HIMKI DIY Berperan Serta Perbanyak Tenaga Kerja Terdidik dan Terampil


SLEMAN (KMP) - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DIY turut berperan serta dalam upaya peningkatan kompetensi para tenaga kerja di sektor industri mebel dan kerajinan di DIY. Hal tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya kebutuhan para pemilik industri sendiri terhadap tenaga kerja terdidik dan terampil.

"Program keterlibatan HIMKI dalam ranah pendidikan ini berawal dari persoalan kami sendiri di industri mebel dan kerajinan yang kesulitan mendapat tenaga-tenaga terampil. Hal ini juga karena lulusan SMK dengan jurusan industri mebel dan kerajinan belum tersertifikasi, sehingga kompetensi mereka belum ada yang menjamin," ujar Pembina DPD HIMKI DIY Rumekso Setiadi, Jumat (15/12/2017).

Kepada wartawan usai Diskusi 'Implementasi Program Vokasi untuk Penguatan Industri Mebel dan Kerajinan di DIY' di Hotel Grand Palace, Yoyok sapaan akrabnya menuturkan, pelaku industri merupakan pengguna tenaga kerja, sehingga sudah seharusnya lembaga pencetak tenaga, dalam hal ini ranahnya lembaga pendidikan yang perlu mempersiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan industri.

"Untuk mempercepatnya, HIMKI pun masuk ke dunia pendidikan untuk mengarahkan dan memberi masukan juga tenaga terdidik dan terampil seperti apa yang kami butuhkan. Untuk itu dibentuklah Forum Vokasi DIY, agar kurikulum program vokasi yang diterapkan di SMK berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja di industri mebel dan kerajinan," ungkapnya.

Yoyok menjelaskan, forum tersebut juga menjadi bentuk sinergi HIMKI sebagai pelaku industri dengan dunia pendidikan, dan harapannya ada keterlibatan pemerintah pula sebagai pembuat kebijakan. Selanjutnya HIMKI berharap dapat tercipta ekosistem yang baik dalam mebel dan kerajinan, pendidikan vokasi di DIY pun makin bagus, serta manfaat peningkatan perekonomian daerah bagi pemerintah.

"Untuk kurikulum sendiri, kami ada keterlibatannya dalam penyusunan. Dan saat ini kami tengah merealisasikan rencana pemberian sertifikasi kompetensi bagi para lulusan SMK sebagai pengakuan atas kemampuan tiap lulusan. Hal ini sudah kami kerjasamakan dengan Kementerian Perindustrian karena penilaiannya akan mengacu pada Sistem Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia," katanya.

Yoyok menambahkan, saat ini ada 150 perusahaan mebel dan kerajinan di DIY dengan kebutuhan tenaga terdidik dan terampil mencapai 750-1.000 tenaga kerja pertahunnya. Di DIY sendiri, sudah ada 14 SMK yang memiliki jurusan mebel dan kerajinan. Dan untuk memaksimalkan kompetensi lulusan SMK tersebut, telah ditunjuk beberapa perusahaan untuk melakukan pembinaan pada 14 SMK tersebut.

"Kami tidak ingin kondisi saat ini dimana lulusan SMK justru mendominasi jumlah pengangguran di DIY. Apalagi hanya karena alasan apa yang mereka pelajari di sekolah tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk itu, HIMKI mau terlibat dalam penyusunan kurikulum, bahkan menjadi staf pengajar mewakili praktisi," imbuhnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "HIMKI DIY Berperan Serta Perbanyak Tenaga Kerja Terdidik dan Terampil"

Posting Komentar