Lafran Pane, Ide-Ide Kebangsaannya Telah Terwujud Saat ini


SLEMAN (KMP) - Gelar pahlawan kini telah disandang oleh Lafran Pane. Tokoh pendidikan yang juga menjadi salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) ini memiliki ide-ide kebangsaan yang sudah disuarakannya sejak lama, namun baru terwujud usai reformasi.

Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Mahfud MD dalam Dialog Kebangsaan 'Refleksi Kepahlawanan Lafran Pane' di UNY, Rabu (13/12/2017) mengatakan, Lafran Pane merupakan tokoh nasional yang memiliki banyak pokok pikiran yang sangat maju saat Orde Baru dimulai. Beberapa kali Lafran Pane sempat mengutarakan pikirannya terkait amandemen UUD 1945.

"Pertama kali ia menyampaikan soal amandemen ialah pada 1966. Setelah itu diulangnya lagi dalam orasi ilmiahnya saat pengukuhan sebagai Guru Besar UNY tahun 1970. Saat itu beliau mengatakan kemungkinan UUD 1945 diamandemen, ketika pemerintah justru sedang gencar menangkap orang-orang yang ingin mengamandemen UUD 1945," ungkap Mahfud.

Guru Besar Fakultas Hukum UII ini pun menegaskan, pemikiran Lafran Pane terkait amandemen UUD 1945 bukanlah hal yang salah. Karena perubahan konstitusi merupakan hal yang biasa, bahkan menurutnya memang harus diubah disesuaikan dengan zaman dan waktu. Apalagi tidak ada konstitusi di dunia yang tidak berubah.

"Hukum akan selalu berubah mengikuti perubahan zaman, tempat dan budaya. Dan pemikiran Lafran Pane ini telah terwujud, saat ini UUD 1945 sudah mengalami amandemen," imbuhnya.

Pokok pikiran Lafran Pane yang juga telah terwujud ialah posisi MPR sebagai lembaga negara. Diungkapkan Mahfud, Lafran Pane termasuk sosok yang mempersoalkan kedudukan MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Hal itu tidak masuk akal karena aturan terkait anggota MPR disusun oleh UU yang dibuat oleh lembaga di bawahnya.

"Dan kenyataannya sekarang MPR bukan lagi lembaga tertinggi negara. Lalu Lafran Pane pun pernah berujar, kalau Indonesia mau memperkuat sistem presidensil dan mau demokratis, presiden harus dipilih langsung. Padahal saat itu pemilihan langsung masih menjadi sebuah hal yang haram di negeri ini," paparnya.

Mahfud pun menambahkan, sebagai seorang tokoh, Lafran Pane sangat pantas menjadi panutan. Pemikiran-pemikiran yang besar serta keinginan memajukan bangsa dan negara, justru keluar dari sosok yang sederhana dalam hidupnya.

Sementara itu, Tokoh Alumni HMI Akbar Tanjung dalam pembicaraan kuncinya mengatakan, Lafran Pane menjadi tokoh pendiri HMI pada 1947 yang selalu menolak dengan tegas untuk berpolitik. Netralitas Lafran Pane pernah teruji dengan datangnya tawaran dari Partai Golkar untuk berafiliasi. Namun dengan jawaban diplomatis, ia menolaknya.

"Netralitas inilah yang dipertahankan Lafran Pane dalam menjaga komitmen HMI sebagai organisasi netral dengan komitmen ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Komitmen ini pula yang selalu dijaga HMI sampai saat ini," imbuh pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Partai Golkar ini.

Akbar menuturkan, komitmen Lafran Pane untuk negara Indonesia selalu didukung oleh ke-Islamannya yang moderat, terbuka dan memiliki pandangan berkemajuan. Lafran Pane selalu berupaya mempertahankan bangsa Indonesia, mempertinggi derajat bangsa Indonesia, dan berupaya mewujudkan islam yang memberi rahmat bagi semesta alam. 

Lafran Pane sendiri dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 2017. Pahlawan nasional ini lahir di Tipirok, Tapanuli Selatan dan menjadi salah satu bagian dari pemuda perintis kemerdekaan yang bermarkas di Menteng 31 Jakarta. Lafran Pane juga ikut dalam gerakan kepemudaan di ibukota. Almarhum yang meninggal pada 1991 ini juga berkiprah pada bidang akademik dengan menjadi pengajar di kampus-kampus di Yogyakarta berbasis IKIP. Lafran Pane pula yang merintis berdirinya IKIP Yogyakarta yang kini lebih dikenal dengan nama UNY. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lafran Pane, Ide-Ide Kebangsaannya Telah Terwujud Saat ini"

Posting Komentar