Pengembangan Desa Wisata di Era Digital, Begini Kiatnya


SLEMAN (KMP) - Desa wisata sebagai salah satu sektor pariwisata yang berbasis masyarakat juga telah memasuki era digital. Meski telah mengakui kebutuhannya akan teknologi, keberadaan desa wisata sendiri juga harus tetap dapat mempertahankan ndeso-nya.

"Harus diakui, dunia digital dan teknologi juga punya peran penting bagi pengembangan desa wisata. Namun bagi kami para penggerak dan masyarakat desa sendiri tidak boleh kehilangan identitas dan jati diri sebagai orang desa. Karena tradisi dan kondisi desa itu sendiri yang menjadi 'jualan' kami," ujar Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Kabupaten Sleman Doto Yogantoro, Kamis (7/12/2017).

Ditemui usai pelaksanaan diskusi terbatas 'Disruptive Innovation dalam Pendidikan dan Bisnis' di Universitas Sanata Dharma (USD), Doto menuturkan, penggunaan teknologi yang dilakukannya selama mengelola desa wisata lebih bersifat sebagai penyeimbang. Dalam hal promosi dan komunikasi, teknologi telah membantu perkembangan desa wisata.

"Tapi program yang kami tawarkan selama di desa wisata tetap kegiatan-kegiatan desa. Bukan lantas menggunakan teknologi untuk semua lini pengelolaan. Karena kita juga tidak bisa tidak menggunakan teknologi. Dan itu sudah terbukti, beberapa desa wisata harus tergusur karena tidak bisa mengikuti atau memanfaatkan teknologi," papar Ketua Desa Wisata Pentingsari, Sleman ini.

Manfaat teknologi bagi perkembangan desa wisata pun dirasakan sendiri oleh Doto. Jika 10 tahun lalu omset Desa Wisata Pentingsari hanya Rp200 juta pertahun, saat ini sudah mencapai Rp2,4 miliar pertahun. Hal itu berkat perluasan promosi dan pemeliharaan pelanggan loyal yang dilakukannya melalui media sosial dan website resmi.

"Saat ini tercatat ada 125 desa wisata di DIY. Tapi kenyataannya, hanya sekitar 30% saja yang benar-benar berkembang sesuai standar dan pola desa wisata sebenarnya. Yang lainnya, entah bagaimana nasibnya. Kendalanya, ada yang karena konflik penggerak, tidak adanya inovasi dan tidak mengikuti perkembangan teknologi," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unika Seogijapranaya Semarang Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IE mengatakan, perkembangan teknologi selalu bisa dipastikan membawa dampak pada perubahan kehidupan masyarakat. Dan dari perubahan tersebut juga bisa dipastikan ada yang merasa dirugikan, namun ada pula yang diuntungkan.

"Dan perlu dipahami, perkembangan teknologi bukan sesuatu yang bisa dielakkan. Jadi bagaimana kita harus bersikap atau mau jadi bagaimana kita dengan perkembangan yang ada. Karena jika kita diam saja, justru kita yang kalah," imbuhnya.

Usai diskusi, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan kerjasama antara USD dengan berbagai lembaga/perusahaan dari berbagai industri sebagai tempat kerja praktek para mahasiswa. (Ratih Keswara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengembangan Desa Wisata di Era Digital, Begini Kiatnya"

Posting Komentar