Kabar Baik, Peluang Profesi Insinyur di Indonesia Masih Sangat Besar


Sleman (KMP) - Menyongsong globalisasi, Indonesia membutuhkan tenaga profesional insinyur lebih banyak. Hal ini dikarenakan pembangunan infrastruktur nasional semakin gencar direncanakan pemerintah.

"Karena itu peluang karir sebagai insinyur profesional masih sangat terbuka. Ini memang sebanding dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang hingga 2019 mendatang saja total anggaran negara maupun pihak swasta mencapai Rp5519,4triliun," ujar Direktur Eksekutif Program Profesi Insinyur (PPI) Ir Rudianto Handoyo IPM, Selasa (5/12/2017).

Dalam Kuliah Umum PPI di Rektorat UNY, Rudianto menuturkan, prediksi kebutuhan Sarjana Teknik untuk pembangunan infrastruktur nasional hingga 2024 mendatang mencapai 182.658 orang. Sarjana Teknik yang dibutuhkan mencakup seluruh bidang ilmu, mulai dari arsitektur, dirgantara, geologi, kelautan, mesin, perminyakan, sipil, hingga planologi.

"Selama rentang waktu 2010-2016, Sarjana Teknik yang lulus dari perguruan tinggi di Indonesia, rata-rata 80.000 orang. Kami berharap 30% saja di antaranya bisa menjadi insinyur. Tentunya dengan mengambil studi keprofesian usai menyandang gelar ST," imbuhnya.

Rudianto mengungkapkan, studi keprofesian insinyur pun kini telah ada di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Diharapkan para insinyur Indonesia tidak hanya terampil, tapi juga mampu memenuhi standar keinsinyuran  internasional. "Tanggung jawab PPI di setiap perguruan tinggi penyelenggara saat ini ialah bagaimana mencetak insinyur yang mampu bersaing dalam kompetisi global," katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNY Dr Widarto MPd mengatakan, UNY menjadi salah satu perguruan tinggi dari 40 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mendapat mandat mendirikan Prodi PPI. Mandat tersebut merupakan kelanjutan dari UU Nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

"Prodi PPI ini sebagai upaya pemerintah mempersiapkan para insinyur Indonesia dalam era globalisasi. Kami berharap semakin banyak insinyur dalam negeri yang punya kompetensi global agar rencana pembangunan Indonesia bisa dilakukan sendiri oleh anak bangsa," ujarnya. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kabar Baik, Peluang Profesi Insinyur di Indonesia Masih Sangat Besar"

Posting Komentar