Bela Negara Bagian dari Supremasi Nasionalisme


SLEMAN (KMP) - Sikap bela negara menjadi sikap yang perlu dimiliki oleh tiap warga negara. Sikap bela negara bahkan sangat penting karena merupakan bagian dari supremasi nasionalisme tiap warga negara.

"Pemahaman bela negara sebenarnya juga macam-macam. Bela negara itu bisa berupa cinta tanah air atau disiplin nasional. Namun memang tema bela negara ini saat ini sedang menjadi tema besar untuk kita sosialisasikan dan internalisasikan. Kami juga mendorong tema ini pada generasi muda bangsa, dalam hal ini siswa dan mahasiswa," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Jumat (15/12/2017).

Di sela pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-59 UPNVY di Auditorium UPNVY, Muhajir menuturkan, dengan sasaran para generasi muda, universitas dan sekolah-sekolah menjadi lokasi yang sangat strategis untuk menyebarkan dan menularkan sikap bela negara. Itu semua diperlukan demi kepentingan bangsa dan negara. Karena baginya, tiap negara pasti memiliki program dan cara tersendiri dalam bela negara.

"Saya kira bela negara itu dimiliki oleh semua negara di dunia. Hanya cara dan bentuknya saja yang berbeda. Karena pada dasarnya semua warga negara wajib membela negaranya dan harus jadi komitmen kita juga sebagai warga negara Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UPNVY Prof Dr Ir Sari Bahagiarti MSc mengatakan, manusia yang terdidik dan tercerahkan ialah kunci kemajuan sebuah bangsa. Begitu pula dengan bangsa ini, yang hanya akan bisa maju jika memiliki manusia-manusia pintar dan berintegritas. Untuk itu, sistem pendidikan yang tepat tidak lagi dapat ditawar.

"Pembangunan pendidikan secara menyeluruh menjadi sebuah keharusan yang wajib dikelola secara optimal oleh semua pihak, termasuk kami di UPNVY. Dalam perjalanannya, UPNVY telah diwarnai pasang surut, Sejak perubahan status menjadi Perguruan Tinggi (PTN) pada tahun 2014 hingga 2017, UPNVY pun telah mencapai kemajuan yang relatif berarti," ujarnya.

Sari mengungkapkan, pada bidang pendidikan, telah diraih sejumlah kemajuan terutama pengembangan program studi, peningkatan kualitas input mahasiswa, peningkatan layanan akademik dan peningkatan kualitas dosen. Upaya peningkatan kualitas akademik dilakukan dengan cara perwalian dan pembimbingan agar mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan menyelesaikan studi tepat waktu.

"Selain itu, layanan akademik mahasiswa pun sudah didukung oleh Sistem Informasi Akademik Berbasis Komputer, pembelajaran pun sudah secara elektronik atau e-learning. Penerapan kurikulum berbasis KKNI sendiri terus ditingkatkan, dilengkapi dengan kelompok mata kuliah untuk pembangunan karakter bela negara yang sesuai dengan visi niversitas," paparnya.

Dalam perjalanan panjang selama ini, Sari menuturkan, UPNVY telah menunjukkan dirinya sebagai universitas yang tidak hanya dimiliki oleh sivitas akademika UPNVY, tapi menjadi milik bangsa Indonesia. Dengan semakin bertumbuhnya usia, diharapkan UPNVY dapat terus bekerja, berkarya dan meningkatkan sumbangsih bagi masyarakat dan negara melalui bidang-bidang keilmuan masing-masing.

"UPNVY diharapkan dapat menjadi 'Kampus Bela Negara Penegak Empat Pilar Kebangsaan' selayaknya tema Dies Natalis kali ini. Kami juga akan terus meneguhkan diri sebagai 'Kampus Hijau Lestari' sebagau bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup," imbuhnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bela Negara Bagian dari Supremasi Nasionalisme"

Posting Komentar