Salah Terapkan Hukum, Polda DIY-Kejari Yogya Digugat Rp50 M


YOGYA (KMP) – Belum tuntas dua sidang gugatan praperadilan di PN Sleman, Kepolisian Daerah (Polda) DIY kembali digugat. Polda bersama Kejari Yogyakarta sebagai Termohon II dan Menteri Keuangan RI sebagai turut termohon diguat praperadilan di PN Yogyakarta.

Gugatan dilayangkan Effi Idawati binti Supardi melalui tim kuasa hukumnya yang terdiri dari Oncan Poerba SH, Willyam H Saragih SH, dan FX Yoga Nugrahanto SH. Gugatan dilayangkan karena adanya kesalahan penerapan hukum yang membuat Effi Idawati ditahan selama delapan bulan.

“Jadi setelah klien kami menjalani penahanan selama delapan bulan, ternyata beliau tidak bersalah. Di tingkat Peninjauan Kembali (PK), klien kami diputus bebas,” ucap Oncan Poerba dalam jumpa pers di Katering Ibu Supardi, Minggu (10/12/2017).

Menurut Oncan, pemohon pada awalnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda DIY dengan sangkaan melakukan tindak pidana penipuan. Perkara tersebut kemudian ditingkatkan ke penuntutan . Oleh kejaksaan, pemohon ditahan.

Namun demikian setelah disidangkan di PN Yogyakarta, hakim memutus bebas penohon. Dalam putusannya, hakim menyebut pemohon melaakukan perbuatan sebagaimana didakwakan namun perbuatan tersebut bukan tindak pidana.

Tak puas dengan putusan tersebut, jaksa penuntut umum kemudian mengajukan kasasi dan dimenangkan. Selain membatalkan putusan PN Yogya, MA juga menjatuhkan putusan penjara selama delapan bulan.

“Di tengah penahanan terhadap pemohon, kami dari tim kuasa hukum mengajukan upaya hukum PK dan diterima. Tapi pemohon telah menjalani penahanan badan selama delapan bulan. Karena ada kesalahan penerapan pasal itu sehingga pemohon diadili tanpa berdasarkan UU,” jeas Oncan.

Sesuai dengan PP No.92 tahun 2015, kami mengajukan permohonan imbalan ganti rugi sebesar Rp100 juta. Pemohon juga mengajukan ganti rugi materiil sebesar Rp9,92 miliar, dan ganti kerugian imateriil sebesar Rp40 miliar.

Willyam Saragih SH menambahkan, persoalan bermula dari adanya kerjasama antara pemohon dengan Muhamad Muwardi dan istrinya Siti Rohmah. Muh Muwardi semula menawarkan modal kerjasama sebesar Rp500 juta. Kerjasama tahap awal berjaan lancar sehingga pelapor menambah investasinya sebesar Rp500 juta.

Sayang, kerjasama berikutnya tidak berjalan mulus sehnga pemohon tidak bisa memberikan keuntungan secara penuh. Muwardi dan istri kemudian melaporkan pemohon ke Polda DIY. “Dari total uang yang diinvestasikan, pemohon sudah membayar sebesar Rp620 juta,” terangnya.

Effi sendiri mengaku senang akhirnya bisa bebas. Ia mengaku tidak ada niat sedikit pun untuk menipu. “Sejak awal saya yakin Allah tidak sare. Awalnya memang lancar, tapi kemudian tersendat di tengah jalan,” katanya. KMP2 

sumber: Wartahukum.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Salah Terapkan Hukum, Polda DIY-Kejari Yogya Digugat Rp50 M"

Posting Komentar