Gugatan Praperadilan Ny Ayem Ditolak


SLEMAN (KMP) – Permohonan praperadilan yang diajukan Siek Bik Ngiok alias Ny Ayem terhadap Kepolisian Daerah (Polda) DIY akhirnya kandas. Hakim tunggal FX Heru Santoso SH MH memutus bahwa Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) adalah sah dan berdasar hukum.

Selain itu hakim Heru Santoso memutus bahwa JT tidak melakukan perbuatan berlanjut. Karena itu, perkara yang melibatkan JT dan dipersoalkan Ny Ayem, telah kedalursa. “Mengadili, permohohonan pemohon tidak dapat diterima,” ucap Heru Santoso dalam sidang putusan di PN Sleman, Kamis (14/12/2017).

Dalam pertimbangannya, Hakim Heru Santoso menilai, JT tidak terbukti melakukan perbuatan berlanjut karena tidak menyertakan akta 72 dan 73 dalam perkara 41. JT hanya menyertakan akta tersebut sebagai pada perkara 32 pada tahun 1991.

“Untuk perkara dengan ancaman pidana di atas tiga tahun, masa kedaluarsa selama 12 tahun terhitung setelah digunakan. Karena JT menggunakan akta 72 dan 73 pada perkara 32 tahun 1991, maka kedaluarsanya adalah 12 tahun, yakni pada 2003 karena tidak ada perbuatan berlanjut,” terangnya.

Kuasa Hukum Ny Ayem, Hillarius Ngaji Merro SH mengatakan, hakim menolak permohonan praperadilan yang diajukan kliennya karena unsur perbuatan berlanjut tidak terbukti. “Hanya itu saja yang menjadi pertimbangan hakim,” kata Hillarius.

Ia sendiri mengaku kecewa dengan putusan tersebut. Meski ia mengakui unsur perbuatan berlanjut adalah multitafsir. Namun  demikian, ia tetap berpendapat bahwa JT telah melakukan perbuatan berlanjut. Alasannya, putusan perkara 32 digunakan pada perkara berikutnya, yakni perkara 41.

Ny Ayem mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polda DIY menyusul terbitnya SP3 atas laporan dugaan penggunaan surat autentik palsu oleh JT.

Ny Ayem melalui penasehat hukumnya Haapan Silalahi dan Hilarius Ngaji Merro SH meminta hakim yang memeriksa permohonan ini agar membatalkan SP3 oleh Polda DIY karena tidak sah dan tidak sesuai hukum. Kemudian meminta hakim yang memeriksa menyatakan bahwa laporan Ny Ayem belum kedaluarsa.

“Memerintahkan termohon untuk melanjutkan penyidikan atas laporan dengan nomor LP/461/I/2017/DIY/SPKT tertanggal 26 Januari 2017, sampai ke penuntutan dan terus sampai proses persidangan di pengadilan,” ucap Hillarius, Rabu (6/12/2017).

Persoalan bermula dari laporan terhadap dugaan pemalsuan akta autentik pada akta 72 dan 73. Laporaan ditindaklanjuti dengan uji tanda tangan pelapor Elly Ningsih dan hasilnya adalah non identik sebagaimana diungkap dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP).

Mengetahui ada dugaan pemalsuan, Ny Ayem yang terikat perjanjian sewa dengan Elly Ningsih kemudian melaporkan JT ke Polda DIY tentang dugaan penggunaan surat autentik palsu. Laporan sempat berbuah manis setelah penyidik menetapkan terlapor menjadi tersangka.

Selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap satu (P19) ke Kejaksaan Tinggi DIY, namun dikembalikan dengan alasan kedaluarsa. Pemohon kemudian melaporkan hal itu kepada Asintel Kejati. Selain karena alasan kedaluarsa, laporan juga dilakukan karena ada BAP yang tidak disertakan.

“Tanggal 11 September 2017, berkas dilimpahkan lagi. Setelah diperiksa berkass perkara dikembalikan lagi kepada termohon masih dengan alasan kedaluarsa. Tapi pemohon kaget karena pada 26 Oktober, termohon mengeluarkan SP3 dengan alasan kedaluarsa,” terangnya.

Padahal, ungkap Harapan Silalahi, sesuai pendapat ahli hukum pidana Prof Dr Edwar Omar Sharif, perkara tersebut belum kedaluarsa karena anta 72 dan 73 disertaakan sebagai barang bukti dalam perkara No.32/Pdt.G/1991/PN.Yk. kemudian putusan perkara tersebut dijadikan bukti untuk memenangkan gugatan perkara No.41/Pdt.G/2012/PN.Yk.

“Jadi hitungan kedaluarsanya adalah mulai tahun 2012 saat terakhir kali digunakan, bukan tahun 1991. Dengan begitu, perkara tersebut belum kedaluarsa. Ahli lain Prof Dr Didiet juga menyatakan serupa karena Ny Ayem baru mengetahui akta 72 dan 73 palsu pada 14 November 2016,” jelas Silalahi. KMP2



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gugatan Praperadilan Ny Ayem Ditolak"

Posting Komentar