Laporan di-SP3, Ny Ayem Gugat Praperadilan Polda DIY


SLEMAN (KMP) – Keputusan Kepolisian Daerah (Polda) DIY yang menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) atas laporan dugaan penggunaan surat autentik palsu oleh JKT, berbuntut panjang. Pelapor, Ny Siek Bik Ngiok alias Ny Ayem mengajukan gugatan praperadilan di PN Sleman.

Ny Ayem melalui penasehat hukumnya Haapan Silalahi dan Hilarius Ngaji Merro SH meminta hakim yang memeriksa permohonan ini agar membatalkan SP3 oleh Polda DIY karena tidak sah dan tidak sesuai hukum. Kemudian meminta hakim yang memeriksa menyatakan bahwa laporan Ny Ayem belum kedaluarsa.

“Memerintahkan termohon untuk melanjutkan penyidikan atas laporan dengan nomor LP/461/I/2017/DIY/SPKT tertanggal 26 Januari 2017, sampai ke penuntutan dan terus sampai proses persidangan di pengadilan,” ucap Hillarius saat membacakan permohonan Praperadilan di PN Sleman, Rabu (6/12/2017).

Persoalan bermula dari laporan terhadap dugaan pemalsuan akta autentik pada akta 72 dan 73. Laporaan ditindaklanjuti dengan uji tanda tangan pelapor Elly Ningsih dan hasilnya adalah non identik sebagaimana diungkap dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP).

Mengetahui ada dugaan pemalsua, Ny Ayem yang terikat perjanjian sewa dengan Elly Ningsih kemudian melaporkan JKT ke Polda DIY tentang dugaan penggunaan surat autentik palsu. Laporan sempat berbuah manis setelah penyidik menetapkan terlapor menjadi tersangka.

Selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap satu (P19) ke Kejaksaan Tinggi DIY, namun dikembalikan dengan alasan kedaluarsa. Pemohon kemudian melaporkan hal itu kepada Asintel Kejati. Selain karena alasan kedaluarsa, laporan juga dilakukan karena ada BAP yang tidak disertakan.

“Tanggal 11 September 2017, berkas dilimpahkan lagi. Setelah diperiksa berkass perkara dikembalikan lagi kepada termohon masih dengan alasan kedaluarsa. Tapi pemohon kaget karena pada 26 Oktober, termohon mengeluarkan SP3 dengan alasan kedaluarsa,” terangnya.

Padahal, ungkap Harapan Silalahi, sesuai pendapat ahli hukum pidana Prof Dr Edwar Omar Sharif, perkara tersebut belum kedaluarsa karena anta 72 dan 73 disertaakan sebagai barang bukti dalam perkara No.32/Pdt.G/1991/PN.Yk. kemudian putusan perkara tersebut dijadikan bukti untuk memenangkan gugatan perkara No.41/Pdt.G/2012/PN.Yk.

“Jadi hitungan kedaluarsanya adalah mulai tahun 2012 saat terakhir kali digunakan, bukan tahun 1990. Dengan begitu, perkara tersebut belum kedaluarsa. Ahli lain Prof Dr Didiet juga menyatakan serupa karena Ny Ayem baru mengetahui akta 72 dan 73 palsu pada 14 November 2016,” jelas Silalahi. KMP2


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan di-SP3, Ny Ayem Gugat Praperadilan Polda DIY"

Posting Komentar