Asia Tenggara yang masih tinggi. Hal itu diakuinya tidak ada di Eropa, dimana para penelitinya sudah tidak memiliki semangat yang besar dalam hal riset. (Ratih Keswara)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tingkatkan Produktivitas, UII dan UGM Fokus Perbaiki Manajemen Riset "

Posting Komentar